
Dalam keheningan mereka kini di kejutkan oleh sebuah alaram darurat, anggota darkness semua saling tatap,Queen yang sebagai ketua langsung mengambil alih iPad Angela yang berbunyi nyaring sebagai tanda bahaya,iPad Angela terhubung apapun yang terjadi di markas mereka tentu kalau seperti ini ada sesuatu yang berbahaya yang terjadi.
dalam kepanikan mereka,dan Queen yang terlihat sangat fokus dan tegang beberapa saat, bertepatan max tertawa seperti orang gila sekarang.
"Queen!..Queen!..kau tetap lah sama seperti dulu!..ceroboh dan bodoh!..apakah kau berfikir kami kesini Tanpa persiapan?.."tatapan remeh terlihat jelas dari wajahnya itu,sangat menjengkelkan.
Queen mengepalkan tangannya erat,seolah emosinya berada di genggaman itu, melihat Queen yang menahan marah, dari situ anggota darkness tau kalau ini masalah besar.
"zaen bawa mereka!..hari ini kita pulang!..siapkan helikopter ku!.."
ucapan yang dingin dan tajam baru pertama kali di lihat oleh keluarga Azmi membuat mereka merinding dan takut, sedangkan Azmi dia sudah tau mengenai sifat Queen seperti ini tapi tetap saja dia merasa terkejut.
mereka semua kompak menjawab dengn tegas,"siap Queen!!.."
Queen menatap Azmi dan keluarganya,kini tinggal dirinya dan keluarga Azmi sekarang,Queen ingin berpamitan pada suami dan mertuanya tapi ada rasa takut yang baru kali ini iya rasakan,tapi mencoba menekankan rasa takut itu dengan berjalan mendekati mereka,hanya baru beberapa langkah tapi suara teriakan yang membuat Queen sedih.
"jangan mendekat!..jangan dekati anak ku!.."sentak umma dengn wajah yang memerah,wajah yang sembab dengn tatapan kecewa jelas sekali terlihat.
"dia suami qila dan Kalian keluarga Qila kan?.."
"siapa yang mau menantu seorang pembunuh seperti mu!.."
deg!.
__ADS_1
ucapan umma dengn nada tidak Suka membuat Queen merasakan sakit di dalam dadanya,dia juga melihat adik iparnya yang juga tampak kecewa padanya dan pergi meninggalkan mereka.
"maaf untuk kebohongan qila selama ini!..qila terpaksa melakukan itu!.. bukan qila yang menginginkan berada dalam tempat suci ini, bukan!.."Queen menjelaskan dengan tatapan sendu,dari awal dia berada di sini bukan keinginannya jadi jangan salahkan ini pada nya sepenuhnya,Queen paham sekali mereka akan terkejut dan bereaksi seperti ini.
"kenapa kamu membohongi kami semua dan berpura-pura lemah dan bahkan hilang ingatan?.."
Queen menatap ayah mertuanya yang selama ini sangat baik padanya tapi kali ini terlihat jelas kecewa di wajah senjanya.
"maaf itu semua demi kebaikan saya dan kalian semua!..."Queen menunduk kepalanya sebenarnya dengn menghela nafas lalu melanjutkan kembali,"apakah kalian melihat betapa nekatnya pria itu?.."
mereka langsung membenarkan ucapan Queen walaupun dalam hati,"dia ayah angkat saya!..dan dia juga yang buat saya seperti ini!..klau boleh memilih Qila ingin tinggal di disini, kalian mengajarkan banyak tentang kasih sayang sesungguhnya dan arti hidup yang bahagia,.."Queen tersenyum getir mengenang masa lalunya,mereka pun melihat Queen seolah Qila yang mereka kenal,rapuh dan lemah.
"Qila sangat menyayangi kalian!..jadi tolong maaf kan qila yang berdosa ini!,sudah menjadi kebiasaan Qila membunuh orang, jadi.."
"hahaha,bila kalian berada di posisi ku dulu, kalian mungkin akan menangis histeris saat di paksa membunuh seorang wanita tua yang jelas-jelas sudah sekarat!.."Queen tertawa renyah dengn air mata yang tiba-tiba mengalir begitu saja tapi dengan cepat dia hapus.
"Queen!!..kau bahkan merendah kan harga dirimu!..demi mereka!.."
mereka kompak melihat kearah zien menurut Azmi tapi Queen tau itu adalah zaen yang sudah berada di belakangnya dengan menatap keluarga Azmi tajam.
"aku hanya menjelaskan!.."
"cih untuk apa?.. kalau mereka menyayangi mu mereka tidak mungkin tidak akan percaya apa yang kau katakan!.."ketus zaen pada nya,"cepat kita berangkat sebelum terlambat bila tidak ingin kau menyesal seumur hidup!.."setelah mengatakan itu zaen langsung pergi meninggalkan mereka yang menatapnya termasuk Queen.
__ADS_1
"aku pamit!.. kalian terkejut?..hehe pasti bukan!..."Queen menatap Azmi dengan tatapan yang sulit di artikan,"mas boleh memutuskan tetap bersama atau pisah!..aku tidak memaksa,sadar diri juga lebih baik"
setelah mengatakan itu Queen memeluk erat Azmi yang masih mematung,"jaga diri baik-baik,hm sampai jumpa!.."
Queen hanya bisa memeluk Azmi saja sedangkan Abi dan umma dia tidak berani melihat umma yang menatap musuh dirinya, walaupun mulut Queen sampai berbusa tidak akan merubah kalau dia seorang pembunuh,dan membuat mereka menerima apa ada dirinya.
Queen menatap mereka untuk sekian kalinya lalu berbalik dengan dengan langkah tegas dan tatapan lurus.
saat berada di luar Queen dapat melihat ada helikopter yang berada di lapangan yang luas itu dan beberapa anggota darkness juga, sedangkan anggota harimau putih bersama ketuanya sudah berada tempat yang aman sekarang.
"lupakan saja!.. dia tidak pantas untuk mu!.."
"siapa dirimu berani mengatur diriku!.."tungkas Queen dengn menatap tajam Zaen yang dari tadi selalu berbicara.
"dia__"
"berangkat!.."suara tegas Queen membuat zaen menghentikan ucapannya.
helikopter yang berangkat keatas dengan beberapa mobil mengikuti helikopter itu,kini pesantren sangat sunyi karena para santri yang masih dalam pengaruh obat dan kepergian darkness membuat suasana sangat sunyi.
di balik jendela Azmi menatap seseorang yang Pergi meninggalkannya,ada rasa sesak di dadanya seolah kehilangan sesuatu yang membuatnya hampir tidak bernafas.
"Qila!.."lirihnya.
__ADS_1