
Azmi yang berkeliling rumah belum juga mendapati ummanya bahkan Abi pun entah kemana,saat ingin keluar rumah iya mendengar suara orang mengucapkan salam membuat iya bergegas ke depan.
"waalaikumsalam.."
"loh Azmi kok blm tidur?.."
"umma dan Abi dari mana kok baru pulang?.."bukan menjawab malah bertanya pada keduanya.
"keluar sebentar tadi!.."jawab Abi membuat Azmi hanya ber oh ria,karena bukan ini tujuannya.
"Abi masuk dulu,mau istirahat.."sepertinya Abi tau ada hal yang ingin di sampaikan oleh Azmi jadi dia tak ingin mengganggu mereka.
"ada apa nak!.."tanya umma yang duduk berhadapan dengan Azmi yang tampak gelisah.
"umma tadi ke pesantren An-Nur sama Aqila ngapain aja?.."
"ya biasa aja nak cuman bersilahturahmi dengn teman-teman.."jawaban umma kini malah menatap heran putranya yang tak biasanya seperti ini.
"klau Aqila umma?.."
oh kini umma paham sekarang pasti ada sesuatu terjadi di antara mereka.
"Aqila tadi bersama Ning Asiah berkeliling di pesantren,mereka bersama trus Sampek pulang tadi.."memang itu yang iya tau,klau ceritanya dia memang engk tau.
Azmi menghela nafas pelan lalu pamit ke atas, menunju ke kamarnya di sepanjang jalan di mikir apa yang mereka lakukan sampai Aqila seperti itu?..itu trus pertanyaan Azmi dalam otaknya,Tapi sama sekali tak ada jawabannya.
dia memasuki kamarnya lalu menuju ranjangnya setelah mematikan lampu,di berbaring dengn pelan dengn menatap gundukan di balik selimut,Azmi perlahan menarik badan istrinya pelan agar tak membangunkannya, pelan-pelan mengecup pucuk rambutnya,dan juga menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya.
"apa yang kalian bicarakan Aqila?..hah mas tidak peduli itu asal kamu ada di sisi mas,mas akan bahagia!..,cup.."setelah mengecup bibir merah itu di pun memejamkan mata dengn mendekap queen erat seolah takut akan hilang saat iya lepas.
.
"Aqila bangun!.."
"Hem..."hanya deheman tapi tak membuka matanya malah memeluk Azmi erat hal itu membuat Azmi tersenyum.
"sayang bangun kita sholat dulu yuk!"Azmi berkata lembut dengn mengelus pelan istrinya ini yang kali sedikit susah di bangun.
"sayang!!.."
__ADS_1
"lima menit lagi!.."queen masih betah memeluk Azmi bahkan tak membiarkan pria itu pergi membuat Azmi hanya bisa menunggu sebentar.
tik..
tik..
tik..
detikan demi detikan membuat lima menit sudah sampai tapi siempu nya yang berkata lima menit sama sekali tak beranjak.
"Aqila!.."suara Azmi terdengar kembali.
"aku hanya ingin merasakan pelukanmu membuat ku tenang mungkin setelah ini aku tak akan pernah merasakan lagi.."kata-kata itu terucap begitu saja Tampa di sadarinya membuat Azmi menegang, kaget.
apa maksudnya?
tapi dia hanya bisa menatap nanar istrinya yang sudah berada di balik kamar mandi.
setelah selesai sholat Azmi tidak langsung membiarkan queen pergi,dan biasanya akan menyetor hapalan kini dia tunda dulu karena ada sesuatu yang sangat ingin iya katakan.
"apa maksudnya perkataan mu tadi Aqila?.."tatapan Azmi serius menatap istrinya yang di hadapannya dengn menundukkan kepalanya.
"Aqila!!.."suaranya mulai meninggi karena tak ada sahutan dari lawan.
jeder...
Azmi langsung membeku mendengar kalimat yang singkat tapi menyakitkan hati,bahkan Azmi menatap wanita di depannya dengn tak percaya.
"jangan bercanda Aqila mas serius,engk__"
"saya serius!.."
lagi-lagi Azmi merasa di timpa batu besar Sekarang, perasaannya sakit tak menentu,tapi dia mencoba agar tetap terlihat baik-baik saja di luar.
"apa alasannya?.."
"kita engk cocok!.."singkatnya dengn menatap Azmi serius.
"alasan macam apa itu!.."bantah Azmi tak terima.
__ADS_1
"saya serius Azmi!.."
kata-kata itu seperti bukan Aqila yang iya kenal, knp?..apa yang terjadi?.
"kamu bukan Aqila?.."
hanya di tanggapi senyuman membuat Azmi semakin bingung.
"jawab Aqila!!.."Azmi menggoncang bahu wanita di depannya ini yang hanya menatap dirinya datar,hal itu Azmi merasa istrinya kerasukan setan entah dari mana.
"tempatku bukan ini Gus,aku gk cocok di sini!.. kalian hanya akan bahaya,jadi lebih baik kita___"
belum menyelesaikan ucapannya Azmi langsung membungkam mulut berbisa itu dengn mulutnya,queen ingin melawan tapi sepertinya Azmi memiliki bela diri yang cukup tinggi membuat tak bisa bergerak bahkan dengn mudahnya Azmi menggotong dirinya seperti beras.
"apa yang kau lakukan!!.."
brukkk...
"sitttsss.."queen meringis karena di lempar ke kasur Bahkan dengn cepat Azmi membuka mukenanya langsung menindih nya.
"sial!.."batin queen melihat kemarahan Azmi yang sudah di luar kendalinya sendiri.
"kau ingin cerai?.. baiklah mungkin dengn ini kita akan selalu terikat dengn mempunyai anak..kau tak akan pergi"
suara berat tapi pelan seperti sebuah bisikan halus di telinganya membuat kini queen yang menegang.
"apa maksudnya?.."
"mas hentikan!..Gus!.."
suara queen sama sekali tak di dengar Azmi yang sudah seperti kerasukan setan sekarang,tangan sudah berkeliaran ingin membuka seluruh apa yang iya kenakan sekarang,kalau berteriak sekuat mungkin pun tak ada yang bisa mendengar karena kamar ini kedap suara.
"Azmi!!.."bentak queen dengn wajah yang memerah marah, berhasil membuat Azmi terdiam sejenak seolah pikiran jernihnya kembali lagi.
bug..
dengn cukup kuat queen menolak Azmi kesamping lalu masuk kekamar mandi dengn perasaan marah,merasa di lecehkan suami!..emng lucu.
brakkk..
__ADS_1
suara pintu yang di tutup kuat membuat Azmi terlonjat kaget,dia kembali sadar apa yang di lakukannya tadi.
"akhhh..bodoh kau Azmi!.."Azmi menjambak rambutnya frustasi, bisa-bisanya dia memprilakukan istrinya sepeti itu,tapi dia benar-benar tak terkendali tadi saat kata pisah itu membuat hatinya tiba-tiba sakit.