
"ehem..hem!.."
"apa sih Imah?.."heran Queen dari tadi Imah selalu berdehem tak jelas.
"Aqila engk penasaran apa yang di bicarakan Abah sama Gus Azmi?.."Imah mencodongkan badannya mendekat dengn nada sepelan mungkin tapi matanya tak lepas dari orang yang di bicarakan.
"engk Imah!.."singkat Queen yang masih membaca kitap kuning di tangannya,ini adalah hukuman yang di berikan Azmi padanya.
"is aqila engk seru!.."
Queen merasa heran sekali dengn sifat Ning satu ini,tidak menyangka aja dia sangat penasaran apa yang di bicarakan mereka berdua,memang posisi mereka tidak jauh mereka duduk tapi tetap saja tak mendengar pembicaraannya.
"klau Imah penasaran,bisa kesana dan bertanya!.."ucapan Queen membuat Imah langsung diam,dia langsung sadar apa yang di lakukannya itu tak mencerminkan seorang Ning,hampir saja batinnya berbicara, membayangkan kena hukum membuat Imah menggedik ngeri.
Queen tidak bisa klau tidak tersenyum tipis melihat ekspresi Imah yang lucu,Queen menatap kedua orang beda umur itu yang tampak serius.
"kamu tau tujuan Abah menyuruh kamu kesini nak?.."Abah yang memulai pembicaraan.
"tidak tau Abah!..tapi Azmi yakin itu penting!.."ucap Azmi yakin.
"ini tentang orang itu!.."
deg
Azmi tiba-tiba menegang,dia tau maksud perkataan Abah Umar ini,entah ini pertanda baik atau buruk tapi pasti sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
"kita bicarakan di ruangan Abah!.."langsung di angguki Azmi, sebelum pergi Abah menatap kearah Queen yang juga menatapnya hal itu membuat Azmi ikut tertuju juga pada mereka.
"apa mungkin?.. astaghfirullah..engk, pasti bukan!.."Azmi tiba-tiba merasa ada yang aneh di sini.
Queen dan Imah melihat mereka pergi ke ruangan yang tertutup membuat Imah kecewa,Queen malah penasaran apa yang mereka bicarakan,apa sepenting itu pembicaraan mereka?..dan kenapa pria tua itu menatap dirinya dengn aneh?.
Queen malah tiba-tiba teringat suara aneh itu, memenuhi kepalanya.
"Takdir tetap takdir!..tapi selagi berusaha maka itu lah takdir yang sesungguhnya!.."
"Takdir tetap takdir!..tapi selagi berusaha maka itu lah takdir yang sesungguhnya!.."
__ADS_1
sontak Queen memegang kepalanya yang sakit,Imah yang tak tau kenapa dia kayak gitu membuatnya teriak terkejut.
"Aqila kenapa?.."
nada khawatir dengn memegangi Queen yang malah menggeleng kepalanya,sakit dan di penuhi kata-kata yang sama,entah apa maksudnya.
"sebenarnya apa maksudnya?.."dirinya merasa seperti melayang sekarang, samar-samar mendengar suara yang sangat iya kenal,suara yang mengisi hari-hari buruk nya, seseorang yang menyayanginya.
Queen membuka matanya, pertama yang ia lihat adalah wajah kekhawatiran suaminya,hanya melihat itu Queen tersenyum entah kenapa hatinya menghangat sekarang.
"Alhamdulillah,qila udah bangun!.."suara yang terlihat lega dengn memeluk erat dirinya,sampai Queen seperti tidak bernafas sekarang.
"mas Aqila engk bisa nafas!.."
"eh maaf-maaf!.."dengn cepat Azmi melepaskan dengn perlahan juga Queen duduk,Azmi juga memberikan air minum padanya sedangkan Queen pasrah menerima,tak ingin berdebat saat ini, kepalanya juga sedikit pusing.
'kenapa dia bisa pingsan?..'
