Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
38


__ADS_3

"dia orang nya!!.."


tiba-tiba suara teriakan terdengar keras membuat telinga siapa saja yang mendengarkannya akan terasa pecah.


"bener dia orngnya!.."sahut pria yang bertato di area wajah ganasnya,sangat menyeramkan.


"tapi di mana wanita itu?.."tanya lainnya dengn melihat sekeliling tidak ada orang lain lagi selain pria di depan mereka.


"dia pengecut!!.."


Azmi hanya diam melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan, sungguh sama sekali tak ada yang iya mengerti perkataannya, bahasa asing.


"siapa kalian?.."tanya Azmi yang sengaja berbahasa Inggris,karena dari wajah-wajahnya mereka seperti bukan orang Indonesia,jelas sekali pun,dari bahasa dan wajah saja sudah terlihat jelas.


mendengar suara yang tegas dan penuh penekanan kini mereka sadar kembali bahwa pria targettannya masih ada di depan mereka.


"serang!!.. tapi jangan di bunuh!!"


bukannya menjawab tiba-tiba Azmi langsung di serang oleh mereka yang berjumlah dua puluh lebih,Bahkan badan mereka rata-rata seperti algojo.


Azmi mengelak saat ada yang ingin memukulnya,berputar dan menendang membuat salah satu dari mereka langsung tersungkur menghantam


aspal, melihat kawan mereka seperti itu membuat mereka marah dan langsung menghajar Azmi dengn membabi-buta,Azmi melihat senjata mereka membuat dia semakin waspada, hampir dari semuanya membawa senjata berbahaya.


"bismillah,aku pasti bisa mengalahkan mereka!!.."


berkali-kali Azmi mengelak dan memberi bogem mentah atau bahkan tendangan,sejauh ini blm ada yang berhasil menyakitkannya, apalagi dia berhasil mengambil pisau salah satu orang-orang yang sudah pingsan itu.


"sialan!!.."


"gimana?.."kawannya melirik anggota yang di takuti di grup mereka.


"hajar dia,biar Sampek sekarat sekalipun,kita harus bisa membuat wanita ****** itu berketuk lutut pada tuan besar.."tatapan tajam seolah-seolah memiliki dendam pribadi yang tersimpan bertahun-tahun dalam hatinya.


Azmi semakin di buat waspada pada mereka yang berbicara dengn bahasa yang dia tidak mengerti,tapi yang jelas itu bukan hal yang baik untuknya,Azmi yang lagi berfikir tiba-tiba merasa seseorang di belakangnya membuat iya langsung saja menghindari dan menendang pisau itu ke atas, membuat pisau terlempar jauh,dan dengn cepat Azmi menendang kuat pria itu hingga membentur pohon sampai pingsan.

__ADS_1


"berensek!!.."marah pria yang bertato di wajahnya yang merah padam, melihat anggota mereka yang hanya tersisa lima orang dari dua puluh orang,mereka juga engk nyangka ternyata pria di depan mereka ini sangat kuat juga.


Azmi yang sedang menghajar pria plontos itu dan beberapa lagi yang mengeroyoknya membuatnya sedikit merasa lelah dan lengah membuat mereka berhasil menggoreng bahunya dengn pisau, membuat Azmi memekik kesakitan.


"kalian!!.."


nafas yang memburu tak beraturan menatap mereka dengan tatapan tajamnya,kini darah mengalir deras di bahunya,bahkan wajahnya pun berubah pucat menahan sakit dan banyak kehilangan darah.


"siapa kalian!..saya enggak punya masalah dengn kalian!!.."suara yang tinggi menatap nyalang mereka.


tiba-tiba suara tawa satu dari mereka membuat yang lain mengikuti,"siapa kami?..,oh saya takut anda akan pingsan!.."senyum remeh dan tatapan menjijikkan,(bahasa Inggris).


"apa mau kalian!.."Azmi mengganti pertanyaan karena merasa mereka tidak akan mengatakan begitu saja tentang identitas mereka.


"tujuan kami cuman kamu ikut kami untuk membuat wanita kecil itu bersedia ikut dengn kami,dan selesai...gampang kan?.."


Azmi menyerngitkan dahinya dia tidak mengerti apa yang di maksud mereka,tapi jangan harap dia akan ikut dengn mereka yang sudah tau klau itu pasti tidak baik untuknya atau orang yang mereka sebut.


"bawa dia!..,"perintah pria bertato itu dengn tegas,dia tau klau pria di depannya ini sudah cukup lemah sekarang.


