
mobil Azmi baru saja sampai di gerbang tapi saat melihat orang- orang berseragam hitam dengn gambar rumit berwarna putih di lengannya membuat Azmi membeku,bukan kah mereka?...
Azmi menoleh ke arah Queen yang menatap mereka tajam,mereka tidak di persilahkan masuk saat ini,jalan sudah di tutup oleh mereka.
"kalian di sini.."
Queen yang ingin keluar menolehkan kepalanya karena ada yang memegang tangan nya ,hal itu Queen mencoba berbicara dengn tenang.
"tenang lah, kalian disini saja,jangan pernah keluar sebelum aku perintah!.."nada bicara yang lembut langsung berubah menjadi tegas,Azmi saja sampai menelan salivanya Karena itu.
"jangan pernah percaya kepada siapapun saat disini!.."ucap Queen lagi, sebelum dia keluar mobil, meninggalkan Azmi yang khawatir.
"tunggu!...mas ikut!.."tegas Azmi tak ingin di tolak,dia langsung saja melihat azim di belakang juga tegang,"ambil alih mobil azim,.."perintah Azmi.
"tapi kak!. "jujur azim takut di situasi ini,tapi dia tak boleh jadi pengecut juga mbak ipar nya lembut gitu bisa berubah tegas karena ini masak dia seorang pria jadi pengecut.
"buka!!.."pria berbaju hitam campur putih itu menggedor kaca mobil mereka,mobil yang berhenti tepat di depan gerbang tentu saja langsung menarik perhatian mereka, walaupun mereka tidak tau siapa yang di dalam mobil itu tapi pasti itu adalah orang biasa fikir mereka.
azim hanya pasrah melihat kedua pasangan itu keluar dari mobil,Queen sebenarnya ingin melarang tapi Queen tidak ingin merendah Azmi sebagai suami membuat dia diam saja.
baru saja Azmi keluar tapi senjata tajam langsung mengarah ke lehernya, kejadian sangat cepat membuat Azmi bahkan tak sempat mengelak.
"jauhkan!!..."
mereka membelalakkan mata mereka dengn besar,dengn sedikit hormat mereka membungkuk kan badan mereka.
__ADS_1
"selamat datang Queen!.."
semua membungkuk diri termasuk orang yang mengarahkan senjata di leher Azmi tadi.
Queen hanya menatap mereka malas,karena tau mereka menghormati dirinya hanya palsu saja,bukan tanpa alasan itu karena dirinya sendiri tau kalau dirinya Seperti buronan untuk mereka.
"buka gerbangnya!.."tatapan Queen menusuk dia berdiri tegap dengn mengandeng tangan Azmi yang menatap mereka waspada.
"jangan tertipu dengn mereka!...ingat saja satu kata ,'palsu!..'.."bisik Queen mendekat pada Azmi yang menatap dirinya juga.
"orang-orang licik!..,"
"bisa di bilang seperti itu!.."Queen kembali berjalan dengn menatap mereka yang banyak di sepanjang jalan.
inilah yang tidak Queen inginkan tinggal di sini terlalu lama, walaupun dia sudah bersembunyi dengn baik tpi tetap saja mereka mencium aromanya di sini, masalah nya klau terjadi perperangan di sini bukan hanya diri yang kena dampak tapi satu pensatren ini yang di penuhi santri² dan guru-guru lain di sini akan ikut celaka juga Karena dirinya.
"Queen?..apakah itu nama mu qila!.."
"hm!..Queenna Aqila itu nama lengkap ku!..maaf telah membohongi kalian!. "ucap Queen pelan, merasa bersalah karena tak jujur dari awal tapi ya mau gimana lagi lah,ini juga demi kebaikan dirinya dan mereka juga.
Azmi tertekun dia tak menjawab dia hanya bergumam dalam hati,"Queenna Aqila!..."
sesampai di depan pintu rumah Abi Usman mereka di datangi seseorang yang membuat Azmi menatap diri pria itu dengn selidiki,seolah pernah melihat sebelumnya tapi di mana?..
"akhirnya nona muda dan tuan muda datang!.."Toni membungkuk hormat dengn tersenyum.
__ADS_1
"tuan muda anda tak mengenal saya?..pria yang pernah istri anda nabrak saya dan istri saya di mol waktu itu!.."mendengar itu Azmi langsung mengingat nya.
"saya tidak tau tuan muda klau istri anda itu adalah nona muda kami!..maaf atas ketidak sopanan saya waktu itu!.."
Azmi mengangguk pelan, sedangkan Queen menatap Toni dengn penuh arti.
"nona anda harus tau kalau tuan besar dan nyonya sudah mencari anda kemana-mana,mereka begitu merindukan mereka!..bahkan dari negara Rusia yang luas itu mereka jelajahi satu persatu sampai ke Indonesia ini,.."
Azmi menatap Queen yang hanya diam,Azmi yang baru tau ternyata istrinya ini adalah orang Rusia, walaupun memang dari wajahnya ketara dia bukan orang indo tapi Azmi tidak menyangka dia orang Rusia.
"di mana mereka?.."dingin Queen,yang bahkan Toni yang sudah dewasa seperti ini saja masih saja merinding klau mendengar itu.
"nona bahkan tidak menyebut mereka orang tua!..apakah se benci itu anda pada kedua orang tua anda nona?.."
Queen muak dengn pria ini,penuh dengn sandiwara membuat dirinya memandang dengn jelas jijik.
"berhenti berbicara!..atau aku robek mulut mu!.."terdengar kasar membuat bukan hanya Toni saja yang menggedik ngeri tapi azim yang baru datang saja menegang,Azmi terkejut tapi tak seperti mereka yang sangat menunjukkan keterkejutan mereka.
"silahkan masuk!.."Toni mencoba tidak takut dengn nona mudanya dari dulu, perawakannya memang cantik dan imut tapi itu hanya tampang luar doang asli nya seram tak ketulungan.
Toni yang merupakan orang yang juga dekat dengn Maximilian atau di sebut tuan max yang merupakan bos besar nya dan ayah angkat Queen,Toni sudah mengikuti max dari dulu jadi dia tau asal usul Queen dari mana dan bagaimana sifatnya karena dia merupakan salah satu yang mengajarkan Queen melakukan hal yang keji saat kecil.
mereka bertiga masuk setelah s
"mbak serem ya klau marah!.."celatuk azim dengn menggedik ngeri,Queen hanya tersenyum mendengar itu,tak ada rasa tersinggung karena itu.
__ADS_1
"kalian mungkin akan pingsan saat tau siapa diriku!.."mengingat itu Queen harus menerima konsekuensi nya,apapun itu setelah terungkap tentang dirinya ini.