
berjalan dengn sedikit tergesa-gesa,Queen khawatir pria yang sudah menjadi suaminya itu akan dan menghukumnya Giman?.. membayangkan menghafal ayat Al-Qur'an membuat Queen bleng, untung tadi ummi Imah ramah dan menerima alasan Queen tadi, Karena Queen yang mengajak Imah yang berenang terlalu jauh membuat juga harus tanggung jawab atas ini, sedikit berbohong dia,dia mengatakan Karena terlalu kesenangan di sana Sampai lupa waktu, hanya seperti itu saja ummi Imah langsung percaya padanya.
'jangan di ulangi lagi,engk baik pulang magrib-magrib untuk anak gadis dan untuk kamu nak Aqila yang sudah punya suami!..'
kata-kata yang sederhana tapi enak di denger dan di terima oleh logika dan hati.
Queen merasa suasana di sini sangat dingin sekali, banyak santri² berlawanan arah padanya,karena mushola berada tidak jauh di rumah Abah, sedangkan rumah yang ia tempati sekarang berada di ujung dari mushola jadi mereka berlawanan arah.
di saat Queen melewati sebuah jalan di dekat kebun dia tiba-tiba mendengar suara samar-samar di sana, seperti mengatakan sesuatu tapi entah apa itu, takut?..oh tentu saja tidak,Queen tidak takut seperti ini,dia sudah terbiasa dalam keadaan seperti ini jadi saat mendengar suara aneh di dalam kebun membuat Queen malah penasaran,dia masuk ke sana dengn perlahan, walaupun percahayaan minim di sana.
__ADS_1
"takdir tetap takdir!..tapi selagi berusaha maka itu lah takdir yang sesungguhnya!.."
Queen menoleh ke kanan ke kiri,dia sangat mendengar suara aneh tadi, seperti suara bisikan pelan tepat di telinganya,Queen sangat tidak percaya di sini ada hantu atau sejenisnya,hal itu membuat menatap waspada ke sekeliling,apa mungkin ada orang yang mengerjainya?..tapi menurut cerita Azmi di sini santri² sangat lah nurut dan tidak pernah buat ulah,jadi siapa tadi?..dan apa maksud perkataannya?.
"ngapain?.."
Queen melompat terkejut langsung menangkis tangan yang memegang pundaknya,dia juga memberi jarak juga dari orang itu,tapi saat melihat siapa orang yang memegang dia merasa lega sekarang,dia fikir orang yang mengatakan tadi padanya.
"pulang!!.."azmi langsung menarik tangan Queen Tampa penolakan,Queen yang merasa ada sesuatu yang tidak beres dlm hati Azmi hanya menurut saja,apa lagi ini sudah sunyi karena semua orang pada melaksanakan sholat Maghrib saat ini.
__ADS_1
sebelum pergi jauh Queen sempat melihat kearah kebun buah dan sayuran di sana,tapi merasa tidak ada apa-apa jadi semakin penasaran siapa tadi?.
"dari mana tadi?..,kenapa tidak pulang saat sudah sore?..apa Aqila tau peraturan di sini apa?..kamu Taukan Aqila kita baru datang jadi jangan buat ulah!..saya tau kamu bisa bela diri tapi ingat kamu itu juga wanita!.. walaupun di sini terlihat aman tapi tak sepenuhnya aman,di sini adalah pegunungan yang pastinya ada banyak binatang buas yang bisa saja melukai kamu klau sampai binatang itu bisa melewati pagar pesantren ini?..kamu mau itu!.."
Queen terdiam mendengar suara tinggi Azmi,dia tau di salah hanya telat sedikit tapi knp suaminya ini malah berlebihan seperti ini?..Queen sama sekali tidak sadar bahwa Azmi dari tadi sangat khawatir padanya,bahkan hampir saja mengadu pada abah Umar tadi klau istrinya blm pulang,tapi saat di perjalanan dia malah melihat Queen yang masuk ke dalam perkebunan,sontak saja Azmi khawatir.
bukan Tampa alasan dia seperti itu,tapi ini adalah cerita nyata yang terbukti oleh dirinya sendiri saat di sana,tepat saat magrib juga,cerita di pesantren ini bahwa di kebun itu seperti ada sosok misterius yang memberikan tahu masa depan atau petunjuk bagi mereka yang berada di sini,tapi itu muncul saat di waktu yang tidak tentu,dan kita tidak tau oleh siapa itu,tapi bagi Azmi sendiri dia merasa takut klau itu hanya tipu-tipu orang yang jahil dan takut akan mencelakai mereka di sini.
"ayok kita ambil wudhu!..kita sholat di sini saja!.."tegasnya lalu menuju tempat wudhu umum yang memang di sediakan oleh pesantren.
__ADS_1
Queen menghela nafas,berasa mendapatkan ceramah panjang tadinya,mau minta maaf tapi enggan,malu.