Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
69


__ADS_3

"kakak apakah belum ada perkembangan?.."


"nak kenapa lama sekali mencarinya?.."


"kak kita harus cepat agar rasa bersalah ini hilang!.."


"azmi..."


"kak.."


"nak,knp ..."


"kakak!.."


"aggrrrhhhh!..."teriakan Azmi yang frustasi langsung menghentikan ocehan dari keluarganya yang tidak berhenti-henti mendesaknya.


"azmi belum mendapatkan apapun!..tolong jangan ganggu Azmi!.."Azmi mencoba sabar agar emosinya tidak meluap kepada keluarganya,di sini bukan mereka saja yang ingin tau dan ingin bertemu dengan Qila tapi dirinya,sebagai suami tentu dia yang paling ingin,tapi ocehan mereka sungguh membuat Azmi gagal fokus sekarang.


"maaf!!.."kompak ibu dan anak itu,sedangkan Abi yang tadi berfokus pada perusahaan tentu juga mendengar apa yang mereka lakukan, hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


Azmi tidak menjawab tapi dia kini berfokus pada leptopnya kembali,dia sedang mencari di mana titik Queen lalui saat itu,sudah seminggu lebih tentu akan sulit mengubunginya,sedangkan nomor istrinya itu sama sekali tidak aktif membuatnya kehilangan arah, tidak mungkin kan dia Pergi ke negara asal istrinya yang luas itu?..Azmi merasa akan gila memikirkan ini.


"Azmi bukan kah kita menjalin hubungan dengan Queen.Dra grup?..,"


ucapan Abi membuat Azmi mengehentikan tangannya yang asik menari di keyboardnya.


"lalu?.."


Abi menghela nafas sepertinya anaknya ini belum paham,"tuan zien adalah orang penting di perusahaan itu,dia mengenal Qila, mungkin kah..."


Abi tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Azmi yang sudah mulai paham dengan arahnya.


"ha!..kenapa aku tidak kepikiran kesana!.."Azmi langsung bergegas menelepon tuan zien itu, tergesa-gesanya Azmi membuat azim dan umma bingung karena mereka tidak tau apa yang mereka bahas.


Azmi berulang kali menelepon tapi tetap tidak aktif membuatnya kesal, padahal tadi dia sudah berharap akan mendapatkan informasi pada zien dan Angela tapi sepertinya dia gagal.

__ADS_1


Azmi melihat ke arah Abi yang bertanya dengn raut wajah,Azmi hanya menjawab dengn geleng-geleng lemah, setelah kepergian istrinya itu Azmi merasa dia bernafsu makan membuat jadi lemas, tujuannya dirinya itu satu hanya ingin membawa istrinya pulang bersamanya,tapi kenapa harapan itu sangat susah dia gapai.


"Abi!.."panggil Azmi dengn nada semangat kembali,dia merasa ide ini akan membuatnya mendapatkan harapan walaupun kecil.


.


di perusahaan yang besar dengan keadaan yang ramai seperti biasa,banyak pekerjaan lalu lalang dengn membawa berkas di tangannya, perusahaan yang berjalan dengan lancar dengn gedung pencakar langit itu sangat indah bila melihatnya dari bawah maupun atas.


seorang wanita dengn pakaian formal yang cukup seksi kini duduk di resepsionis dengan tersenyum pada kolegan-kolegan perusahaan ini,tapi suara dering telepon membuatnya mengalihkan pandangannya ke telpon perusahan.


"hallo di sini perusahaan Queen.Dar grup,ada yang bisa saya bantu?.."wanita itu berbicara dengan bahasa Inggris setelah mengangkat telponnya.


"iya,apakah tuan zien ada di perusahaan?.."


"maaf tuan, tuan zien tidak ada saat ini,apakah anda sudah membuat janji?..dan dari perusahaan mana?.."sopan wanita itu.


