Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
86


__ADS_3

"sudah nak?.."


kedatangan umma membuat Queenna berbalik dan menjawab dengan anggukan.


"kalau gitu umma minta tolong lagi boleh?"


lagi-lagi Queenna hanya mengangguk tanpa suara,di pesantren ini Queenna seolah tidak berkutik, tingkah onarnya seakan tidak ada dalam dirinya, apalagi dia hadapan umma membuat Queenna merasa malu kalau bertingkah rusuh.


punya rasa malu juga ternyata!


"tolong panggil Abi sama Azmi ya!..lagi di ruang kerja,naik ke atas nanti sebelah kiri sudut ada Pintu warna coklat nah itu ruangannya..."jelas umma dengan tersenyum lembut.


setelah mendapat arahan dari umma, Queenna pun menaiki tangga satu persatu, pertepatan di tengah jalan di berjumpa dengan Abi yang hendak turun.


"loh ngapain qila di sini?..,ehm.. maksudnya Queenna!.."Abi membenarkan ucapan yang salah, Queenna sendiri tidak masalah tentang panggilan lagi pula memang benar ini tubuh Queen saat ini.


"gu...eh,aku di suruh ibu itu buat panggil Abi dan mas Azmi!.."Queenna sangat kaku untuk berkata sopan jadi di sedikit tergagap di kata-katanya.


Abi hanya tersenyum dan mengangguk lalu turun ke bawah,tapi sebelum itu di sempat mengatakan Azmi masih di ruang kerja.


"nah ini kah?.."Queenna menunjuk kearah pintu coklat sebelah kanan,"eh tpi tadi ibu itu..eh maksudnya umma itu bilangnya sebelah mana ya?.."fikir nya bingung,otak Queenna tiba-tiba konslet sampai di sini.


"ah ini aja lah dulu...nanti kalau salah ya cari lain aja!.."


tanpa ba-bi-bu Queenna langsung masuk pertepatan pintu yang tidak di kunci sama sekali membuat Queenna senang dong.


pertama yang Queenna lihat adalah sebuah kamar,eh kamar?...Udah terfikir oleh Queenna dia salah pintu,mana mungkin tempat kerja jadi sebuah kamar, rencana Queenna dia akan keluar dari sini tapi pandangannya tertuju pada sebuah figuran di atas meja.


"ini?.."gumam Queenna memegang foto itu,klau menatap sekeliling yang hampir rata-rata di penuhi foto dirinya dan Azmi,dirinya?..bukan tapi ini Queen.


"kau beruntung Queen!"gumam Queenna pelan,entah kenapa Queenna jadi iri pada Queen yang punya segalanya, walaupun hidup Queen selama ini susah dan bisa di bilang sangat menderita tapi sekarang hidup Queen di penuhi orang yang di sayang,mana mungkin Queenna tidak iri sedikit pun.


"ngapain di sini!.."


deg


...

__ADS_1


"jadi mau kita apain mereka?.."


pitter menatap sahabatnya yang selama ini selalu bersamanya sejak kecil hingga sekarang.


"tunggu kabar Azmi!.."zien yang tak ingin banyak bicara hanya menjawab singkat.


"kenapa enggak di bawa pulang aja kak si Queenna itu?.."Zia juga penasaran akan berita tentang Queen yang tiba-tiba udah jadi Queenna saja, biasanya bila mereka bertukar seperti itu pasti ada sesuatu.


"tidak bisa!.."


hanya itu jawaban zien lalu pergi meninggalkan mereka semua dari sana.


hanya masih belum paham membuat mereka jadi kesel di tinggal gitu saja,jadi pandangan Zia dan pitter kearah zaen dan Angela.


"aku juga enggak tau!.."ujar zaen yang juga berlalu dari sana,sejak kembali ke Rusia mereka sama sekali belum istirahat membuat zaen juga meninggalkan mereka.


Zia padahal ingin bertanya pada Angela yang tersisa di sini tapi Angela malah duluan mendahului dirinya.


"jangan nanyak!.."


"gimana dengan orang tua Queen?..kita kasih tau mereka?.."


