
"akhhh!.. kalian sungguh membuat ku murka!.."
Kenzo berteriak marah, dengan membabi-buta dia menghajar mereka semua Tanpa ampun,Kenzo melihat sekeliling yang sudah menjadi genangan darah,Kenzo sangat kesal karena mereka dia membuang waktu berharganya.
Kenzo berjalan cepat menuju tangga,entah kenapa firasatnya mengatakan kekasihnya ada di atas sana,saat sudah sampai di atas dia mendengar suara tembakan kuat tak jauh darinya.
"Lucia!..Queen!.."
...
"hahaha!.. kalian terjebak!..Hem gimana kalau Al kasih pilihan lagi!..Queen ikut Al maka wanita lusuh itu akan bebas!..gimana?.. menarik kan?.."
Queen sama sekali tidak perduli Dengan ucapan Alberto yang mengada-ada,dari pada ikut pria itu mending dia menghajar pria itu hingga titik penghabisan, hidup dan mati itu urusan terakhir lah dari pada harus menyerahkan diri pada pria itu dengan cuma-cuma.
"cih mimpi!.."
Queen mendorong Lucia yang ketakutan ke pintu balkon yang cukup tinggi dan di bawahnya ada kolam renang cukup besar.
"Queen kenapa kau jadi pembangkang!..kau tau aku tidak akan jadi segan pada mu!.."Alberto masih mengarah pistol dengan langkah pelan kedepan.
"dari pada harus ikut dengan mu lebih baik aku mati sini!.."
ucapan pedas Queen sangat menghina Alberto,dia mengeraskan rahangnya dengan urat-urat yang terlihat jelas.
dor!..
Queen sudah tebak arah tembakan Alberto langsung saja mengambil alih Lucia agar tidak terkena,Queen menatap tajam Alberto yang tampak menyeringai pada dirinya.
bugh!..
tendangan kuat membuat Alberto hampir saja jatuh dari lantai dua itu,masih bernasib baik karena ada pagarnya kalau tidak mungkin Alberto sudah terjun bebas ke bawah.
"Ken!.."
Lucia menatap kekasihnya dengan penuh rindu, sangking rindukan dan takut dia menangis lebih kencang sekarang sambil berlari memeluk erat Kenzo yang mencoba menenangkannya.
"lambat!"
kenzo menatap Queen yang berekspresi datar pada dirinya,Ken tersenyum dan berkata,"kuncian nya cukup kuat!. "Quen mengerti maksud Kenzo adalah rantai Alberto tadi.
__ADS_1
"aggrrrhhhh!..kali ini aku akan membunuh kalian!..matilah!.."
Alberto seperti orang yang kesurupan langsung menerjang kearah Kenzo,tapi dengan sigap Queen memukulnya kuat membuat pria itu memuntahkan darah dari mulutnya.
"pergilah!..bawa kekasih mu dari sini!.."perintah Queen tegas, hutang nya ada Kenzo telah terbayar kini hanya menyingkirkan satu hama saja sebagai bonusnya.
Kenzo mengangguk pelan,Kenzo tidak terlalu khawatir dengan Queen yang ahli dalam bela diri Yang dia khawatir adalah kekasihnya ini yang akan menjadi trauma baginya.
Kenzo langsung saja menggendong Lucia yang sudah tertidur dalam pelukannya,entah karena lelah atau pelukan Kenzo membuatnya jadi aman tanpa sadar dia malah tertidur di situasi seperti ini.
Kenzo bergegas keluar dari gedung itu,baru sampai bawah dia sudah mendapatkan empat orang dengan keadaan acak-acak.
"Kenzo!.."
zien menatap tajam kenzo,zien kenal siapa Kenzo yang sudah di juluki belut karena sangat susah menemukannya apalagi menangkapnya, anggota darkness tidak punya masalah dengan anggota Kenzo,tapi tidak berhubungan juga,saat melihat Kenzo ada di sini dengan seorang wanita di tangannya, membuat zien tau apa yang terjadi sekarang.
"di mana Queen!.."
Kenzo ingin menjawab tapi sebuah tembakan yang besar membuat mereka mengalihkan perhatiannya,mata mereka membelalakkan terkejut saat apa yang di lihat.
