Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
41


__ADS_3

"ughh..sttttt,!."rasa sakit hampir di seluruh tubuhnya yang kaku,dengan pandangan lemah dia melihat sekeliling yang senyi tpi tau klau ini kamarnya.


"apa yang terjadi?.."


kini sebuah gambar ingatan muncul begitu saja di otaknya,"mereka siapa?.dan gimana dengn kedua orang itu!.."semakin di fikir semakin pusing,tapi kedua teman kerjanya itu pasti sudah mengatasi pria-pria itu, entah hidup atau mati dia engk tau itu.


"mas udh bangun?.."


pandangan Azmi langsung terarah pada sosok wanita kecil yang sempat bertengkar dengannya,queen baru masuk dengn sebuah nampan yang berisi bubur dan air minum,ia letaknya di acara meja baru memeriksa luka Azmi yang masih Dalam keadaan duduk menatap dirinya.


"apa yang sakit?.."


Azmi lagi melamun seketika langsung Sadar mendengar suara halus dari istrinya yang seperti tak menganggap bahwa kemarin mereka bertengkar.


"di bahu dan badan terasa kaku,.."


"biar Aqila kasih obat dulu,klau badan mas kaku coba gerakan pelan saja itu sebab mas satu harian berbaring.."


"satu harian?.."


"iya mas kenapa bisa seperti ini?..mas Engk tau umma dan Abi sangat khawatir sama mas Azmi!..,"


mendengar itu Azmi merasa bersalah membuat mereka khawatir apalagi umma,Azmi sangat paham sifat ummanya yang akan berlebihan bisa anaknya sakit.


"Aqila engk khawatir?.."dengn menatap wajah istrinya dari samping karena lagi mengoleskan sebuah bubuk yang Azmi yakini obat.

__ADS_1


queen yang di tanya seperti itu berhenti sejenak lalu menjawab "ya khawatir lah,klau mas kenapa-kenapa nanti Aqila jadi janda,Aqila engk mau jadi janda muda..."


jawaban itu membuatnya Azmi tak bisa klau tidak tersenyum, ada-ada saja, khawatir karena takut janda?..tak pernah di fikirkan oleh Azmi akan hal itu.


"udah selesai!.."


"mas mau sholat!.."dengn menatap kearah jam dinding yang sudah pukul sembilan malam.


"klau gitu Aqila panggil Abi dulu ya,karena mas gk boleh turun dulu..lagi pula Aqila engk sanggup mengangkat mas yang sungguh beratttt..."dengan ekspresif di buat selebay mungkin, alih-alih tersinggung Azmi malah tertawa melihat ekspresi lucu itu.


.


"mas tidur,agar cepat sembuh.."


"Aqila pekerjaan mas masih ada!.."Azmi mendesah pelan karena leptopnya di ambil paksa.


"tidur, kesehatan itu lebih baik dari pekerjaan!...lagi pula mas engk akan bangkrut juga!..klau bangkrut kan ada Aqila.."ujarnya sungguh-sungguh tapi Azmi malah terkekeh kecil dia hanya menganggap itu candaan istrinya agar dia tidur.


"baiklah!.."pasrah mengikuti lebih baik dari pada debat sesuatu yang engk berfaedah.


"minum dulu obatnya!.."


Azmi dengn suka rela meminum air yang sudah di di kasih obat di dalamnya,tak butuh lama dia menghabiskan semuanya hal itu membuat queen tersenyum.


"mas ngantuk?.."tanyanya melihat gelagat Azmi yang sudah ingin tidur.

__ADS_1


"Hem.."


"eh!!..mas!.."queen terkejut tiba-tiba pria ini langsung menariknya mendekat yang parahnya lagi, bisa-bisanya dia tidur di aset kembarnya,queen jadi merasa kaku sendiri.


"maaf!.." suara yang terdengar pelan dan mata yang sudah tertutup.


"maaf?..apa karena kemarin?.."


queen hanya diam,di bingung mau jawab apa, apalagi seperti Azmi sudah tidur di pelukan dengn posisi duduk malah.


'kuat juga obat tidur nya?..'


queen sengaja memasukkan obat tidur di campur obat pemulihan,agar besok dia bangun lebih fit tapi klau sakit pun kerja apa jadinya badannya,yang pastinya akan semakin lama sembuhnya.


Queen dengn pelan ingin melepaskan tangan Azmi yang melilit seperti ular di perutnya,tapi sama sekali tidak bisa,karena tak bisa jadi dia terpaksa berbaring dengn Azmi yang masih enak tidurnya Tampa bisa di ganggu.


"dia tidur tapi tenaganya masih kuat!..,apa obat ku untuk membekukan badan?..oh tidak-tidak!.."


queen bingung sekarang,dia ingin mencari tau apa yang terjadi dengn Azmi karena dari tadi tidak ada kesempatan untuk dirinya sendiri, apalagi umma yang langsung berubah semakin menempel padanya mungkin karena kejadian tadi, keuntungan dia semakin dekat dengn mertuanya tapi sisi sialnya dia tak bisa bergerak bebas,kini dia sudah terhindar dari wanita itu tapi lihat kini anaknya pula yang mempersulit dirinya.


queen merasa Azmi sudah tidur pulas sekarang jadi dia dengn susah payah mengambil handphonenya di sisi meja tempat tidur,gimana tidak sudah seorng pria sangat menempel dengn dirinya Bahkan ingin bernafas saja seperti iya kesulitan.


"mereka tau?.."


"ha!!.."

__ADS_1


__ADS_2