Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
71


__ADS_3

suasana ruang tamu sangat tegang dengan adanya tiga orang yang tiba-tiba datang dengan menatap mereka musuh.


"apa maksudmu!.."tatapan Azmi menatap mereka bertiga dengan tidak bersahabat juga,siapa rela bila tiba-tiba di tuduh menyembunyikan istrinya sendiri?..bukan kah mereka yang membawa Qila waktu itu?.. lalu kenapa mereka kini datang dan ingin bertemu dengan istrinya!


"kalian jangan bohong!.. pasti kalian yang menyembunyikan Queen kan?.."tukas zaen dengn tajam menatap mereka.


"untuk apa kami berbohong!..bukan kah kalian yang membawa istriku ikut dengan kalian?..dan kenapa tiba-tiba kalian datang ingin mencari istri ku!.apaa yang terjadi dengnnya selama di sana!.."


penjelasan Azmi membuat mereka terdiam,jelas sekali dari nada bicara Azmi dia tidak tau apa-apa soal ini,dan nada khawatir Azmi sangat tidak dapat di sembunyikan saat ini.


"jelaskan perlahan,apa yang terjadi setelah kalian pulang!.."kini Abi yang mengangkat bicara melihat anaknya yang sudah hampir tersalut emosi, membuat Abi mencoba bernegosiasi pada mereka dengan baik.


zien menatap Angela dan zaen,lalu beralih pada ke empat orang yang penasaran dengan ceritanya.


"jadi gini..."


flashback on


"Queen markas sudah di kepung oleh mafia jiksosss.."


"perintahkan semuanya untuk bersiap-siap untuk perang!.."tatapan Queen semakin dingin.


"tapi..."


"tenang aku sudah meminta bantuan!..jalan kan rencana A.."ujar Queen.


"baik Queen.."


hanya panggil singkat tapi Sangatlah penting bagi Queen,dia menatap ke luar jendela dan memperlihatkan pemandangan indah di Indonesia.


hah..


Queen menghela nafas,banyak yang dia fikirkan saat ini membuatnya pusing, dengan menyenderkan kepalanya di bangku dengan memejamkan matanya sejenak.

__ADS_1


"kalian semua harus siap-siap bila sudah sampai!..musuh bukan hanya satu!.."


anggota utama yang berada di sana menjawab dengan tegas.."baik Queen!.."


"Queen kalau menurut perkiraan kita akan terlambat kesana!..sudah di pastikan..."Angela tidak melanjutkan kata-katanya lagi karena sebuah tangan yang terangkat untuk menghentikannya.


"usahakan tidak ada korban bagaimanapun caranya!.."


walaupun mustahil menurut Queen tapi dia yakin dia bisa mengatasi ini Tanpa ada yang gugur.


"Angela berfokus pada Serangan lewat alatmu,zaen sebagai pengarah komunikasi di mana letak musuh!..zien kau ambil kendali listrik pagar!.."


Queen membagi tugas mereka masing-masing walaupun mereka jauh tapi dengan adanya alat yang canggih membuat mereka sedikit meringankan anggota mereka yang terkepung.


"dan aku___" Queen tersenyum tipis.


.


duarrrrr!!


ledakan demi ledakan membuat suasana ricuh dan menegangkan,suasana yang tertutupi oleh asap tebal dengn banyak darah yang berceceran membuat tempat yang tadi bersih kini kotor dan berbau amis.


"tetap saling menjaga!..apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan teman kita sendiri!.."teriakan seorang laki-laki membuat mereka berteriak dengan semangat.


"serang!!..."


suara pedang berbenturan,suara tembakan yang bersautan membuat tempat itu sungguh kacau balau, anggota Queen yang mulai lemah,karena anggota mereka banyak yang terluka membuat mereka mengalihkan perhatian musuh ke pada yang lain sedangkan yang terluka parah itu di masukan di suatu ruangan obat untuk memulihkan keadaan yang sementara.


sebenarnya anggota darkness mulai menipis tapi tiba-tiba segerombolan manusia dengan menggunakan baju perang membuat anggota darkness semakin waspada tapi melihat mereka yang berpihak pada mereka membuat Tanpa bertanya tau dari mana datangnya.


"kami akan membatu kalian!..demi Queen kalian!.."


setelah ketua dari mereka mengatakan itu,mereka kembali bersiap-siap berperang dengan ganas dan brutal.

__ADS_1


.


Queen menatap markas nya yang sudah bersih hanya saja ada beberapa kerusakan kecil maupun besar tidak dapat di elakan,hah..Queen menghela nafas karena masalah ini telah selesai tapi masih ada lagi seakan masalah hidupnya tidak akan pernah selesai.


"Nanti ada satu keluarga yang akan datang!.. kalian harus menghormati mereka dengan baik!.. apapun keinginan mereka turuti dan aku akan pergi ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah rumah tanggaku!.."Queen menatap anggota dengan serius.


"baik Queen!.."kompak seluruh anggota darkness, walaupun anggotanya tidak ada yang kehilangan nyawa tapi tetap saja luka di tubuh mereka tetap ada, kemenangan di raih mereka karena bantuan anggota yang belum mereka ketahui siapa itu,tapi yang jelas mereka itu adalah orang yang di perintahkan Queen untuk membantu mereka saat Queen belum sampai.


"kenapa tidak langsung cerai saja!..aku merasa dia tidak cocok untuk mu!.. dia lemah!"


Queen tidak menggubris ucapan zaen yang semakin hari semakin melunjak,Queen berjalan menuju ruangannya tapi sebelum itu dia berkata"zien kau tau apa yang harus kau lakukan!.."


zien mengangguk mengerti,zien menatap tajam Zaen yang seolah tidak terima mendapatkan hukuman.


"apa salah ku!.."zaen seolah tidak terima mendapatkan hukuman abngnya yang pasti tidak ringan.


"kesalahannya mu itu selalu ikut campur dengan urusannya!.."zien yang menjawab dengan nada dingin tanpa banyak bicara lagi dia membawa zaen ke tempat hukuman di ikuti Angela, pitter dan Zia di belakangnya yang merasa kasian pada zaen.


sisi lain


"sudah?.."


"..."


"baiklah!.. terima kasih karena mu keluargaku pasti tidak akan bisa selamat!."


"..."


"HM,aku akan datang!.."


Tut


panggilan terputus,tatapannya menjadi kosong mengarah kedepan,hanya helaan nafas kecil keluar dari mulut kecil itu dengan dada yang di remas pelan,rasa sakit ini sesekali muncul dan hilang tapi seperti hanya sebuah penyakit kecil yang di abaikan.

__ADS_1


__ADS_2