Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
82


__ADS_3

"cepattttt!.."


"Qil...ehem, Queenna bisa gak sih kalau minta sesuatu yang bergizi!.. jangan Sampek nanti istriku sudah kembali tubuhnya jadi rusak karena mu!.."Azmi berulang kali memijit pelipisnya yang pusing.


"Lo jadi cowok cerewet ya?..kenapa gak sama kayak si Queen itu aja, tenang dan diam,..."balas Queenna yang tidak mau kalah,dan hanya di balas helaan nafas Azmi yang menyesal telah berjanji akan menuruti apapun kemauan Queenna agar tidak bunuh diri,wkwk,ngeri ancaman Queenna.


"kalau minta sesuatu yang bermanfaat!. jangan nyusahin orang!.."


seketika dua orang itu mengalihkan pandangannya pada zien yang baru masuk bersama Angela dan zaen.tatapan Queenna langsung berubah sinis pada mereka, walaupun dia akrab dengan zaen sebelumnya tapi karena di resto tadi membuat Queenna jadi males bertemu dia.


"kalian ngapain di sini?.."


mereka sama sekali tidak menjawab melainkan duduk di antara bangku yang kosong membuat Queenna berkali-kali berkata sabar dalam hati agar tidak langsung menguliti mereka.


"kami hanya ingin berbicara dengan kalian sebentar!.."


"telat" ketus Queenna membalas ucapan zaen benar-benar tidak mood berada di sini lagi,dia ingin beranjak dari tempat itu tapi suara Angela membuat Queenna seakan ingin membunuhnya saat ini.

__ADS_1


"pergilah, berarti kau tidak ingin mendengar apa yang kami sampaikan, mungkin yang kau bisa hanya membuat onar tanpa mencari solusi!.."


"berhenti bersikap kekanak-kanakan!.. kalian!.."Azmi menunjuk kearah mereka bertiga dengan tatapan tajam,"bisa gak sih berbicara sopan!.. kalau kalian sopan Queenna pasti sopan pada kalian,jangan bersikap seolah-olah dia itu musuh!.."


mereka terdiam seketika, memang mereka tidak suka Queenna karena selalu berbuat sesuka hati,tanpa tau kalau Queenna itu hanya ingin bermain seperti anak yang tidak senang saat kecil,tapi hal itu lah membuat mereka risih dan sering kali berbicara ketus.


"dan kamu Queenna!..kamu pasti udah dewasa dan mengerti yang mana baik dan buruk nya, kata-kata mu juga harus di jaga,coba lah memperbaiki diri dan bersosialisasi dengan baik pada orang sekitar!.."


ucapan Azmi membuat mereka semua tidak bisa berkata-kata termasuk Queenna yang sudah di juluki pembangkang oleh mereka tapi kini seolah ada jin baik dalam dirinya membuat dia sedikit sadar.


"aku hanya ingin bersenang-senang!..apa kah enggak boleh?.."jawab pelan Queenna dengan lirih.


brakkk!..


"aku tau aku salah aku tauuuu!!!...hah..hah..hah...iya aku salah,maaf untuk selama ini,maaf.."teriak Queenna membuat mereka kaget, berkali-kali Queenna memukul dadanya yang sesak,air matanya juga tiba-tiba mengalir begitu saja.


semua orang tertekun melihat Queenna menangis?...apakah hari kau kiamat?.. seorang pembuat onar meminta maaf?..sangat tidak pernah di percaya oleh mereka apalagi mereka bertiga.

__ADS_1


"aku hanya ingin bersenang-senang saja, kalian tidak pernah berada di posisi ku,hanya seperti parasit yang tidak berguna di tubuh orang lain!..sakit!..jelas kalian tidak pernah merasakan itu,aku melakukan itu karena aku ingin jadi seperti kalian..hiks..hiks,ingin bebas punya raga sendiri, walaupun aku sadar itu tidak bisa!..aku hanya..hanya..."Queenna tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya,itu merupakan ungkapan dirinya betapa dia ingin tubuh milik sendiri tidak seperti ini, Queenna juga sadar ketidak hadiran Queen yang tiba-tiba hilang dalam dirinya itu seperti pertanda Queen mengizinkan dirinya menggunakan tubuh Queen,dia juga merasa dia sudah tidak lama lagi setelah ini,hanya firasatnya tapi terkadang itu nyata.


"apa kita selama ini keterlaluan?.."Angela langsung sadar bahwa jadi Queenna tidaklah mudah,dia memang ceria dan selalu menyusahkan mereka tapi melihat Queenna menangis seperti tadi membuat hati Angela merasa bersalah karena dia merasa seperti orang jahat yang selalu berucap pedas pada Queenna, memang Queenna membalasnya juga membuat Angela merasa itu biasa saja,tapi saat ini?...rasa bersalah menyelimuti mereka,hanya bisa menatap pintu yang tertutup dengan tatapan kosong.


"lebih baik kalian minta maaf!..dan di perbaiki hubungan dengannya..."Azmi tidak terlalu ingin mencampuri urusan mereka hanya memberi jalan untuk mereka memperbaiki hubungan dengan Queenna.


"ehem!..kami akan pulang!.."zien mencoba mengalih pembicaraan,soal Queenna nanti zien akan urus.


"ke negara kalian?.."langsung di angguki mereka,"baiklah,tapi tidak dengan Qila!..ehm Queenna!.."Azmi memperbaiki ucapannya walaupun benar Queenna tetap lah istri.


"tidak bisa!..kami tetap akan membawanya, orang tuanya lagi menunggu di sana!.."zaen langsung menolak ucapan Azmi dengan tegas.


"aku enggak setuju!..dia masih istri ku,aku berhak atas nya!.."Azmi juga menolak ucapan zaen.


zaen ingin membalas ucapan Azmi tapi


terpotong oleh ucapan zien,"ya, untuk sementara Queenna bisa di sini setelah Queen kembali!.."lagi-lagi zaen ingin protes tapi hanya bisa tersangkut dalam tenggorokan karena tatapan zien membuat zaen terdiam.

__ADS_1


"sial sekali!.."


__ADS_2