
brukkk!...
Akhhhhhhh...
semua mata langsung mengarah pada max yang sudah terlungkup dengan sebuah kaki menginjak punggungnya.
lagi-lagi Azmi di buat terkejut,dia menatap zien dan pria yang menginjak max,mereka?..
"jangan terkejut mereka itu kembar!.."Queen yang seolah tau apa yang di kejutkan Azmi, pasti nya karena tak melihat zaen tadi,klau melihat keduanya mungkin Azmi akan bingung yang mana zien yang sebenarnya.
"kau sangat lengah Queen!.."cetus zaen menginjak kuat punggung max yang berteriak kesakitan bahkan terdengar jelas sebuah bunyi tulang yang bergeser.
Queen tidak menjawab karena itu adalah kenyataan Karena selama ini dia tinggal di pesantren ini, hidup terasa lebih damai tanpa harus merasa waspada dan gelisah,tapi akibat ini juga dia menjadi berbahaya, seperti sekarang kalau tidak ada zaen yang mengetahui max yang tampak lemah tapi memiliki alat mematikan di bajunya,racun!..ya racun ,max hampir saja berhasil meracuni Queen yang lagi lengah dengan menggunakan sebuah jarum kecil yang sudah di beri racun.
"sudah sebaiknya kita pulang!.."ujar zien yang Tidak ingin mempermasalahkan ini.
"tidak bisa!.."Azmi langsung membantah secepat mungkin,Azmi tau kalau istrinya ini akan ikut dengan mereka.
Queen yang ingin berbicara pada Azmi tapi terhenti oleh zaen yang berbicara dengan sinis.,"siapa anda berani-beraninya menghentikan kami!..apakah anda tidak mengenal kami?.."
__ADS_1
Azmi tidak perduli mereka siapa yang terpenting istrinya tidak boleh ikut dengan mereka,banyak hal yang Azmi belum ketahui tentu Azmi harus mendengarkan dari mulut Queen langsung tentang kejadian ini.
"saya suaminya dan saya berhak atas istri saya.."ketegasan Azmi mengucapkan kata-kata yang membuat Queen tersentuh,tapi tidak zaen,Zia dan pitter yang terkejut bukan main mendengar itu.
ketiga orang itu menatap zien,Angela dan terakhir Queen,"bahkan kalian merahasiakan ini pada kami?.."
zaen adalah orang yang paling emosi di sini,dia kecewa pada mereka kenapa hal seperti ini dia tidak tau,jelas dia marah pada mereka,sama dengn Zia dan Pitter tapi mereka masih bisa berfikir tenang, mungkin saja ada sesuatu yang membuat mereka tidak memberi tahu dirinya,batinnya.
"hahaha,kalian semua tertipu oleh wanita yang cantik di luar tapi busuk di dalam!.."
keadaan yang memanas akibat zaen kini di buat semakin panas mendengar ucapan max yang kembali bersuara, walaupun keadaan sekarat dia masih bisa bertahan alias tidak pingsan sama sekali berbeda dengan Lioner yang sekali pukul langsung pingsan di tempat.
"saya beritahu ya pada kalian yang telah membantu wanita busuk ini!..."max menatap keluarga Azmi yang menatap penasaran,zien ingin menghentikan ucapan pria tua itu tapi Queen melarang dengan menggelengkan kepalanya.
seolah tau kode dari Queen zien hanya diam dengn menatap dingin Maximilian yang kini berbicara kembali.
"menantu kalian ini seorang mafia!..apakah kalian berfikir bahwa menantu yang kalian sayangi ini seorng pembunuh!.. jangan pernah bilang saya berbohong...uhuk..uhuk..,itu kenyataan,saya sendiri yang mengajarkan itu padanya..jadi saya tau gimana sifat aslinya,dia licik seperti rubah.."
untuk beberapa detik tidak ada yang bersuara apalagi kelurga Azmi yang terkejut bukan main,sama hal nya dengn Azmi yang menatap Queen tidak percaya bahkan reflek mundur beberapa langkah, melihat itu max menyeringai menyeramkan karena darah yang mengalir akibat dada nya yang sesak membuatnya terbatuk darah tadi.
__ADS_1
"apakah itu benar mbak?.."
Azim yang baru siuman juga mendengar itu semua,dia Bahkan melebarkan mulutnya sangking terkejutnya,siapa yang percaya coba seorang gadis kecil yang tampak lemah dan rapuh itu ternyata seorang mafia?..ini pasti mimpi.
Queen menarik nafasnya dalam-dalam, mungkin ini saat nya,batin Queen.dia menatap semua orang menatap dirinya menunggu jawaban darinya.
"iya saya adalah seorang mafia di Rusia,perkenalkan nama saya Queenna Aqila dan saya di rawat oleh mereka!.."
jedeerrrrr
pernyataan Queen membuat mereka terkejut,bahkan Abah sampai memegang dadanya yang terasa sesak saat ini,umma?..jangan di tanya dia menangis mendengar kenyataan ini,entah apa yang dia fikirkan saat ini, mendengar kata mafia membuat dirinya merasa telah membantu orang yang salah bahkan mereka menikahkan putra sulung mereka pada wanita itu.
bagi seorang ibu dia akan melakukan apapun yang terbaik untuk pasangan anaknya tapi ini?...entah lah umma tidak tau saat ini.
"maaf telah membohongi kalian!.."Queen menunduk kepalanya dengn tatapan kosong kebawah.
melihat sikap Queen seperti itu hampir saja pitter terjungkal kebelakang sangking terkejutnya,apakah di depan mereka ini seorang Queen yang mereka kenal?..atau dia kerasukan jin?..
"mafia!..Azmi?.."Abi menatap putranya itu dengn tatapan sulit di tebak.
__ADS_1
Azmi yang terdiam dari tadi membuat Queen putus asa dan seperti tak memiliki kesempatan kali ini untuk bersama mereka lagi,Queen memegang ujung hijabnya,dadanya sesak saat ini bahkan Queen yang tak pernah menangis kini seperti ingin menangis kuat,dia seorang pendosa,benar dia tidak pantas untuk bahagia walaupun sebentar.hijab!...hanya sebuah panjang saja tanpa bisa menghentikannya untuk berhenti melakukan hal yang dosa.
"ceraikan Azmi!.."suara umma yang tegas dengn memegang tangan anaknya mencoba meminta tanggapan,tapi Azmi seolah tidak mendengar itu dia malah menatap Queen dengn tatapan yang Queen sendiri tidak tau apa yang suaminya ini fikirkan.