Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
97


__ADS_3

"hiks!..hiks!..i_ini be_benarkan,anak bunda!..ayah!..ini anak kita!..abng liat!..adek kalian!..bukannya kalian ingin berjumpa dengannya!..ayok sini peluk!.."


brukk!..


"bunda!!!.."teriak mereka terkejut.


"dokter!..dokter!.."


seketika ruangan yang tadinya sedih dan terharu,kini menjadi khawatir plus takut.


kedatangan orang tua Queen memang mengejutkan, apalagi anggota inti darkness juga datang, membuat ruangan rawat Azmi menjadi ramai, pertamanya mereka tak mengenal tapi mendengar zien menjelaskan semuanya membuat mereka tak khawatir lagi.


tapi siapa sangka ibu mertuanya atau di sebut bunda Hannan malah pingsan akibat terlalu senang bisa bertemu anaknya,bunda hannan terlalu Senang namun juga sedih melihat kondisi Queen yang tak sadar, membuat bunda langsung ambruk begitu saja.


"tidak papa!..hanya kelelahan dan terlalu banyak berfikir!.., sebaiknya di perhatikan lagi makanannya,dan jangan telat!.."


mereka semua menghela nafas lega karena tidak ada yang serius terjadi,Ryu menatap bundanya sebentar lalu beralih pada adeknya yang baru pertama kali iya temui namun harus dalam keadaan seperti ini, membuat mereka jadi sedih.


"terimakasih!.."Ryu menunduk sedikit badannya pada keluarga Azmi,ya mereka memang memilih untuk satu ruangan dengan mereka, ruangan ini besar tentu cukup untuk mereka semua.


"sudah tugas saya sebagai suami Qila,kakak ipar!.."Azmi tau siapa di depannya pun menghormati balik walaupun tidak bisa turun dan bersalaman dengan baik.


Ryu tersenyum, ternyata adeknya pandai mencari pasangan,Ryu bisa melihat dengan sekilas bahwa pria yang di depannya ini seumuran dengan,namun aura tegas dan wibawanya tak hilang walaupun dia lagi terbaring di atas ranjang,dia juga tampan,adeknya memang pintar mencari pasangan.


seandainya Ryu dan keluarganya tau awal mulanya mereka menikah itu karena apa, pasti tidak menyangka sama sekali.


"dek bangun!.."


Azmi membiarkan Ryu yang memeluk istrinya itu,dia tau mereka pasti sangat merindukan Queen selama ini.


"sayang bangun!..,liat lah keluarga kamu udah kumpul!.."batin Azmi sendu,ada rasa takut Azmi kalau Queen tidak kembali, melainkan Queenna lagi.


....

__ADS_1


"kenapa aneh sekali,bukan kah kejadian itu membuat Azmi lebih parah,kenapa Queen yang lama sadarnya?.."


pitter bertanya dengan heran,dia seorang dokter terkenal dengan berbagai penyakit namun ciri-ciri penyakit Queen mereka ini sungguh aneh.lebih tepatnya tidak memiliki penyakit parah apapun namun jiwanya seakan tak ada di dalam tubuhnya.


"tidak punya penyakit parahkan?.."Daffa takut adek yang baru mereka temukan ini tak ingin melihat mereka.


"tidak ada!.."


semua orang terdiam dengan pandangan sesekali mengarah pada Azmi dan Queen yang berbaring dalam satu ranjang,sedangkan sebelahnya ada bunda Hannan yang lagi tertidur dengan tenang.


"hidup dan mati ada di tangan mereka!.."


mereka semua yang lagi berfikir tentang kejadian aneh ini,kini malah menatap Abah umar dengan penasaran.


bisa-bisanya Abah bilang hidup dan mati ada di tangan mereka?.. bukannya hidup dan mati di tangan Tuhan ya?


"tepat tengah malam adalah hari ulang tahun ke 20 kan?.."Abah Umar tak menghiraukan tatapan mereka,dia malah santai dengan meminum kopi yang di meja.


"dari mana anda tau!.."Zain langsung melempar tatapan tajam pada pria tua itu.


"maksudnya!!.."bukan hanya satu atau dua orang yang tidak mengerti,namun semua orang yang ada di ruangan itu bertanya dengan kompak.


Abah Umar menghela nafas panjang, sungguh mereka ini lemot sekali,apa jaringan di sini lagi eror ya!..canda!


"kalian tau kan dia punya di jiwa?.."tanya Abah umar dengan perlahan.


"iya!.. enggak!.."


seketika abah Umar menepuk dahinya sendiri, dengan menarik nafas panjang panjang,berasa sebentar lagi oksigen dalam ruangan ini sudah habis dia kuras.


....


tidak memiliki ruangan,namun hanya di hiasi warna putih di sekeliling, seperti di galaksi namun bukan!.. suasana hening dengan di antara dua orang yang saling berhadapan dengan raut wajah yang bingung, penasaran dan takut.

__ADS_1


"gue enggak nyangka kita bakal ketemu lagi!.."walaupun bingung dengan situasi sekarang ini namun dia menepisnya cepat karena ada hal yang lebih penting dari hanya sekedar bingung.


"hm!.."


"iss!..Lo ya Queen enggak berubah juga!.. padahal udah lama enggak...eh kemana aja Lo selama ini!.. gara-gara Lo gue hampir mati njirrr!..Lo enggak tau kan rasanya kena bom!.ya ampun berasa mau meledak juga!.."


Queen menatap Queenna dengan datar,memang mahluk satu ini enggak tau tempat kalau udah nyerocos.


"lupakan itu!.."datar Queen.


"eh!..mana bisa woyy!..gue mau mati kok langsung di lupakan!..gue trauma jirr!..soalnya mau mati!.."lebay Queenna dengan memegang dadanya, seperti istri yang tersakiti aja!.


"kau bahagia?.."


"ha?.. maksudnya gimana!..kalau ngomong tu jangan singkat-singkat,tuhan ciptain mulut tu untuk bicara jelas!.."jelas Queenna serius,loh kok ceramah?.


Queen menatap jengah Queenna,"apakah selama aku tidak ada,kau bahagia?.."dengan sengaja menekankan setiap katanya.


"oh begono!..bilang dong!..,"Queenna mengangguk paham,lalu berfikir sebentar."bahagia sih!..lumayan juga lah!.."


"masih ingin lagi?.."


Queenna menatap menyelidiki Queen, seperti ada yang aneh dengan pertanyaan itu.


"kau mau hidup dengan tubuh ku?..tanpa harus seperti ini?.."


mata Queenna membelalak kaget,"maksudnya?.."


"salah satu dari kita harus pergi!.."ucapan Queen seperti air yang tenang.


"pilih lah,aku akan ikut aja!..kau atau aku yang pergi!.."ucap Queen lagi.


tatapan Queenna menari-nari seolah berfikir keras saat ini.

__ADS_1


"gue....."


__ADS_2