Azmi yang sudah bersiap-siap ingin menyerang mereka namun terhenti saat ada sebuah pisau yang melesat cepat dan tepat di dada pria-pria itu.


keempat orang itu seketika langsung tewas,bahkan mereka blm sempat mengekspresikan rasa sakitnya yang ia rasa tapi malaikat langsung mencabut paksa mereka.


Azmi terkejut melihat keempat orang itu tewas di depan matanya dengn keadaan pisau yang masih tertancap di dada dam darah yang mengalir deras keseluruh tubuh mereka.


pria bertato juga Tampa terkejut melihat anggota yang tersisa kini telah habis semua,bahkan kini tinggal dia sendiri dengn wajah merah menahan amarah melihat dua orang yang sangat dia kenal berada di belakang pria yang mereka incar.


"sialan!!...kalian!!.."


Azmi membalik tubuhnya dengn waspada karena melihat arah tunjuk pria bertato di belakangnya dan benar saja ada dua orang yang gender berbeda,tapi dia sangat terkejut melihat siapa orang itu.


"tuan zien dan nona Angela.."


mereka berdua hanya menatap datar azmi lalu beralih ke pria yang tampak ketakutan itu.

__ADS_1


"Angela kau urus tuan Azmi aku urus pria brensek itu!.."setelah mengatakan itu zien langsung bergerak menghajar pria itu dengn santai tapi akurat mematikan lawan,tentu tidak akan pria bertato itu biarkan pria ini menghabiskannya, walaupun tidak akan menang setidaknya dia harus melarikan diri untuk memberi kabar pada tuan besar mereka.


"sial,harus nya aku menginformasikan klau pemuda itu ada sangkut pautnya dengan queen.."pria bertato itu menggeram marah karena rencananya akan memberi kejutan pada bosnya karena berhasil mencari orang terdekat dengn anak angkat bos nya itu,tapi siapa sangka dia malah terlibat bertarung dengn sosok singa berdarah dingin ini yang pastinya akan sangat sulit iya mengalahkan,atau dia akan mati Tampa bisa memberi tahu informasi pada bosnya.


sedangkan Angela membawa kotak p3k


dari mobil dan menyuruh agar Azmi membuka bajunya.


"maaf kita bukan muhrim! nona Angela!.."


Angela menatap Azmi datar dia sangat heran dalam hati bisa-bisanya dalam mendesak seperti ini ada pria yang mementingkan peraturan agama,dari pada keselamatannya.


"Anda mau mati tuan!.."


kata yang kasar tapi klau tidak seperti ini pria sok suci ini menurut Angela ya dia tidak akan paham.


"bisa-bisanya queen punya suami seperti pria ini!.."


sebenarnya Angela terkejut mengetahui queen mereka sudah menikah,yang parahnya dengn seorang Gus anak kiyai, seseorang Yang Sangat taat pada agama dan seseorang berdarah dingin, tertutup dan terkesan tak peduli sekitar bila tak mengusiknya,kini malah terikat dengn pria seperti itu,apa jadinya itu?..


Angela tau queen tidak akan bertindak sembarangan tapi kali ini kyknya ada yang salah, pasti sudah di pastikan seseorang yang terikat satu sama lain akan membuat pergerakan atau bahkan yang lebih parahnya identitasnya akan terbuka yang bisa saja queen langsung di benci bahkan di campakkan,memikirkan itu Angela semakin menatap tajam Azmi.


"maaf Nona Angela saya tidak bisa!.."


hah


sabar-sabar,hanya itu saja yang ada di dalam hati Angela,klau bukan suami bosnya sudah dia kuliti hidup-hidup pria di depannya ini.


"klau seperti itu tuan pulang saja,..tenang kami yang urus "seolah tau apa yang Azmi fikirkan.


"baiklah!.. terimakasih atas bantuannya!.."Angela hanya mengangguk pelan dengn menatap temanya yang membuat pria itu babak belur.


sebelum meninggal tempat itu Azmi melihat seluruh pria-pria yang tergeletak di tanah, mungkin pingsan!,itu perbuatannya tapi klau terbunuh itu perbuatan teman kerjanya,masih blm nyangka Mereka membunuh Tampa merasa bersalah,itu dapat Azmi lihat dari tatapan mereka yang malah sebuah kebencian untuk menghabisi mereka tercetak jelas di sana.


"siapa mereka?"

__ADS_1


__ADS_2