
nafas Queenna tak beraturan, keringat bercucuran deras,rasa lelahnya tak sebanding dengan rasa takut akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan di pesantren itu, waktu Queenna tak lagi banyak hanya tinggal satu menit lagi.
"sepertinya ini sudah cukup!..tubuh Queen bisa hancur kalau terus megang bom sialan ini!.."
Queenna melepaskan bom itu, dengan cepat dia berlari menjauh,kakinya terasa sakit sekali namun Queenna tak perduli akan hal itu,yang dia mau hanya ingin pergi jauh dari sini.
"beberapa hari ini gue seneng banget Queen!..kalau gue pergi!..gue akan pergi dengan keadaan senang!.."
itu adalah ucapan Queenna dengan spontan tanpa berfikir,saat berlari menjauh dia melihat seseorang yang di kenal, membuat matanya membelalak kaget.
"puter balek woyyyy!..bom bentar lagi meledak!.."
teriakan Queenna membuat Azmi langsung berhenti,dan melihat kedepan sana yang sama sekali tidak dapat melihat di mana bom itu berada,tapi melihat Queenna yang berlari kencang meninggalkannya dengan cepat juga Azmi putar balik.
tit...tit..tit..
bunyi suara detik begitu nyaring, hitungan mundur semakin mendekati nol.
Azmi semakin mempercepat lari nya dan langsung menangkap tubuh Queenna cepat, pertepatan bom langsung meledak kuat.
Duarrrrrrrrr!....
....
Abi yang ingin ke dapur ingin mengambil minum kini melihat pintu depan yang terbuka sedikit,ini sangat tidak biasa,karena umma selalu memerika pintu sebelum tidur,saat ingin keluar dia di kejutkan suara ledakan dahsyat dari belakang pesantren.
bukan hanya Abi yang kaget tapi seluruh pesantren kaget,dia kira ada gempa membuat mereka berbondong-bondong keluar,tanpa perduli muka bantal mereka.
"Abi ada apa ini!.."umma juga langsung bangun mendengar suara itu, melihat suaminya tidak ada di kamar membuatnya bergegas ke luar dan melihat Abi di bawah dia cepat-cepat menghampirinya.
__ADS_1
"engk tau umma!.."ujar abi,tapi fikiranya tiba-tiba tertuju pada anak dan menantunya, dengan cepat dia naik ke atas untuk memeriksa.
"kemana Azmi!.."melihat kamar yang kosong, membuat hati Abi jadi khawatir.
"bi!.. Queenna juga enggak ada!.."
seketika hati mereka resah dan langsung keluar dari rumah.
di luar suasana heboh akibat getaran dan suara dashyat tadi.
penjaga yang di tugaskan untuk menjaga ke amanan pesantren kini pada pingsan semua, membuat berita itu langsung gempar.
"para ustadz ikut saya!..bawa sesuatu yang berguna!..kita akan masuk ke hutan belakang!.."melihat semua orang berkumpul membuat Abi mengatakan itu dengan tegas pada mereka,dan langsung di setujui oleh mereka.
"umma dan ustadzah lain di sini!.. kontrol santri-santri agar tenang!.."tatapan Abi yang menjadi dingin persis seperti Azmi kalau lagi marah, membuat mereka tak membantah dan mengikuti permintaan kiyai Usman.
"bi!.."
Abi membalikkan badannya saat ada yang memanggilnya.
"hati-hati!.."umma tak tau harus bilang apalagi dia merasa dadanya sakit,dan air matanya juga sudah berair,entah kenapa hidup mereka seperti penuh cobaan.ada saja yang ingin berbuat jahat pada keluarganya.
"umma tenang!.. kembali lah ke arah rumah!.."memeluk istrinya itu sebentar lalu pergi dari sana meninggalkan umma yang menatap suaminya yang menjauh dari pandangan beserta rombongan lainnya.
....
di sisi lain
pohon bergoyang dashyat,debu berhamburan kemana-mana pemandangan yang kabur, tubuhnya terasa amat sakit tapi tak separah seseorang yang kini tengah mendekapnya dengan erat.
__ADS_1
jantung Queenna seakan berhenti berdetak melihat darah berceceran mengenai tubuhnya,bukan darahnya,ya bukan?..ini?...
mata Queenna memanas,dia tak menyangka Azmi mengorbankan tubuhnya agar dia tidak terluka parah,Azmi yang pingsan dengan memeluk Queenna,di belakangnya ada pohon yang menghimpit mereka.
"ya tuhan,tolong selamat Azmi!..dia pria baik walaupun ngeselin,maaf untuk atas dosa gue selama ini!.."
Queenna hanya bisa mengatakan itu dalam hati,perlahan matanya mulai redup,"maaf telah nyusahin kalian!.."dan akhirnya mata Queenna tertutup rapat.
....
tatapan sendu tak bisa di elakan, bahkan air mata yang sudah di coba agar tidak mengalir kini malah mengalir dengan deras,memegang dadanya terasa nyeri,sakit sekali!.
umma memegang tangan putranya dengan erat,dia juga berdiri dan mengecek kondisi menantunya yang berada di samping Azmi itu.
sudah satu Minggu mereka di rawat di rumah sakit, dengan kondisi lumayan parah,masih bernasib baik karena tidak ada luka yang fatal di antara mereka berdua.
hati umma terasa tercabik-cabik saat melihat anggota pesantren yang membawa putra dan menantunya dengan keadaan yang tidak sadar diri, Penuh darah di sekujur tubuh nya,bahkan umma sampai pingsan melihatnya sangking shocknya.
"bangun nak!.."
umma memeluk mereka satu persatu,selama satu Minggu ini umma senantiasa menjaga mereka, tidur di sana juga, walaupun beberapa kali abi membujuk untuk pulang namun sama sekali tak di indahkan sama umma.
"assalamualaikum!.."
umma membalikkan tubuhnya dan melihat anak dan suaminya datang dengn membawa beberapa makanan dan pakaian.
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh,.."umma menyalami suaminya dan azim mencium tangan umma.
azim langsung pulang saat tau kejadian yang terjadi di pesantren Abinya,azim sangat tidak menyangka mendengar apa yang terjadi selama dia tidak ada di rumah.rasa bersalah tak bisa melindungi keluarganya membuat azim murung melihat kakak dan iparnya itu.
__ADS_1