
hari yang di tunggu-tunggu Azmi dari semalam akhirnya tiba,hanya karena penasaran yang tinggi akan mengetahui identitas istrinya ini membuatnya bahkan hampir tak bisa tidur,Azmi bertekad dalam hati apapun identitas Queen yang sesungguhnya dia akan menerima nya dengn lapang dada,janji tetap lah janji maka Azmi harus menepati apapun itu.
pagi ini bukan hanya mereka berdua saja yang pulang tetapi azim juga di izinkan pulang untuk beberapa hari ini,azim yang mendengar itu membuat dia kesenangan bahkan klau tidak ada orang selain dirinya di sana mungkin dia akan loncat-loncat seperti anak kecil sekarang,ini lah yang di tunggu-tunggu azim,dia sudah sangat merindukan kedua orang tuanya terutama kasur kesayangan nya yang paling iya rindu.
hidup di sini memang membuat dia belajar banyak, walaupun di sini enak tapi dia masih suka berada di rumah dan dekat dengn kedua orang tuanya.
"Azmi Abah hanya berpesan agar kamu menerima apapun yang akan terjadi ke depannya dengn sabar dan berfikir dingin!.."suara Abah umah yang sengaja di pelan kan.
Azmi mengangguk mengerti,"baik Abah, terima untuk ini semua, titip salam juga yang moyang Abah!.."Azmi bersyukur menemukan guru seperti Abah Umar yang walaupun dia tegas tapi sangat penyayang terhadap santrinya, walaupun itu dia hanya santri satu tahun di sini tapi Abah Umar tak pernah membeda-bedakan dirinya dengan santri lain.
"berjuang lah!.."singkat Abah Umar dengn tersenyum, mendengar kata berjuang Azmi seolah tau apa yang di maksudnya.
setelah percakapan perpisahan mereka dengn Abah umah dan beberapa santri yang sudah mengenal mereka,kini mereka berada di dalam mobil dengn suasana hening.
Azmi mengendarai mobil dengn tenang,Queen membuka iPad nya mencoba mencari jaringan cepat entah kenapa dirinya mereka gelisah dari kemarin,ingin menghubungi seseorang tapi sinyal Yang sama sekali tidak ada membuat Queen hanya bisa menekan rasa gelisahnya dalam hati, sedangkan Azmi yang berada di belakang dia malah santai tertidur, padahal ini masih lah pagi.
__ADS_1
"kenapa?.."Azmi memegang tangan Queen dengn lembut,dia bertanya dengn nada berperasaan ada rasa penasaran dalam pertanyaan karena melihat Queen yang gelisah.
"hm..engk papa!.."Hanya di balas senyuman yang terlihat paksa.
"mas!.."panggil Queen dengn menatap lurus kedepan.
"hm!..ada apa?.."Azmi melihat wajah istrinya sebentar lalu berfokus kembali ke depan.
Queen ragu mengatakan ini, membuatnya hanya terdiam saja,Azmi yang baru saja ingin bertanya tapi terhenti suara iPad Queen yang tiba-tiba memunculkan suara.
maaf Queen membelalakkan saat apa isi kode itu,'gawat!."
"kecepatan penuh pulang ke pesantren!.."wajah Queen yang tadinya masih santai dan lembut kini berubah drastis menjadi seseorang antagonis yang kejam bahkan Azmi saja sampai shock akan hal itu tapi dia langsung melajukan mobilnya sesuai arahan Queen.
Azim yang lagi enak-enakan tidur juga kaget karena hampir saja di jatuh karena kecepatan mobil yang Azmi buat,azim kesel karena itu dia melihat sekeliling yang ternyata sudah berada di kota tapi kok aneh?..suasana di mobil ini mencekam.
__ADS_1
azim tak tau ini ada apa-apa tapi yang jelas wajah kakak nya tegang dan kakak ipar nya juga berubah drastis,dia memiliki mata yang tajam dengan wajah datar dia mengotak-atik iPad nya.
"sialan!..aku kecolongan!.."batin Queen kesal,tapi dia menghela nafas perlahan jangan sampai membuat dua orang yang berada di mobil ini ketakutan karenanya.
"ada apa Qila?.."
Queen menoleh kearah Azmi dengn senyum tipis,lalu menjawab"bersiaplah menerima pertunjukan yang menarik!.."Azmi sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud istrinya ini, pertunjukkan?... pertunjukan apa?..
"berfikir lah bila itu kenyataan atau tidak!.."kata-kata Queen seperti sebuah ungkapan yang belum jelas,azim saja yang mendengar itu di buat bingung apalagi nada bicara ipar nya ini sangat berbeda bahkan azim yang biasanya cerewet kini bungkam karena takut.
mbak ipar nya yang dulu selalu senyum dan ramah juga nada bicara yang lembut tapi sekarang seolah melihat seseorang dalam diri ipar nya yang sudah menjadi seseorang yang dingin,tak berekspresi dan nada nya juga tegas,Azmi tak terlalu terkejut akan hal itu karena dia sudah mengetahuinya yah walaupun dia kurang nyaman dengn ini.
suasana hening kembali,kini mereka berfokus kembali pada fikiran masing masing,Queen ingin menggunakan Vidio call untuk menghubungi anggota tapi mengingat di sini ada mereka jadi dia hanya mengetik pesan untuk mereka, walaupun keadaan genting seperti ini Queen langsung dapet ide untuk menyelesaikan nya,jangan terburu-buru langsung membunuh iblis itu hal itu sama saja menjerumuskan diri sendiri dalam bahaya,kita ikuti drama mereka dulu.
"tidak salah aku memilih kalian waktu itu!.."Queen merasa bangga mendapatkan anggota selalu waspada dan bergerak cepat walaupun dirinya tidak ada.
__ADS_1
"mas tidak tau ini ada apa Qila,tapi mas berharap ini tidak merusak hubungan yang baru saja kita jalani!.."