
Azmi menatap Queen yang bertanya seperti itu,Azmi tenggelam dalam lamunan dia masih berfikir keras antara percaya atau tidak,saat ini belum ada sesuatu yang aneh dalam hidup nya tapi setelah kedatangan seseorang yang sudah menjadi istrinya ini,dia sedikit ragu,karena apa?.. sesuatu yang blm Azmi ketahui adalah jati dirinya,itu inti masalahnya sekarang.
Azmi menarik nafas ingin menjawab,tapi seseorang mengetuk pintu di luar cukup keras, membuat mereka berdua serempak menoleh ke arah suara.
"biar Aqila saja!.."Queen yang ingin pergi tapi Azmi menarik tangannya.
"mas ingin tau apa yang membuat mu pingsan waktu itu,dan apa kata-kata saat beliau ucapkan!.."seolah tau mimik wajah Queen yang penuh tanda tanya Azmi langsung saja menjelaskan apa tujuannya.
"nanti malam saja!..itu sepertinya suara azim!.."
setelah mengatakan itu Queen pergi dari sana meninggalkan Azmi yang menatap penuh arti pada istrinya yang penuh misteri baginya.
"kakak!..kakak!!.."azim tak bosan-bosan memanggil dari luar.
"azim Dateng itu ucap salam, bukannya teriak-teriak,nanti mbak bilang ke kakak mu biar dapet pendidikan yang lebih dari ini!.. sepertinya di sini kurang bagus makannya kamu kurang paham"Queen yang baru datang langsung saja menegur bocah itu sekaligus mengancam, rasanya Queen ingin tertawa melihat azim langsung pucat Pasih.
"mbak tega sekali!.."dengn wajah di buat sesedih mungkin.
"wah ini untuk mbak kan?.."tak menghiraukan tatapan sedih azim langsung saja mengambil sebuah keranjang dengn di penuhi sayur-sayura. segar, seperti baru di petik.
"iya mbak,ini untuk mbak dan kak Azmi,mbak masak tapi azim makan di sini ya?..azim capek tiap hari harus masak dulu baru bisa makan!.."dengan tatapan sedih,ya memang seperti itulah kehidupan di sini,bila tak masak maka tak makan, hidup mandiri tapi pengawasan yang ketat juga, walaupun di sini enak dengn suasana yang adem dan asri tapi tetap saja senyaman-nyamannya tempat tinggal pasti di rumah sendiri,apa lagi di sini harus melakukan dulu baru bisa di makan tau pakai,klau di rumah kan tinggal makan hidup enak.
kadang azim juga pernah berfikir kapan dia pulang,dia kangen sama umma dan abinya,huh jadi sedih Bayangin mereka makan enak sedangkan dia di sini susah susah.satu lagi jadi nyesel karena kejadian waktu itu dia jadi masuk di pesantren ini,tapi untungnya dia punya ipar yang cantik,baik kadang ngeselin juga kyk mbak Aqila.
melihat tatapan azim yang sepertinya hidup di sini tidak membuatnya betah,jadi Queen dengn suka rela menyuruhnya masuk kedalam.
Queen menatap bahan makanan yang sederhana,hanya ada sawi, kangkung, wortel,kentang,dan bahan lainnya,tidak ada ikan atau daging,klau mau ikan maka harus mancing tapi biasanya itu di lakukan siang nanti.
__ADS_1
azim masuk melihat kakaknya yang duduk di bangku panjang yang terbuat dari kayu.
"kakak,azim kangen banget!.."langsung memeluk Azmi begitu saja,seolah Anak kecil yang sudah lama berpisah dengn kakak tersayangnya,Queen yang melihat itu knp dia geli sendiri ya?..dia tau mereka kakak adik tapi sama saja mereka laki-laki dewasa.
Azmi Sampek kaget di peluk azim tiba-tiba tapi matanya beralih pada istrinya yang di belakang mereka,dengn cepat dia melepaskannya.
"apa belajar di sini tidak bisa membuat kamu tau caranya mengucapkan salam?.."tatapan Azmi seketika datar beda sekali tadi saat bersama dengan Queen.
"assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh kakak azmi yang paling guantenggg,tapi guantengggan azim sih!.."
Queen tertawa mendengar itu,dengn geleng-geleng dia menuju ke dapur yang kecil itu,meninggalkan mereka berdua di sana.
Queen melihat dapur yang sangat sederhana,merasa berada di era tradisional jadinya, melihat kayu yang untung nya ada,bisa di pastikan bukan klau tidak ada mereka harus ke hutan mencari kayu bakar?.
Queen melihat sekeliling yang lengkap walaupun Tidak ada yang spesial di sini,dia mencari korek api atau sejenisnya yang bisa menghidupkan api, tapi sama sekali tidak ada,jadi khawatir apa jangan-jangan dia harus menggunakan batu untuk menghidupkan api?..klau ia sebelum masak mereka sudah mati duluan.
Azmi dan azim yang bercerita lebih tepatnya azim yang asik berceloteh tentang keluhan dan kesenangan selama di sini,tapi berhenti kala mendengar suara teriakan itu.
"uhhh,mass!.."azim meniru suara kakak iparnya yang memanggil azmi,dia terkekeh geli mendengar,puas mengejek Azmi yang padahal tak peduli Azmi yang malah meninggalkan azim di sana sendiri sedangkan dia menuju ke dapur untuk melihat istrinya yang memanggilnya.
"ada apa qila?.."Azmi yang menatap Queen yang membersihkan sayuran,dan meracik bumbu makanan,Queen melihat Azmi dia pun berkata.
"hidupkan api!.."dengn menunjuk ke arah tungku.
Azmi menuruti keinginan itu,di saat Azmi ingin mengatakan sesuatu seseorang yang tak di undang muncul bagaikan jelangkung.
"wah mbak mau masak apa?.."seru azim yang duduk di tikar yang di duduki Queen dengn beberapa sayur yang sudah di rajang.
__ADS_1
"sup sayur!.. karena tidak ada daging kita sup sayur aja,yang penting sehat,HM..Azmi suka tumis kangkung atau sawi?.."Queen bertanya dengn mengupas bumbu yang di perlukan.
"semuanya mbak!.."semangat yang tinggi dia berkata dengn antusias.
"bagus deh engk perlu repot-repot klau gitu!.."
"mbak emng bisa masak?.."azim berkata seperti itu Karena tidak pernah melihat dirinya memasak, padahal selama tinggal di rumah Abi Usman, mertuanya,dia jadi pandai memasak khas indo jadinya bersama umma.
"kamu meremehkan mbak zim?.."sengaj dia buat sedih.
"eh..eh bukan gitu!.."azim gelagapan melihat itu,dia melirik Azmi yang dari tadi beraura gelap Tampa ia sadari karena terlalu asik bercerita.
"gawat!.."merasa sudah tidak aman lagi berada di sini,dia pun pamit dengn terburu-buru.
"mbak azim ke asrama dulu ya,hari ini ada pelajaran,nanti kalau udh masak jangan lupa kasih azim, nanti siap kelas azim ke sungai deh,cari ikan banyak buat mbak..dadah... assalamualaikum,kk azmi mbak!.."
Tampa menunggu mereka menjawab azim langsung melesat cepat pergi dari sana,Queen hanya menggeleng melihatnya,tak berubah-berubah kelakuannya.
Queen beralih menatap Azmi yang sudah bisa menyalakan api nya yang ternyata memakai korek api,Azmi duduk di hadapan Queen yang menatap azmi dengn heran melihat tindakan anehnya.
"ada apa?.."
"bercerita lah."datar nya bak tembok hidup.
"ha?.."cengo Queen tak paham,knp dengn pria ini sih,kesambet apa dia,Queen Sampek membatin jadinya.
"bukannya tadi asik bercerita dengn azim?..dia sudah pergi,jadi cerita dengn mas aja!.."
__ADS_1
Queen harus apa sekarang,dia harus tertawa atau menangis sekarang,apakah pria ini cemburu dengn adik sendiri?..yang benar saja, ada-ada aja,batinnya.