
"bi!.."
Abi langsung menoleh kepada istrinya yang tampak lesu,kantung mata membuktikan bahwa dia tak cukup tidur,sama halnya dengan dirinya sendiri, menyelidiki kasus ini membuat tak punya waktu untuk istirahat, Untung lah masih ada Faisal dan beberapa sahabat nya yang mengusut masalah ini Sampai tuntas.
sekeluarga tidak menyangka kalau ini semua ulah rekan bisnis mereka,sangat nekat sekali, hingga ingin meratakan pesantrennya, sangat dengki dan iri pada keluarganya sampai-sampai ingin mencelakai orang yang tak bersalah juga, sedangkan orang yang ikut serta dalam kasus ini sudah penjara seumur hidup,pelaku utama jelas mendapatkan hal lebih berat,seharusnya!...tapi karena uang!..jadi hanya di penjara satu tahun,memang uang adalah segalanya!.tak peduli dia salah atau benar kalau ada cuan,maka semua beres.
rasa takut dan bersalah itu yang Abi rasakan,takut terjadi sesuatu yang akan menimbulkan korban banyak,dan bersalah karena dia masih belum bisa menjaga keluarganya, membuat anak dan menantunya berbaring tak sadar diri di depannya.
"semua sudah selesai umma!..tak perlu khawatir!.."Abi memeluk istrinya dan mengelus punggungnya dengan pelan.
"mereka jahat!..hiks!.."
kan umma langsung banjir lagi!..dia langsung menangis kalau teringat kejadian anak dan menantunya berlumur darah.sangat mengerikan!.
Abi yang menenangkan umma,maka azim kini melihat kakak dan iparnya dengan sendu,"bi!.. bukannya kata dokter mbak Qila tidak memiliki luka parah?.."
pertanyaan Azim sama persis seperti apa yang umma fikirkan, walaupun luka gores-goresan itu masih terlihat tapi setidaknya Queenna sudah siuman.
Abi ingin menjawab pertanyaan azim tapi langsung tersentak mendengar suara Azim yang bersemangat.
"tangan Kakak gerak!!.."
azim yang kesenangan langsung memencet tombol pemanggil dokter,tak lama dokter datang dengan buru-buru.
__ADS_1
mereka semua menuggu hasil dari pemeriksaan dokter itu yang tampak serius menangani Azmi, terlihat dokter itu menghela nafas dengan lega,"keadaan sudah mulai membaik, sebentar lagi anak bapak akan siuman!.."
perkataan dokter itu membuat mereka lega,bahkan mereka bersyukur dalam hati.
"bagaimana dengan menantu saya dok!.."Abi tidak bisa kalau tidak bertanya saat ini.
dokter itu memeriksanya dengan menyerngitkan dahinya, ekspresi wajah dokter itu membuat mereka yang tadi bersyukur senang kini malah deg degan.
"kondisinya sudah pulih,hanya saja...."ucapan dokter yang menggantung membuat mereka tak sabar akan kelanjutannya.
"kenapa dok!.."
"hanya saja menantu ibuk dan bapak sedikit aneh,dari pasien lainnya!.."perkataannya dokter yang berbelit-belit membuat mereka semakin tak paham.
deg!
jantung mereka langsung berhenti sekarang,umma sampai ingin ambruk,tapi untungnya ada Abi yang menangkap umma cepat.
"maksud dokter!.."
semua tatapan langsung terarah pada Azmi,semua orang langsung terkejut melihat Azmi yang tersadar,namun ekspresi yang sungguh, mengerikan!.
...
__ADS_1
azmi memeluk tubuh Queen dengan erat, walaupun tubuhnya masih sakit tapi hatinya lebih sakit melihat wanita yang ia cintai kini tak sadarkan diri,Azmi menciumi wajah pucat istrinya, teringat jelas saat kejadian malam itu yang mengakibatkan mereka seperti ini.
"sayang bangun!.."antara sadar atau tidak sadar Azmi menganggap orang yang berbaring saat ini adalah istrinya,Queen..bukan Queenna.
clek!
pandangan Azmi langsung teralih pada beberapa orang yang masuk,Azmi ingin duduk namun Abi langsung melarangnya.
"assalamualaikum Abah!..apa kabar!.."Azmi yang sebenarnya segan pada gurunya itu namun abinya malah melarangnya duduk.
"waalaikumsalam!.. Alhamdulillah Abah baik!..gimana kondisimu Azmi!..maaf Abah baru sempat datang!.."
"sudah mendingan bah!.."Azmi menatap wajah senja gurunya itu,dia adalah Abah Umar!.. gurunya dahulu dan guru azim Sekarang.
Azmi mengikuti pandangan Abah Umar yang mengarah pada istrinya.
"kenapa bah?.."Azmi bertanya dengan nada khawatir.
Abah umar baru saja ingin mengatakan sesuatu yang penting namun tak jadi karena tiba-tiba ada orang yang langsung menerobos masuk.
semua orang terkejut, termasuk Azmi tapi langsung cepat mengembalikan ekspresinya.
"Kalian!.."
__ADS_1