Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
49


__ADS_3

kedatangan Azmi dan Queen mengejutkan mereka semua,Azmi langsung bercerita apa yang terjadi selama perjalan, membuat Abah Umar merasa bersalah dan juga heran karena tak biasanya ada pembegal di jalanan itu,tapi paham klau selama nya Tak akan aman,setelah bercerita sebentar dan bertemu azim yang tampak senang juga kakak dan kk iparnya datang walaupun mendengar bahwa di tengah jalan di begal,azim tidak khawatir malah mangajukan jempol pada kakak nya itu.


kini mereka berdua ada di sebuah rumah yang tidak besar,bisa di bilang sangat sederhana, bahkan tempat tidur hanya sebuah papan yang di kasih alas tikar dari pandan, kecil tapi untuk berdua cukup walaupun mereka akan sangat dekat nantinya,Queen melihat sekeliling rumah yang akan ia tinggalkan beberapa hari di sini, walaupun di sini terlihat sederhana tapi sangat lah asri dan tampak aman,Queen tidak masalah kali tinggal di tempat seperti ini asal tidak ada gangguan saja,dia memilih sederhana tapi tenang dari pada mewah tapi selalu gelisah.


"di sini sangat sederhana, semoga tidak merengek untuk pulang!.."ucap Azmi sedikit mengejek.


Queen menatap malas Azmi,'dia kira aku anak manja apa?'


"aqila malah takut mas yang akan merengek untuk pulang!.."dengn berdiri tepat di hadapan Azmi.


"tidak mungkin!.."bantahnya dengn melangkah mundur beberapa langkah kebelakang.


"ya sudah!.."


Queen ingin pergi tapi Azmi malah menghentikannya.


"aku mau mandi!..knp?..mau ikut?.."dengn menaikan alisnya sebelah.


"klau mau mandi di di sini tidak ada!..,dan jangan ke geeran siapa juga yang mau ikut!.., pemandian Santri putra dan putri beda!.. walaupun satu sungai!.."


Queen terdiam sejenak,dia lupa klau hidup di sini sangat lah sederhana tapi tak pernah berfikir kalau Hanya sekedar mandi akan kesungai.


"di mana sungainya?.."

__ADS_1


"tanya sama santri putri di sini, pasti mereka juga akan kesungai,karena waktunya mereka mandi saat ini!.."Azmi tau seluk beluk di sini karena pernah tinggalkan di sini walaupun cuman satu tahun,Abinya sengaja membuat tinggal di sini agar dia bisa lebih dewasa dan mengerti gimana kehidupan yang menyatu dengan alam.


"mas engk mandi?.."


"mandi!..tapi kita beda tempat bukan?..apa mau mandi bareng!.."goda Azmi dengn tersenyum.


knp jadi saling menggoda satu sama lain?


"mimpi paret-paret!.."


"bahasanya!...engk baik bicara dengan suami seperti itu!!.."tegas Azmi menyentil bibir queen.


"ya-ya-ya.."setelah itu langsung kabur keluar meninggalkan Azmi yang menggelengkan kepalanya,'dia memang memiliki kepribadian ganda'


'inikah yang di namakan kehidupan yang damai?'Queen jadi tersenyum tipis melihat mereka yang tertawa dan bercerita bersama sepanjang jalan,Tampa beban fikiran di hati mereka.


"seandainya aku bisa seperti mereka?.."Queen yang tersadar apa yang di ucapkannya itu mustahil terjadi,jadi dia menggelengkan kepalanya pelan, dengan hati berkata,'mustahil'.


Queen yang berdiri melihat mereka pun kini di kejutkan tiba-tiba ada yang memegang pundaknya,untuk orang itu lebih cepat berbicara klau tidak mungkin Queen sudah membantingnya orang itu dengn keras.


"ngapain Ning?.."


"eh Ning Imah!..,buat terkejut saja!.."dengn memegang dadanya seolah terkejut,dia kenal wanita ini Karena Azmi sudah memberikan tahun sebelumnya.

__ADS_1


"eh maaf Ning!..Imah engk sengaja!.."tuturnya yang lembut dan sopan membuat yang denger pun merasa adem, apalagi wajahnya yang ayu itu,Ning Imah merupakan anak Abah Umar dia anak bungsu mereka yang seumuran dengn Queen klau Dari segi pandang.


"engk papa kok Ning!..oh ya jangan panggil Ning ,tapi panggil aja Aqila!.."dengn tersenyum manis, mencerminkan dia sebagai istri Gus Azmi yang ramah.


"engk sopan Ning!.."tolak halusnya.


"engkpapa biar akrab aja!..Aqila engk punya teman di rumah Abi Usman,masak di sini Aqila engk punya teman juga?.."dengn wajah Yang sedih membuat Imah jadi ikut sedih dan mengiyakan asal dia juga tidak memanggil dirinya Ning Imah, langsung di setujui Queen.


"Aqila mau kemana?.."


"mau mandi Imah tapi tidak tau jalan dan tidak punya baju ganti!.."jawabnya pelan.


"Imah denger dari Abah,klau Aqila dengn Gus Azmi kesini jalan kaki ya?.."Imah sebenarnya hampir tidak percaya akan hal itu,iya denger dari santri putri tadinya tapi setelah bertanya dengan Abah sendiri barulah dia percaya,dia kasian dan juga merasa bersalah kayak keluarganya,mereka datang kesini karena Abah yang minta tapi harus ada masalah di tengah jalan, masalah mereka tidak mengetahui itu karena tidak ada alat komunikasi yang berfungsi di sini,sinyal di sini ada tapi sangat susah bertahan, hingga timbul.


"iya tadi ada preman yang mau ngerampok kami,tapi mas Azmi langsung hajar mereka!.."


Imah tersenyum kala mendengar itu,dia merupakan penggemar Azmi saat masih mondok di sini,Imah sangat menyukai Azmi yang tampan dan ilmu agama dalam,pintar,baik,sopan pokonya sempurna di pandangannya.


'astgfirullah!..'imah langsung beristighfar,dia berdosa telah membayangkan Azmi lagi.


"sadar lah Imah!dia sudah mempunyai istri yang cantik sekarang!.."menekan kan hatinya agar sadar.


Queen menatap Imah yang malah termenung kala membahas suami tampannya itu,'apa dia menyukai suamiku juga?.. huh mempunyai Suami tampan memang banyak yang menyukainya tapi pemenangnya akan Queenna Aqila!..hhh,'dalam hati Queen malah tertawa.

__ADS_1


"Ning..eh Aqila ayok kerumah Abah sebentar,Imah juga mau mandi sementara waktu kamu bisa pakek baju Imah dulu!.."ujar Imah yang di setujui Queen dengn bnyk terimakasih.


__ADS_2