Angela yang keluar dari ruangan itu dengan cepat mengejar zien yang ke ruang kerja dirinya sendiri, posisi mereka memang ada di markas yang lengkap fasilitasnya dan ruangan masing-masing.


"belum saat nya!.."


"tapi mereka seperti sudah tidak sabar ingin berjumpa!.."memang selama ini Angela memperhatikan apa yang mereka lakukan di alat canggihnya.


"biarkan saja!..biarkan mereka fokus pada kedua putranya itu!.."balas zien dengan duduk di ruangannya di ikuti angela di depannya.


"masih parah?.. haruskah pitter turun tangan?.."memang kalau masalah dua putra Dario atau bisa di bilang abngnya Queen,dia tidak ikut campur itu urusan zien.


"tidak perlu!.."


Angela hanya mengangguk paham, kalau sudah zien bilang seperti itu berarti semua sudah aman.


mengingat kedua orang tua Queen dan bawahan yang di tangkap oleh mereka, membuat Angela ingin bertanya gimana kelanjutannya tapi saat melihat zien yang memejamkan matanya dengan terduduk membuat Angela memendam pertanyaan itu,dia menatap wajah zien sebentar lalu pergi dari sana tanpa ingin mengganggu zien.sedangkan zien sendiri yang hanya memejamkan matanya kini terbuka saat sebuah dorongan pintu yang tertutup,dia menatap kedepan dengan tatapan tidak dapat di artikan kini memejamkan matanya kembali.

__ADS_1


...


"ha!!.."


sangking kagetnya Queenna dia dengan reflek menghajar Azmi dengan jurusan handalnya,nasib baik Azmi bisa menghindar kalau tidak mungkin wajah tampan Azmi akan memar.


"ih Lo itu buat kaget gua aja!.."marah Queenna kesal saat tau siapa orang yang berada di belakangnya tadi.


"ngapain di sini!.."


"eh tadi ibu Lo bilang kalau acara makan akan di mulai pergi gih turun sana!.."cerocos Queenna yang malah tidak menjawab pertanyaan Azmi sama sekali tapi malah memerintahkan Azmi seperti mamak-mamak yang mengomeli anaknya.


"eh liat deh!...,Lo lagi bucin abis ya sama Queen,eh maksudnya sama gue!.."sifat centil langsung keluar dari kandangnya.


Azmi langsung merebut foto istrinya itu,mana Sudi dia foto kesayangannya di pegang walaupun orang yang di foto ada di di hadapannya tapi bagi Azmi Queen dan Queenna itu berbeda walaupun sama raga.


"wih posesif amat!..,eh Lo___"


"kata-kata mu Queenna!.."tekan Mi menatap tak senang Queenna yang malah memutarkan bola matanya malas,tapi seketika di tersenyum seringai saat mendapatkan ide.


"mas!.."panggilnya dengan lemah, tatapan rindu dan penuh kasih sayang di utarakan untuk Azmi,perlahan melangkah mendekati Azmi yang malah mundur dengan waspada.


"mas ini Qila!...mas udah gak sayang sama Qila!.."


ekspresi sedih Queenna membuat azmi bingung, ini istrinya atau masih Queenna di dalamnya.


"mas!..Qila capek!..ini gara-gara Queenna cantik itu!..jadi nya..bla..bla..bla.."


dari situ Azmi langsung menduga bahwa wanita di depannya ini sedang bersandiwara, membuat azmi jadi kesel.


"kamu bukan istriku!..jangan jadi seseorang yang merusak istriku!.."


"sial!.."maki Queenna,cepat sekali sandiwara terbongkar membuat dia jadi kesel, Azmi benar-benar sangat susah untuk di perdayakan.


"ya-ya-ya,..gue ngaku ini masih gue Queenna,"Queenna menatap azmi males sambil bernyenye tak jelas.


"eh Azmi,gimana kita selingkuh yuk!.."ide gila Queenna kambuh lagi, dengan tersenyum senang mendapat ide yang sangat berlian ini di otaknya.

__ADS_1


__ADS_2