Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
89


__ADS_3

air mata hanan langsung mengalir dengan deras mendengar ucapan Ryu, iya menggelengkan kepalanya kuat dan memeluk putra sulung nya dengan erat.


"harusnya bunda yang bilang seperti itu ini salah bunda hingga putra-putra kesayangan bunda jadi seperti ini"hanan tidak bisa menahan tangisnya, hatinya sakit melihat kedua putranya yang malah merasa bersalah walaupun keadaan mereka masih sakit.


dario menangis juga melihatnya dia mengelus kepala daffa dengan sayang, daffa juga tak tahu cara menenangkan kedua orang tuanya jadi dia pun ikut menangis.mereka menangis tanpa malu dengan usia mereka masing-masing yang dipikirkan mereka hanya ingin melampiaskan rasa sesak dalam hati yang sudah lama bersarang.


tiba-tiba suara ketukan membuat mereka semua menatap pintu ruang rawat itu.


"kalian!!.."saat dario membuka pintu dia menatap dengan kaget.


...


malam yang dingin,angin yang berhembus pelan membuat dedaunan terjatuh mengikuti angin yang berhembus dengan santai seakan terbawa suasana yang temerang di malam ini.


"hih!, malam ini agak berbeda ya?.."tanya penjaga gerbang pada temannya yang asyik meminum kopi dan bercerita.


"lumayanlah, dingin cok!.. pengen di peluk bini"jawab penjaga dua dengan melingkar tangannya ke depan seolah memeluk.

__ADS_1


"idih!..,laku aja kagak sok-sokan mau peluk bini, bini pak lurah sono minta satu!"sarkah penjaga tiga dengan diikuti tawa mereka semua.


"cih!..lihat aja nanti kalau saya punya bini banyak jangan iri,..ku doain juga kalian enggak laku-laku deh biar tau rasa!.."penjaga 2 bersengut kesal pada mereka,dengan meminum kopi satu gelas dengan sekali tengukan sampai habis karena kesel.


bukannya marah atau tersinggung dengan ucapan temennya itu tapi mereka malah tertawa terbahak-bahak.


"suara kalian!!.."


seketika mereka langsung terdiam saat mendapatkan teguran dari teman mereka yang baru datang karena habis berkeliling untuk menjaga keamanan pesantren.


"iya elah bro, santai napa, kita juga butuh hiburan! biar kagak ngantuk!.."penjaga tiga menatap temannya dengan malas.


kini mereka tidak berisik lagi namun kini wajah mereka terlihat sangat serius.


"yang bener?.."tanya penasaran mereka kompak.


"ya!.. sepertinya ada seseorang selain kita,hubungi yang lain untuk mempercepat keamanan!.."ujar penjaga itu dengan serius,dia baru saja menceritakan bahwa saat dia berjalan mengelilingi pesantren dia merasa ada seseorang yang mengikutinya tapi saat dilihat kembali tidak ada, hal itu membuat dia memberitahu seluruh penjaga untuk waspada.

__ADS_1


"bukan mbak Kun kan yang mengikutimu rix?.."penjaga dua pertanyaan dengan nada bercanda.


Erix menatap pria itu tajam,bahkan seperti ini dia masih dapat bercanda,ingin mengatakan sesuatu namun terhenti karena mendengar suara yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.


"hihihi..."


"apa tuh!.."penjaga dua langsung menegang mendengar suara cekikikan yang pelan namun membuat dia ketakutan.


"hayoo! mbak kun kun nggak?.. datang dia hahaha.."penjaga satu yang tidak takut soal mistis seperti ini jadi dia santai.


"hihihi..."sekali lagi mereka mendengarnya, namun kini suara lebih dekat dan jelas.


semua orang mencari asal suara dan kini mata mereka tertuju pada pagar batu itu yang lumayan tinggi. seketika mata mereka membelalak saat apa yang mereka lihat.


"i..i..itu ku..ku..ku.. ku.."


bruk!

__ADS_1


seketika penjaga dua pingsan di sebelah teman-temannya.sedangkan yang lain kaget tapi langsung ingin menangkap makhluk putih itu namun saat mendekat tiba-tiba makhluk itu seakan melempar sesuatu hingga membuat mata mereka pedih.


Erix yang pertama bisa menetralkan penglihatan kini menatap atas pagar yang kosong. dia yakin itu bukan hantu, mana anda hantu seperti itu?..,namun siapa dia dan mengapa dini hari seperti ini menggunakan busana putih longgar dan rambut terurai panjang,namun wajahnya terlihat banyak darah bahkan bau amis juga terasa, jadi bingung ini hantu atau ada orang yang iseng.


__ADS_2