"saya Azmi Alistair tirgantara dari perusahaan tirgantara, Indonesia,saya belum membuat janji tapi ada sesuatu yang ingin saya bahas pada tuan zien!.."


ternyata dia Azmi yang menelepon ke perusahaan Queen.dar,nama perusahaan itu di ambil dengn nama Queen, sedangkan dar itu merupakan awal nama mafia mereka darkness, perusahaan ini bukan hanya Queen yang membuat tapi anggota utama darkness ikut serta di dalamnya.


"kalau boleh tau di mana dia?..,saya ada urusan penting dengan,.."ujar Azmi dari sebrang sana sedikit memaksa.


"maaf sekali tuan,saya tidak tau tuan zien di mana, beliau terakhir datang dua Minggu yang lalu,..saat ini pengganti beliau saja yang datang!.."wanita itu menjelaskan dengn perlahan,dia tau orang yang meneleponnya pasti orang yang penting juga dalam perusahaan besar ini,dia tidak ingin mencari masalah karena ketidak sopanannya yang membuatnya akan rugi nanti.


perusahaan Queen.dar grup merupakan perusahaan yang ketat dalam apapun,salah sedikit tidak ada toleransi bagi mereka yang berkerja di sini,bahkan orang yang ingin berkhianat saja mungkin akan mikir-mikir terlebih dahulu,atau mungkin saja dia akan hancur saat itu juga,bukan hanya diri sendiri yang kena melainkan satu keluarga itu,jadi jangan main-main dengn perusahaan ini yang di pimpin oleh tuan zien,semua orang sangat menghormatinya.


di belahan Dunia lain


satu keluarga tirgantara kini mengumpulkan dengan sebuah handphone di letak di meja,semua perbincangan Azmi dengan seorang wanita di perusahaan itu terdengar jelas oleh mereka.


"HM apakah tuan zien merupakan atasan utama di perusahaan itu?.."Azmi mengatakan itu dengn ragu,dalam hati dia berdetak kencang saat ini.


Azmi melihat keluarganya yang juga penasaran akan hal ini.


"bukan tuan,tuan zien hanya sebagai tangan kanan saja!.."suara wanita itu terdengar kembali.

__ADS_1


"jadi siapa CEO di sana?.."


Azmi bertanya dengan penasaran walaupun dalam hati sudah menebak siapa orngnya,karena nama awal perusahaan itu jelas dia tau,tapi karena ingin memastikan bahwa ini beneran atau tidak.


"hallo!.."


Azmi merasa heran kenapa berubah menjadi senyap begitu juga dengan keluarga Azmi,di lihat panggil masih berhubungan.


"ehem..HM.."


Suara wanita itu terdengar grogi bagi mereka hal itu semakin terkesan aneh.


"hallo..apakah nona masih di sana?"panggil azmi lagi.


"eh..maaf tuan..maaf,begini..."suara wanita itu semakin mengecil,tentu perubahan itu di tangkap oleh mereka.


mereka saling pandang heran sekaligus penasaran.


"maaf tuan,saya hanya sedikit takut saja ada yang mendengar, atasan utama saat itu lumayan menyeramkan tuan jadi saya sedikit takut.."ujar wanita itu.


"menyeramkan!.."kompak mereka bersama.


"eh maaf tuan,bukan-bukan menyeramkan tapi cantik juga.. aduh gimana ya!.."celoteh wanita di sana membuat keluarga Azmi semakin di buat bingung.


"apakah dia seorang wanita?.."tanya Azmi sangat penasaran sekali.


"ya benar di seorang wanita tuan,anda mungkin tidak mengenalnya tapi di usaha sebaiknya tidak usah tuan,tuan zien saja sudah cukup mengerikan apalagi atasan kami!.."


kenapa wanita seperti bercerita dengan berbelit-belit!


"siapa namanya?.."tanya Azmi.


"itu..itu..Hem.."


"Queenna Aqila!!..."

__ADS_1


akkkhggghhh!!...


__ADS_2