
disisi lain tepatnya di taman pesantren queenna tertawa terpikal-pikal sambil memegang perutnya yang sakit akibat terlalu lama tertawa. bahkan ia sampai cekikikan sendiri membuat suasana semakin dingin dan seram,santri santri yang terkadang sering berkeliaran tapi malam ini seakan tahu ada sesuatu di luar sana.
"duh..duh.hahahaha lucu banget sih! sakit perut gue!.."
"ugh..amis lagi!.."
queenna yang sangat gabut di dalam kamar membuatnya diam-diam keluar dari balkon dengan turun di tepi dinding dan langsung meloncat agar tidak ketahuan oleh orang ndalam.dia sudah berencana akan melakukan yang membuatnya tidak bosan alhasil dia membuat tema jadi kunti yang menjahili penjaga pesantren queenna tak lupa menggores tangannya untuk mengambil darahnya sedikit agar dirinya menjadi amis,karena tidak mungkin dia mencari binatang atau lainnya agar bisa mendapatkan darah kan?
berasa kaya vampir!
wah luar biasa idenya yang bisa membuat penjaga terkejut bahkan ada yang pingsan.
disaat Queenna asik pada dirinya dia merasa ada seseorang yang memperhatikannya membuatnya menatap tajam di sekitar.berjalan ke arah belakang pesantren yang lumayan gelap, hati dan tubuhnya marasa ada sosok lain dekat pagar itu yang sepertinya tidak dijaga oleh penjaga pesantren.
saat Queenna akan melangkah menjauh tiba-tiba telinganya terasa panas dan sakit sekali.
"arggghhh!.."
dengan perasaan kesal queenna membalikkan tubuhnya namun rasa kesal nya gini langsung diganti rasa terkejut matanya membelalak namun malah diganti dengan ringisan dalam hati.
...
"aduuhhh!.. kalau enggak niat ngobatin nggak usah!.."kesel queenna dengan nada yang dinaikkan.
Azmi menatap Queenna dingin menutup mulutku Queenna dengan kain karena kesel. azmi juga sengaja menemukan luka yang sengaja queenna lukai tadi.
__ADS_1
"jangan berulah! apalagi sampai melukai istriku aku tidak peduli padamu tapi pada tubuh istriku!.."
deg!
Azmi tetap Azmi, baik dulu maupun sekarang dia tetap sama, memiliki mulut pedas pedas cabe rawit satu kilo. Jelas Queenna tersinggung mendengar ucapan azmi tapi dia diam menatap azumi tak bersahabat.
"gue ancurin tubuh istri lu baru tahu rasa,..biar mati bareng!"batinku Queenna kesel.
kesel karena azmi,dan kesel juga karena ketahuan dan apalagi gara-gara azmi queenna tidak dapat memastikan siapa sosok yang tersembunyi itu.
saat kedatangan azmi tadi membuat Queenna kesel sendiri.
"apa sih sakit tau!.."queen menepis tangan azmi yang berada di telinganya, dengan menatap azmi marah.
"gue gabut!.."ucap Queenna santai tanpa merasa bersalah.
"gabut?..jahilin penjaga?.."
queenna langsung tersentak kaget saat azmi tau perbuatannya,tapi Queenna mencoba santai dan mengatakan dengan nada ketus.
"Lo tau kenapa nanyak?..ada yang pingsan loh tadi,gila!..gue bisalah jadi pemeran Suzanna itu.."bangga Queenna dengan menepuk dadanya.
"tapi Lo kok gak takut ya!.."Queenna sengaja memajukan wajah yang penuh makeup dan darah asli itu untuk menakuti azmi namun Azmi Bahkan tidak bergeming dari tempatnya,pria itu malah menatap tajam Queenna yang lagi-lagi bertingkah.
saat azmi ingin menegur Queenna tapi bau amis queenna langsung tercium oleh nya karena bertepatan angin menyeruh padanya membuat bau amis menyengat ke arah Azmi.
__ADS_1
"darah!..dari mana?.."
"ini gue gores tangan dikit biar kayak beneran gitu darahnya!.."ujar Queenna tanpa masalah dan dengan santai memperlihatkan tangan mulus yang sudah tergores di sana,bahkan darah masih mengalir.
seandainya tatapan Azmi memiliki laser mungkin Queenna sudah mati akibatnya,tampa aba-aba Azmi menarik tangan sebelah kanan Queenna yang tidak terluka kerumah tanpa perduli Queenna yang protes,bahkan saat ingin memberontak tapi tenaga Azmi seperti berkali-kali lipat saat ini membuatnya hanya pasrah mengikuti.
perasaan azmi tidak dapat digambarkan saat ini, dia baru saja ke mushola pesantren untuk melaksanakan shalat sepetiga malam, semenjak tidak ada queen, dia sholat selalu di mushola seperti saat ini,sedikit heran karena suasana sunyi sekali padahal biasanya satu atau dua santri pasti ada yang berkeliaran tapi kini tidak ada sama sekali,selesai sholat azmi mendengar keributan di luar pagar membuatnya berinisiatif ke sana.
melihat kerumunan di luar sana membuat azmi tergesa-gesa menjumpai mereka,penjaga keamanan terkejut dan takut azmi yang tiba-tiba muncul tapi erix si penjaga keliling pesantren bercerita apa yang terjadi.
pertama azmi mendengarnya itu sangat aneh tidak langsung mengatakan apapun karena masih berfikir tentang kuntilanak jahil, sangat aneh bukan?
azmi berkeliling di dalam pesantren untuk mencari kebenaran apa yang di bilang penjaga tadi,samar-samar azmi mendengar suara cekikikan, tidak ada rasa takut azmi dia malah menuju ke arah suara untuk memastikannya.
pertama iya lihat adalah sosok berbaju putih dengan rambut tergerai berantakan sedang cikikikan di tanah sekitar taman pesantren.
Azmi hanya memperhatikan sosok itu dari kejauhan apalagi melihat tingkah makhluk itu aneh dan Azmi yakin itu manusia, karena kakinya bersentuhan di tanah.
saat akan menghampiri tapi makhluk itu berjalan dengan tatapan waspada. entah apa yang dia lakukan Azmi hanya mengikuti dari belakang dan mencari kesempatan untuk menangkapnya. walaupun dalam hati sedikit mengarah pada Queenna yang diketahui jahil.
tapi tidak disangka kerusuhan yang dibuat Queenna membuat penjaga nya pingsan. Membuat Azmi kesel dan marah, apalagi saat mengetahui Queenna melukai tubuhnya.
tak tahu apa yang dirasakan nya saat ini, Queenna benar-benar keterlaluan.
tanpa mereka berdua sadari ada sosok di kegelapan yang melihat dan tersenyum miring kepada mereka,sosok tersebut seketika menghilangkan di kegelapan malam yang hanya menyisakan angin malam.
__ADS_1