Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
92


__ADS_3

"mau ke mana?.."


queenna yang baru saja akan membuka pintu tapi langsung berhenti mendengar pertanyaan umma,dengan cengiran tak jelas Queenna berbalik dan memperlihatkan umma yang menatapnya dengan membawa beberapa buku di tangannya dan tak lupa dengan pakaian rapi.


"keluar bentar ma,.."jawab Queenna seadanya.


umma menghela nafas,dia tau Queenna pasti tidak betah berada dalam rumah beberapa hari ini tanpa keluar sama sekali,itu perintah Azmi sendiri,entah apa yang di takutkan nya hingga Azmi meminta umma mengawasi Queenna.


"boleh keluar tapi jangan lama-lama!.."pesan umma tak ingin Queenna menjadi tertekan karena mereka.


Queenna sontak langsung berteriak seneng mendengar izin itu, padahal tadi niatnya keluar diam-diam melihat suasana di luar tapi kalau umma sendiri yang bilang boleh,wah Queenna mah seneng banget.


"tapi ganti pakaian dulu.."


Queenna memperhatikan pakaiannya yang biasa saja menurutnya tidak ada yang salah tapi kenapa dia disuruh ganti baju?


"kenapa dengan pakaiannya ma?.."Queenna yang tak tahu hanya menyerngitkan dahi tak paham.

__ADS_1


"baju lengan pendek,celana ketat,tidak pakai hijab itu tidak sopan nak,kalau Azmi tau dia semakin melarang kamu untuk keluar!.."


queenna tercengang mendengar nya begini saja sudah tidak sopan?,dalam hatiku Queenna hanya bisa meringis mungkin ini yang dirasakan queen waktu itu.


setelah mengganti memakai pakaian sopan, Queenna bergegas keluar dari rumah Abi,dia tak melihat umma setelah nya karena tau umma lagi rapat bersama ustadz dan ustadzah lainya,kalau Abi dan Azmi ke perusahaan,entah apa yang membuat mereka tergesa-gesa ke perusahaan tadi pagi, Queenna sendiri mah tak ingin pusing memikirkan mereka,dia masih kesel karena baru hari ini dia di kasih keluar,itu pun sama umma kalau sama Azmi?.. Queenna kurang yakin.


"huh gara-gara pria bermulut cabe itu,gue jadi lambat ngeceknya!.."kesel Queenna sepanjang jalan,ia menuju tempat di mana dia merasa ada orang waktu itu,rencananya ia akan memeriksa besoknya tapi malah tidak di izinkan keluar,sedang saat malam Azmi mengawasinya,dasar sialan kan!..huh..berasa tawanan.


Queenna melihat sekeliling di sekitar pagar batu itu, tidak ada yang aneh memang apalagi beberapa hari ini terlihat aman-aman aja,tapi kenapa dia merasa ada orang yang berada di sana, Queenna sangat yakin dia memiliki niat buruk.


"gak mungkin kan musuh Queen?.."Queenna memikirkan musuh-musuh queen selama ini,tapi musuh paling utama tidak ada selain keluarga angkatnya itu.


"udah di neraka belum ya?."pertanyaan konyol keluar dari mulut Queenna.


"tapi mati terlalu mudah bagi mereka,huh..pengen gue siksa mereka kek mereka siksa Queen dan gue waktu itu..."


"arrrggghhh!..jangan ingat,jangan ingat!."Queenna menggelengkan kepalanya cepat,dia benar-benar tak ingin mengingatkan masa lalu.

__ADS_1


"Queen Lo di mana?.."


queenna yang tidak mendapatkan apapun di sana kini dia berjalan dengan tatapan kosong,dia merasa kalau Queen seperti tak ada di dalam tubuh ini, seperti ada yang hilang.


"awaasss!!.."


suara teriakan membuat Queen tersadar akan lamunan kini menatap bola yang melayang padanya, sehingga dai reflek mengelak dengan cepat tapi karena dia memakai rok tanpa sengaja membuat di menginjak rok nya sendiri membuatnya terhuyung ke depan, Queenna sudah pasrah bila dia jatuh, memejamkan matanya dengan memaki rok sialan.


beberapa saat Queenna tidak merasakan sakitnya terbentuk tanah,saat membuka mata dia merasa ada yang memegangnya, hal itu membuat Queenna dengan cepat berdiri dan menatap siapa yang membantunya.


mata Queenna berbinar-binar,namun dia berdehem dengan malu-malu.


"terima kasih!.."dengan memamerkan senyum manisnya,ingin sekali Queenna berteriak saat ini sangking seneng nya,siapa yang tidak seneng coba bila tiba-tiba kang santri nolongin dia,rugi rasanya Queenna cepat-cepat melepaskan pelukannya kang santri ini,gila ganteng woyy, walaupun gantengnya Azmi tapi bagi Queenna Azmi kalah talak, mungkin karena masih kesel dengn pria itu.


"maaf saya lancang Ning!.."santri putra itu hanya reflek tadi,karena dia paling dekat dengan Queenna saat berjalan tadi,kini dia menundukan kepalanya menyesal,menyesal karena telah menyentuh istri Gus dia,bisa kena hukum kalau sampai tau, membayangkan wajah Gus nya itu membuat santri putra itu ketakutan.


"enggak papa kok, harusnya gu..Hem saya yang berterimakasih!..gak papa!.."

__ADS_1


Queenna menepuk bahu santri itu dengan wajah senang.


"waw!.. bahunya sangat keras,apa perutnya kek roti panggang?.."


__ADS_2