Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
93


__ADS_3

Queenna tak bisa menahan senyumnya kepada santri putra yang melangkah mundur karena ulahnya, pandangan tak mengarah padanya melainkan ke tanah,entah apa yang menarik di bawah itu dari pada dirinya!..ugh!.. Queenna jadi gemes sendiri.


Queenna mengalihkan pandangannya pada santri-santri putra yang bertanya dengan nada khawatir plus takut.


"ma-maaf Ning!..maaf kami tidak sengaja!"


rombongan santri yang bermain bola tadi langsung mengerumuni Queenna sangking takutnya menantu kiyai terluka,mereka sangat takut sampai-sampai wajah mereka jadi pucat,takut?..jelas takut kena hukum Gus galak mereka!.


Queenna tersenyum lembut dengan mengatakan tidak papa, walaupun dalam hati dia ingin berteriak heboh saat ini,siapa coba yang tidak salting saat di kerumuluni cogan!..berasa jadi cewek yang lagi di rebutin cowok alim,ngalu!


setelah queenna menenangkan mereka dia pergi dari sana, ya walaupun ingin sekali berlama-lama di sana lihat wajah mereka, ih sial!.. Queenna ingin membawa mereka semua pulang!. Karena tak ingin terlalu mencolok Queenna dengan terpaksa pergi dari sana,hello dia masih sayang nyawa ya!..kalau umma liat dia seperti wanita kekurangan belaian bisa tamat dia!.


Queenna bergumam tak jelas sepanjang jalan"sial!.. seandainya Queen belum nikah!gue karung mereka!.."antara rela tak rela harus direlakan,lebay njirrr!.


.


udara terasa sedikit di ruangan yang kini dihadiri oleh beberapa orang penting, ruangan itu terasa dingin namun mampu mengeluarkan butiran keringat bahkan tenggorokan sangat kering ingin sekali meneguk minuman di depan mereka tapi mereka sungguh masih sayang nyawa, ingin keluar dari ruangan ini tapi lagi-lagi tak memungkinkan.


"kalian sudah tahu kesalahan kalian!!.."


glek!


mendengar beriton penuh ketekanan dan tersirat amarah membuat mereka menahan nafasnya seakan-akan nafas mereka yang terdengar mampu membuat mereka dalam bahaya.


"jawab!.."


semua orang terkejut dan menggigil ketakutan,bukan karena mereka salah tapi karena mereka tidak tau apa-apa, menurut mereka yang benar tapi tidak dengan yang salah saat ini.


"sabar!!.."


inilah mengapa abi ikut rapat dadakan ini, karena takut azmi tak bisa mengontrol amarahnya.walaupun Abi maklum Azmi marah karena kerja mereka yang ceroboh,mereka mendapatkan kabar bahwa hasil rancangan produk baru telah di curi,jelas di sini orng dalem pasti terlibat.


Azmi berkali-kali mengucapkan istighfar dalam hati azmi memang sudah menyewa orang untuk menyelidiki masalah ini tapi tetap saja di harus melakukan rapat ini agar tidak ada pekerja nya yang menyepelekan pekerjaannya.


"faisal!."


Faisal mengerti maksud tuanya itu langsung berdiri dengan sebuah buku di tangannya.

__ADS_1


"dari hasil yang di data orang yang patut disangka adalah orang yang pernah melihat atau megang rancangan produk baru!.."


deg!


keringat dingin membasahi tubuh mereka, tangan pucat dingin bagaikan tak memiliki darah di sana.dalam hati ketakutan menyelimuti tapi mencoba untuk biasa saja.


"pak!___"


"lancang!!.."


seorang pria ingin berkomentar tapi nyalinya langsung menciut mendengar suara faisal!..nggak tuan enggak asisten sama aja, mengerikan!.


"bertenang semuanya!.."


seketika suasana menjadi semakin senyap, abi usman memang pria yang lembut tapi kalau mengenal dia baik-baik, dia persis seperti azmi saat muda, bak pinang dibelah dua!.. hanya karena dia menikah dengan umma dan memiliki banyak santri membuat sifat tajamnya itu perlahan memudar tapi bukan berarti dia tidak bisa tegas tidak bisa menatap tajam.


kalau kalian menebak itu maka kalian salah besar!


....


"kamu di mana sih nak!.."


gumam umma khawatir,umma mengehentikan segerombolan santri yang lewat di depan rumah.


