
sepasang suami-istri itu menegang,ada rasa tidak percaya mengenai hal yang baru mereka berdua ketahui,seumur hidup baru kali ini mendapat kejadian yang rumit yang mereka alami,mereka berdua menatap serius dua orang yang berkrisma di depan mereka, wajah yang tampan dan cantik sangat mendominasi kan mereka yang sangat tampak berbeda dari mereka, walaupun menangis sakit saat ini tapi tak mengurangi kecantikan tersebut.
kedua suami istri itu mencoba mencerna apa yang di dengar saat ini,rasa tidak percaya lebih besar saat ini,dan kewaspadaan yang juga meningkatkan.
"saya tidak percaya!..Aqila tidak lah seperti itu!.."bantah abi Usman tegas,dan di angguki cepat oleh umma.
wanita bermodis cantik itu menghela nafas dengan berat dia bahkan menghapus air matanya yang dari tadi membanjiri pipi putih nya,dia menatap kedua orang itu dengn tatapan sendu lalu beralih pada suaminya yang di sampingnya.
"sayang!..hiks..bahkan Qila kita tidak mengakui kita sebagai orang tua!..apakah dia masih marah sama mommy karena ingin menikahkan nya dengn Jakson?...tapi apa dia kini malah menikah Tampa persetujuan kita,sebagai seorang ibu tentu saja sakit sekali, berarti mommy kurang becus merawat nya .."air mata semakin deras di memeluk tangan kekar suaminya yang membelai istrinya dengn rasa sakit.
"saya sebagai Daddy Qila merasa tidak becus juga mom,jangan salah kan mommy ini salah Daddy yang selalu memanjakannya selama ini,."max memeluk istrinya erat seolah memberikan kekuatan pada istrinya yang tampak rapuh ini.
"tidak dad ini salah mom!..ini salah mom!.."lioner nama istri Maximilian memukul suaminya dengn berteriak histeris.
"sayang jangan seperti ini!..,mana obat nya!..mom tidak membuang nya kan?.."dengn tatapan menyelidiki.
__ADS_1
"mom tidak gila dad,..mom sehat!..ngapain minum obat!..mom hanya ingin bertemu Qila anak mommy yg paling mommy sayang,tolong dad.. mommy kangen sama Qila..dia anak mommy!..dia kesayangan mommy tapi dia pergi!.. hiks..dia pergi!..ini salah mommy ini salah mommy!.."max mencegah istrinya yang ingin mencelakakan diri sendiri,ia bahkan memeluk erat tubuh istrinya ini agar tidak melukai dirinya atau orang lain.
Abi dan umma yang melihat itu tentu saja tidak lah tega,bahkan umma sebagai seorang ibu juga sampai menitik kan air matanya,klau sampai ini benar maka Qila menantu mereka sudah sangat kelewatan, terbesit rasa marah dalam hati umma,umma adalah orang yang baik ramah dan juga gampang untuk percaya kepada orang-orang yang sangat pandai memainkan peran,Abi pun sama rasanya juga tidak tega melihat betapa menderitanya mereka saat ingin menemui anak semata wayang yang kabur.
"apakah kalian benar orang tua qila!..klau iya maka buktikan!.."ini merupakan hal yang patut untuk di tanyakan,dia kasihan pada mereka tapi waspada tetap lah ada,Abi Usman bukan seorang pria yang hanya mengangguk dan setuju pada seseorang yang asing tiba-tiba ingin menjumpai menantu baiknya itu.
"cepat dad,kasih bukti pada mereka klau kita orang tua Qila!.."desak lioner dengn menggoncang tubuh besar max dengn tidak sabaran,prilaku Lioner memang seperti ibu yang sangat-sangat merindukan seorang anak yang dia Sayang,umma bahkan menyenggol Abi dengn tatapan seolah percaya saja,dan telpon anak dan menantunya untuk pulang..ya kira-kira seperti itu,tapi Abi mencoba menghiraukan tatapan istrinya ini,dan mencoba fokus pada bukti mereka.
max merogoh kantung jas nya dan mengambil sebuah foto yang tampak sedikit lusuh itu,tapi gambar nya masihlah bersih,max menyodorkan itu pada kedua orang yang juga penasaran akan bukti nya hal itu Tampa mereka berdua sadari max dan lioner saling pandang dengn senyum tak bisa di artikan.
"Abi seperti mereka benar orang tua Qila,."gumam umma pelan dengn nada sedikit marah dia berkata,.."klau benar apa yang di cerita kan mereka berarti kita sama saja merebut dia dari calon suaminya yang di sana!..,"
Abi hanya menatap lekat foto itu tanpa mendengarkan nada istrinya yang sudah mulai kesal.
"apakah tidak ada yang lain sebelum saya mempertemukan kalian dengn menantu saya?..maaf bukan lancang tapi saya hanya ingin melindungi menantu saya dari bahaya yang tidak di inginkan!.."suara tegas Abi membuat max mengeluarkan hp yang anak buahnya rancang khusus untuk nya,Tampa ada satu orang pun yang memiliki selain dirinya.
__ADS_1
"hanya ini yang saya punya,semoga tuan dan nyonya memperhatikan lebih baik lagi!..saya tidak bisa seperti ini terus karena kondisi istri saya yang tidak akan setabil bila tak menemukan anak semata wayang kami,.."tutur max dengn perasaan sedih,hal itu membuat Abi yang tadi nya tegas dan masih mempertahankan pendapatnya kini mulai tersentuh.
"benar bi ini Qila menantu kita!.."suara umma tak lagi kecil tapi kini suara yang marah,Abi Usman juga tak bisa mengelak lagi klau sudah Vidio yang di putar,suara yang Persis sama dengan menantunya itu, terlihat sekali klau menantu nya ini sangat di manja di vidio tersebut.
"Qila kamu keterlaluan!.."
"gimana?.."tanya max yang tersenyum licik tanpa mereka lihat,betapa senangnya menipu orang-orang bodoh seperti mereka.
"saya akan menelepon anak saya untuk pulang,tapi apakah kalian akan membawa Aqila pergi dari sini?..dia masih lah istri dari anak saya!.."ujar Abi menatap mereka berdua.
"ya saya akan membawa anak saya tuan Usman tapi klau masalah anak anda,..."ucapan max di potong cepat oleh Lioner yang berkata dengn sendu.
"maaf untuk tuan dan nyonya,kami sangat berterima kasih atas perlindungan dan prilaku anak kami itu yang kadang seenaknya pada orang lain.."Abi Usman ingin membantah perkataan lioner yang menurut nya terlalu menjelekkan anak sendiri dan sesuai kenyataan menantunya tidak lah seperti itu.
"tapi kami akan meminta anak anda menceraikan anak kami, sungguh ini adalah nyata tuan dan nyonya ada seseorang yang menunggu nya dari dulu hingga sekarang,bahkan keadaannya sekarang seperti orang tak terurus karena mendengar orng yang dia cintai pergi meninggalkan dirinya dan kami dalam waktu yang cukup lama!..."lioner kembali berkata dengn cepat sebelum ucapannya di potong oleh Abi Usman,dia menangis tersendu-sendu saat ini dengn memeluknya tubuh max kembali tapi senyum licik nya sangat jelas di balik tubuh besar suaminya tampa orang-orang bodoh itu mengetahuinya.
__ADS_1
"licik!.."