Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
40


__ADS_3

"mereka kurang ilmu atau gimana?.. sangat di sayangkan tumbuhan langka seperti ini di sia-siakan. "queen berjalan menelusuri kebun sayur maupun buah,rencananya tadi akan memetik buah untuk suaminya yang lagi sakit namun sepertinya tujuan awal akan menjadi yang sekian setelah apa yang iya dapat di sini.


"Ning saya tinggal dulu ya,masih ada kelas sore!.."seorang ustadz yang menemani queen ke kebun kini pamit pergi.


"makasih ustazah,maaf repot gara-gara Aqila!.."


ustazah itu tersenyum manis,dia senang sekali melihat prilaku Ning mereka yang ramah dan baik satu lagi Tampa polos sekali,Tampa tau di balik itu semua ada sebuah duri yang penuh racun mematikan.


setelah kepergian ustazah itu,queen kembali memetik tanaman langka yang mungkin mereka anggap rumput kecil Tampa tau khasiatnya yang luar biasa,dia sengaja berlama-lama di sini,karena sedikit enggan kembali ke rumah,sudah tau kan apa sebabnya?,ya umma lah,. sedikit memberi waktu wanita itu agar tenang karena sesungguhnya dia bukan orang yang pandai menenangkan seseorang.


"eh itu bukannya Aqila ya?.."


tuk


"aduh,apaan sih,sakit tau!.."


"dia itu Ning loh,siapa kamu seenak manggil menantu kiyai dengn sebutan nama!.."


"ya elah orngnya pun engk dengarnya,lagi pula aku heran suami lagi sakit dia kok di sini!..dan liatlah dia udah engk waras kah?..masak ngambil rumput,bodoh kah?.."


plak!


"aduh!..sakit tau"tatapan kesal pada temannya itu.


"bicaramu engk sopan,ayok pergi jangan ikut campur aku engk mau kamu kena masalah.."Tampa menunggu langsung menyeret temannya ini pergi dari sana,Tampa mereka tau ada sepasang mata memperhatikan mereka saat mereka pergi.


"bocah ingusan!."


.


"assalamualaikum!.."

__ADS_1


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.."


"kenapa lama sekali nak pulangnya!.."Abi khawatir dengn menantunya ini yang mana tau dia pergi karena sikap emosional umma tadi, walaupun tadi sudah izin ke asrama belakang santri yang ada perkebunan untuk santri² di sana,yang cukup luas juga.


"Abi Aqila bawa buah tadi sedikit..hehe.."cengiran andalannya saat berada di keluarga ini.


"huf.. syukur lah,yaudah taruh di dapur lalu bersih-bersih.."ujar Abi perhatian karena bukan karena menantunya pasti anaknya sekarang lagi kritis atau bahkan tak selamat.


"baik kiyai Usman yang terhormat,baik dan bijak sana!..saya laksanakan!!.."


candaan itu membuat Abi tertawa dengan geleng-geleng kepala.


"ada-ada saja!.."walaupun dalam hati senang Aqila tak berubah seperti tadi,yang bahkan membuat tercengang karena sikap yang berubah drastis tadi.


.


queen membersihkan diri terlebih dahulu,lalu beralih pada pria tampan menawan yang masih terbaring di atas kasurnya,dia membersihkan tubuh Azmi dengn sedikit canggung tapi mengingat kelakukan yang bisa menghabisi seseorang Tampa busana tidak lah canggung seperti ini,tapi ini kok Laen.


setelah selesai membersihkan dia memasang celana,Tampa baju agar tidak menunggu luka bahunya hanya di tutupi oleh selimut tebalnya,queen menyimpan tanaman yang iya ambil tadi,dan di simpan untuk di jemur besok.


tidak ada jawaban dari wanita paruh baya itu yang masih berkutat dengn peralatan dapur,queen merasa umma masih blm bisa menerima atau bahkan marah dengnnya soal tadi,jadi dia hanya diam dengn membantu-bantu seadanya walaupun terlihat jelas klau dia tak di kasih mengambil satu pun,saat ingin membalik ikan tapi dengn cepat sepatula/Sutil nya di ambil,begitu juga saat akan memasak lainya.


jengah?..jelas lah,heran?..juga knp sebenarnya wanita ini.


"umma kenap___"


grep


"hiks..hiks..maaf!."


queen langsung paham sekarang, diapun mengelus-elus punggung wanita itu yang menangis di pelukannya.

__ADS_1


"maaf nak..umma ta-tadi..."


"engk papa umma,lagian Aqila tau kok umma saat itu sangat khawatir dengn putra umma,Aqila paham kok.."


"makasih nak!!..hiks!..hiks!.."


"udah umma jangan nangis klau gini kapan kita siap masaknya..eh umma?.."


keduanya langsung terdiam dengn saling pandang,laku mereka dengn cepat melihat asap di penggorengan.


"ikannya gosong!!.."


.


kini mereka menyajikan makanan di atas meja Tampa kehadiran Azmi,kini ketiganya terduduk dalam diam,yang satunya tercengang yang keduanya menatap satu sama lain dengn cengiran khas mereka masing-masing.


"gosong?.."baru kali ini istrinya yang jago masak kini menghidangkan sebuah ikan gosong di depannya.


"hehe iya Abi!.."kompak mereka dengn saling pandang kembali.


"itu masakan kami khas untuk Abi,.."


uhuk..uhuk..


abi langsung tersentak air liurnya sendiri, buru-buru umma mengambil air minum.


"knp bi?.."


"engk papa umma!..ayok makan!.."dengn terpaksa memakan makanan yang di hidangkan di meja termasuk ikan gosong itu.


queen melihat itu bukannya merasa bersalah tapi tertawa kecil, diam-diam dia dan umma mengacungkan jempolnya,hal itu tak luput dari pendangan abi yang diam-diam senang karena mereka sudah baikan.

__ADS_1


" gosong-gosonglah asal mereka berdua akur kembali.."


Abi tau mereka mereka jahil padanya tapi dia makan dengn santai seolah rasa gosongnya kini jadi nikmat karena mereka,mereka berdua yang malah terkejut bisa-bisanya Abi makan gosong seperti itu padahal mereka hanya bercanda tadi,tapi Abi malah bilang ini enak,aneh.


__ADS_2