"apakah kalian melihat Ning Qila nak?!.."


mereka saling tatap lalu mengalihkan pada wanita paruh baya itu,"tadi kami berjumpa Ning Qila!..tapi saat siang tadi!..kalau sekarang kami enggak tau nyai!..karena ini sudah ingin gelap kami akan mencarinya sebelum magrib tiba!.."


umma bersyukur punya santri yang berinisiatif ingin membantunya terlebih dahulu,rasa khawatir kini sedikit terobati karena mereka.


"baiklah nak, terimakasih!.."umma tersenyum lembut pada mereka,wajah teduh umma membuat mereka semangat untuk mencari Ning mereka yang entah di mana.


sedangkan orang yang di khawatir dan di Carikan kini malah lagi santai menonton film siaran langsung di atas pohon,memang awalnya terkejut melihat apa yang ada di depan tapi bergegas dia bersembunyi di atas pohon agar leluasa melihat dari atas,jangan lupa sebuah handphone yang kini bertengger di salah satu ranting, sebagai perekam.


"kirain orang pesantren di sini Baek semua,eh ternyata salah!..laki dan betina tetap sama, sama-sama menjijikan,untuk apa di sini kalau hanya ngotorin tempat suci ini,engk sekali aja ke klub malam gitu, 35,35...mending walaupun murah!..ih menjijikkan heppyybodyyy!"


Queenna yang berada di atas pohon mengedumel dalam hati, walaupun senang dia bisa merekam dan nantinya akan dia kasih pada Azmi,biar mampus!..tu orang.

__ADS_1


"sayang!..ini udah mau malam!.."perempuan itu sedang merengek pelan.


"sebentar!.."laki-laki yang sudah di pastikan seorang ustad kini sedang menyelesaikan kebutuhannya,suara ******* terdengar bersahutan di sana,tempat yang sepi membuat mereka leluasa.


"terimakasih!.."pria itu mengecup bibir santri putri itu dengan mesra, membuat santri putri itu tersenyum malu, sedangkan Queenna yang di atas pohon tak jauh dari mereka kini ingin muntah melihat.


"menjijikkan sekali!.."namun masih juga di lihat,aneh!.


"bagaimana rencana selanjutnya!.."


mereka berdua merapikan baju mereka yang berantakan tak tentu,pria yang di yakini ustadz yang lagi membenarkan sarungnya kini menatap wanita yang telah memuaskannya itu.


"malam ini kita mulai!.."


"maksudnya!.."Queenna menajamkan telinga saat mendengar mereka berbicara aneh menurutnya,dia baru ingin turun dari saja tapi di urungkan karena penasaran dengan pembicaraan mereka.


"wow!..engk sabar deh,tempat ini jadi rata!.."perempuan berlagak santri putri itu kini tersenyum senang.


"sebentar lagi!..kita akan keluar dari sini!..cup!.."pria itu mengatakan itu sambil mencumbui kekasihnya itu lagi.


"ih!..jangan lagi!..udah ayo kembali!.kita pisah di tempat biasa!..jangan sampai ketahuan!.."


pria itu mengangguk sambil tersenyum,lalu pergi dari belakang gudang yang sudah tak terawat itu.


...


pikiran yang penuh dengan pertanyaan membuat Queenna hampir terjatuh yang ke dua kalinya,tapi sepertinya tuhan masih sayang padanya dia dengan cepat bisa menyeimbangkannya.


"sial, gara-gara mereka yang berbuat dosa malah gue yang hampir jatoh!.."umpat Queenna kesal,"siapa mereka?.."otak kecilnya lagi berfikir keras namun belum mendapatkan jawabannya,mana mungkin dia bertanya pada dua orang itu kan?..kalau iya, berarti Queenna sudah gila.


saat lagi memikirkan soal tadi namun di bubarkan saat melihat segerombolan santri putra menuju ke arahnya.


"mati gue!.."


sepertinya Queenna sadar,akan hal sesuatu,menatap ke langit membuat Queenna semakin takut,sudah di pastikan dia kena amuk umma atau Azmi!. ternyata dia tidak sadar saat ini sudah gelap.


Queenna menghela nafas pelan,dan menuju ke arah mereka dengan senyuman,"tetap santai walaupun sebentar lagi bencana datang pada mu Queenna!..Queen bantu gue!.."

__ADS_1


__ADS_2