"Qila!!..."
deg!
jantung Queen seakan berhenti saat melihat siapa yang berada di bawah saja.
"mas!.."lirih Queen yang menatap azmi
rindu.
"awas!!.."
teriakan Mereka di bawah menyadarkan Queen saat itu juga,dia langsung menangkap pisau Alberto yang tepat mengarah pada wajahnya.
"sialan kau Alberto!.."maki Queen pelan,takut saja Azmi akan mendengarnya, walaupun itu mustahil karena jarak yang cukup jauh, bicara biasa saja tidak akan kedengaran kecuali berteriak.
"siapa pria itu!.."
jangan fikir Alberto tidak melihat tatapan Queen yang membuat dia panas sendiri, ingin rasanya membunuh mereka semua.
__ADS_1
"suami ku!sayang ku!..cinta ku!.. separuh jiwa ku!.."
Queen mengatakan itu dengan tersenyum menatap Alberto yang berwajah mengerikan sekarang.
"tidak ada siapapun yang boleh memiliki mu!.."
Alberto benar seperti orang kesurupan sekarang,dia mendorong Queen dengan kuat,Queen tak sigap terjatuh kebawah, sebelum itu Queen dengan cepat juga membalik pisau itu ke jantung Alberto, seketika keduanya terjatuh secara bersamaan tapi berbeda tempat.
Queen merasa terbang Sekarang,rasanya menyenangkan sekali,tapi sangat tidak bertahan lama,karena suara teriakan dari arah depan gedung itu.
"Qila!!..Queen!.."
byurrrrrr!!..
pernafasan Queen terasa tersedak karena air, tubuhnya lemah karena pertarungan dengan Alberto tidak ringan,ingin dia memanggil mereka untuk menyelamatkan dirinya tapi rasa tidak sanggup,air yang tadinya jernih kini berubah menjadi merah akibat lukanya.
perubahan itu sangat jelas sekali, membuat mereka yang lumayan jauh dari sana tapi terlihat jelas karena tidak ada penghalang sama sekali,menjadi khawatir, apalagi Azmi dia berlari kuat dan masuk ke dalam air tanpa ragu.
kemunculan Azmi dengan mengendong Queen ke tepi kolam renang.
"sayang bangun lah!.jangan buat mas takut!.."wajah azmi pucat bahkan hampir menyerupai wajah pucat Queen yang sedang berbaring,Azmi sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang tidak sadar diri, apalagi melihat betapa berubahnya air jernih itu menjadi mereka, membuatnya merasakan seakan ingin mati.
azmi membuat nafas buatan,dan berkali-kali menekankan dada Queen,sedangkan mereka yang melihat Azmi seberusaha mungkin menyadarkan Queen kini saling pandang.
mereka tidak khawatir dengan kondisi pemimpinnya,karena klau hanya seperti ini dia tidak akan mati,tapi melihat betapa khawatirnya azmi membuat mereka menjadi kasian.
uhuk!..uhuk!..uhuk!
"Qila!..Qila gak papakan?.."Azmi langsung memeluk erat Queen tanpa celah,tanpa segan dengan mereka,mereka lah yang membalikan tubuhnya,dari pada melihat kemesraam mereka berdua, sedangkan Kenzo mah enggak iri karena pujaan hati ada di gendongannya,dia malah mencium Lucia yang sedang tertidur sekarang.
ketiga orang menatap datar Kenzo yang mengejek mereka seolah tak punya pasangan.
"aku akan mengambil mobil!.."zien pergi dari sana tanpa menunggu jawaban mereka.
"ikut!.."Angela mengikuti zien dari belakang,dari pada jadi obat nyamuk mending dia ikut bersama zien.
kini tinggal zaen di sana yang bingung mau ke mana,"ambil mobil ku tidak jauh dari sini,aku tau kau risih melihat kami!..cup!.begini!"
Kenzo tertawa melihat raut wajah zaen yang tak enak,tanpa membantah dia mengambil kunci mobil Kenzo dan pergi dari sana juga.
__ADS_1
"sialan bisa-bisa nya mereka bermesraan di depan orang jomblo!.."maki zean kesel, apalagi melihat Kenzo tadi yang malah sengaja mengecup bibir kekasihnya di depannya, sungguh membuat jomblonya meronta-ronta meminta pasangan.