
" Aaaaaa!..."teriakan Queenna sungguh sangat memekakkan telinga mereka semua.
"apa yang kau lakukan pria aneh!.."
Queenna ingin menendang zien yang sangat berani menjewer nya sekuat tidak,dia merasakan telinganya akan putus saat ini.
"dia bukan istri mu Azmi...ehem lebih tepatnya di sosok jiwa lain! yang berada di tubuh istrimu.."Angela dengan cepat menghentikan Azmi yang akan menghentikan apa yang di lakukan zien.
menurut pandangan mereka itu adalah hal biasa bila zien akan melakukan seperti itu bila Queenna membuat onar,tapi tidak dengan Azmi yang baru kali ini melihatnya membuat dirinya tak tega.
"maksudnya gimana?.."sungguh Azmi bingung sekarang.
"coba kau perhatikan lagi,dia!.."Angela menatap Azmi datar dengan menunjuk ke arah Queenna yang lagi kena hukum zien.
saat Azmi perhatian lagi sosok wanita itu memang sedikit berbeda dengan istrinya,sangat berbeda malah.
"warna bola mata!..sifat yang bertolak belakang!..sangat gampang mengetahuinya!.."jelas Angela.
"jangan pernah terpengaruh rayuannya Azmi!.."kini zien pula yang berbicara.
"kalian apa-apaan sih!..gue ini cuman bercanda loh!.."protes Queenna tak suka, dengan cepat dia melepas diri dari zien.
"kau selalu buat ulah Queenna!..,kemana Queen?.."
"mati mungkin!.."asal Queenna tanpa perasaan karena terlanjur kesel pada mereka.
"jaga bisa mu!.."
Queenna menatap Azmi yang menaikan nada padanya,kenapa hatinya sakit ya?.."apa sih enggak jelas!.."sinis Queenna jadi enggak minat buat goda Azmi lagi.
setelah percecokan yang membuat hati panas,kini Azmi duduk di kamar dengan memegang pelipisnya yang pusing.
"kenapa seperti ini?.."
__ADS_1
"kenapa qila enggak pernah cerita dia punya later ego ?...eh tunggu dulu apakah..?.."seketika Azmi langsung teringat sesuatu.
flashback on
nafas kedua nya masih memburu dengan keringat mengalir deras dari keduanya,tapi rasa nikmat sungguh membuat mereka seakan hilang akal.
"makasih!.."Queen memeluk Azmi dengan menyembunyikan wajahnya ke dada Azmi,rasa malunya sungguh membuat Queen ingin pergi jauh dari hadapan azmi tapi nikmatnya membuat dirinya seolah tidak bisa menjauh,hati dan fikiran yang bertolak belakang.
Azmi hanya tersenyum dengan berkali-kali mencium ubun-ubun kepala Queen dengan sayang.
"mas engk marah?.."Queen mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Azmi yang juga menatapnya membuat Queen jadi salting.
"buat apa sayang?..HM!.."Azmi menepuk-nepuk punggung Queen pelan.
"pekerjaan ku!..diriku!..aku seseorang yang tidak pant____"
mata Queen membelalakkan saat Azmi mengehentikan ucapan dengan membungkam mulut ke mulut.
"mas udah tau semuanya,mas tau Qila baik,tapi keadaan lah yang membuat Qila seperti ini,mas akan sama Qila trus,Qila jangan pernah tinggalkan mas ya?..mas sayang Qila,mas enggak mau pisah sama Qila...soal sisi lain Qila mas yakin nanti kita akan ubah "ungkapan aMi membuat hati Queen menghangat,dia mengeratkan pelukannya kembali seolah senang dengan ucapan Azmi.
"Hem!..cup!.."
Queen jadi lupa mau bilang apa karena Azmi berprilaku manis padanya.
"sadar Queen!..sadar!.."
"kalau misalnya sifat Qila berubah,mas masih mau berprilaku manis seperti ini lagi?.."Queen menatap ke dalam mata Azmi yang indah itu.
"semua manusia akan berubah sayang!..baik sifat, prilaku dan lainnya,tapi mas harap untuk Qila tetap seperti ini,tetap seperti Qila yang pertama kali mas kenal!.."
Queen terdiam mendengar itu,dia kembali memeluk Azmi,"mas bila qila berubah, tolong prilaku dia sebaik mungkin,"
"maksudnya?.."Azmi yang bingung menatap istrinya yang sudah memejamkan matanya, apakah sudah tidur?.
__ADS_1
walaupun tidak mengerti tapi Azmi mencoba berfikir positif saja,dan memejamkan matanya juga.
"besok kamu akan tau mas!.."diam-diam Queen membuka matanya,lalu menutup kembali.
flashback end
....
"Hay gays!aapa kabarrrr!...kangen gak sama Queenna!..yang cantik dan baik hati,murah meriah senyumannya,"
suara cempreng Queenna membuat,zien,zaen maupun Angela menutup telinganya,begitu juga dengan orang-orang yang di sekitarnya malah menatap Queenna tidak suka.
"apa liat-liat!..mau gue keluarin tu mata!.."bukan Queenna namanya kalau di lirik tajam tidak balas, tatapan Queenna yang tak kalah tajam membuat penghuni resto langsung kembali melanjutkan makannya.
"bisa gak!.. bersikap sopan!.."
"enggak!.."Queenna tak peduli dengan zien yang menatap tajam, dirinya masih santai duduk di samping zaen dan mencomot makanannya.
"ubah sifat mu Queenna!..ki___"belum selesai zaen mengucapkan kalimatnya tapi sudah mendapatkan sebuah hal yang membuat orang sekitar kaget sekali merinding.
Queenna memegang garpu yang sudah bengkok parah dengn piring kaca yang sudah terbelah menjadi dua.
"kalian bisa gak sih gak usah atur hidup gue!.. hidup-hidup gue kenapa kalian yang sewot!.."tatapan sinis Queenna tak dapat di sembunyikan lagi.
"sadar diri lebih baik!..di mana kau berada sekarang!.."Angela yang juga kurang suka Queenna pun berkata pedas dengn wajah tak berekspresi.
"kau!.."Queenna ingin menusuk wajah Angela Aung sangat membuat emosi,tapi itu semua terhenti oleh sebuah tangan yang memegangnya, seketika pandangan mereka ke arah orang tersebut yang tak lain Azmi.
"berhenti bersifat kekanak-kanakan!.."
entah kenapa Queenna langsung diam mendengarkan suara rendah Azmi tapi terdengar ngeri.
"Lo mau bawa gue kemana?.."Queenna ingin menyentak tangan Azmi tapi entah kenapa teganya hilang kalau berada di hadapan pria ini, terpaksa dia ikut dengan perasaan kesel.
__ADS_1
"lama-lama gue racun juga laki Lo Queen!.."