'suara itu lagi?'
'sebenarnya apa itu?'
"jangan memikirkan sesuatu yang buat pusing!.."
Queen menatap Azmi dengn tanda tanya,knp pria ini tau klau dia memikirkan sesuatu?.
Azmi menghela nafas lalu membaringkan Queen kembali di kasur santai nya,"tidur lh ini sudah larut!.."
"knp mas engk tidur?.."
pertanyaan itu membuat Azmi terdiam,dia bukan tidak mau tidur tapi perasaannya yang khawatir dan penasaran nya membuatnya tak bisa tertidur.
"tidur lah,mas akan tidur di bawah "mengatakan itu dengn ingin berbaring di tikar pandan itu,tapi tangannya di pegang oleh queen membuatnya menoleh.
"tidur bersama saja,di situ pasti terlalu keras!.."dengn helaan nafas,Azmi mengelak pertanyaannya tadi.
"ini muat untuk dua orang!.."seolah tau yang di fikiranya Azmi.
__ADS_1
"tidak papa!.."
"seperti cenayang!.."seolah tau fikiranya.
Azmi pun tertidur dengn memeluk Queen,kasur tak besar membuat mereka tak seseluasa di kamar mereka,tapi Queen senang bisa merasakan hangatnya di peluk orang yang ia sayang,klau boleh jujur Queen sudah tertarik pada Azmi.
Queen tidak tau gimana Azmi membawanya yang dalam tidak sadarkan diri tadi,tapi bodo lah yang penting dia sudah ada di sini.
Azmi sedikit canggung tapi dia tak menolak,dia malah menghirup pelan-pelan wangi tubuh istrinya yang sangat enak di Indra penciumannya.
"knp qila bisa pingsan tadi?.."Azmi bertanya dengn suara rendah tepat di telinga Queen,tentu hal itu membuat Queen yang berada dalam dekapan Azmi merinding.
"dia bilang apa qila!.."
"dia seolah tau ada sesuatu yang membuat ku seperti ini"hanya suara dalam hati Queen saja.
"jangan pernah ke kebun itu lagi!.."
"klau tidak mau cerita tidak papa,apapun itu buruk atau baik kamu adalah istri ku,susah senang kita harus tetap bersama!.."walaupun dalam nadanya terdengar kecewa tapi nada yakin nya sangat patut di acung jempol.
"kita berbeda!.."lagi-lagi hanya di dalam hati,dia seperti seorang pengecut sekarang.
"tidur lah!.."suara Azmi kembali terdengar.
"gimana klau takdir tak bisa mempersatukan kita?.."azmi sempat tak percaya Queen akan mengatakan itu.
"sudah saya bilang apapun itu,saya akan selalu bersama mu, walaupun takdir itu sendiri yang menentang kita!.."tegas Azmi, menatap lekat Queen yang juga menatapnya serius.
"ak___"
"tidur!!.."langsung menarik kembali Queen di pelukannya,tak memberi kesempatan apapun pada Queen untuk berbicara.
hah..
hanya bisa menghela nafas lalu memejamkan matanya dengan menghirup dalam-dalam aroma yang mungkin akan ia rindukan kelak.
Azmi merasa Queen sudah tertidur tapi dia masih terjaga padahal ini sudah lah larut malam,tapi dia malah asik termenung.
__ADS_1
"klau perkataan Abah itu benar,maka aku adalah orang yang menantang takdir itu!..,aku sadar aku mencintaimu Aqila,tidak tau kapan tapi jauh dari mu membuat ku rindu dan kesepian, walaupun sifat mu tak seperti Aqila yang ku kenal Tapi aku tau itu tetap kamu!.."dengn mengecup kedua mata,hidung ,pipi dan terakhir bibir dengn cukup lama, mengeratkan pelukannya seperti tak ingin berpisah selama,lalu memejamkan matanya menuju alam mimpi.