Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
70


__ADS_3

wanita resepsionis itu terkejut bukan main mendengar teriakan yang ricuh di luar sana,karena kagetnya Tanpa sengaja melepaskan telponnya,dan menuju ke arah keributan itu.


"ada apa ini?.."wanita itu bertanya dengn tatapan pada mereka semua,dengan seseorang wanita yang berteriak memanggil CEO mereka membuat wanita resepsionis itu ketakutan,bukan Tanpa alasan tapi karena takut ada keributan seperti ini membuat mereka juga kena dampaknya.


"di mana anak ku!.."pekik wanita itu keras dengan memberontak karena tangannya di pegang oleh keamana saat ini.


"maaf nyonya sebelum!..tapi siapa anak anda!.."wanita resepsionis itu mencoba bertanya dengan sopan.


"Queenna Aqila,di mana dia!.."tatapan wanita cantik dan wajah hampir serupa dengan pemimpin mereka membuat mereka merasa mungkin dia memang ibu dari pemimpin mereka.tapi...kenapa dia berteriak seperti orang gila?...dan mereka semua juga tidak tau kalau pemimpin mereka mempunyai ibu atau keluarga, Karena selama ini pemimpin mereka itu cukup misterius sekali,sangat di segani dan jarang muncul juga, membuat mereka tidak tau Selak bekuk keluarganya.


"lepas!..saya ingin bertemu dengan anakku!.. minggir kalian!.."teriaknya lagi,ingin menerobos masuk tapi sama sekali tidak bisa.


wanita resepsionis yang memiliki pangkat lebih tinggi dari keamanan ingin memerintahkan wanita gila itu untuk mengusirnya tapi terhenti karena suara tegas yang membuat mereka tegang.


"lepaskan dia!.."


semua orang yang berkerumun langsung memberi ruang dan langsung menunduk takut,ini lah yang tidak mereka inginkan kalau ada sesuatu keributan, pengganti tuan zien adalah orang yang sebelas dua belas kejamnya bagi mereka.

__ADS_1


"maaf tuan pitter,nyonya ini masuk dan menghebohkan perusahaan!.."tutur wanita resepsionis itu ketakutan.


"ayah!.."wanita yang mereka bilang pengheboh itu berlari pada pria baruh baya yang merupakan suaminya,ia memeluk erat dengan menangis tersendu-sendu.


"bunda ,ayah sudah bilang Qila tidak ada di sini!.."pria itu menenangkan wanitanya ini,yang sudah luar biasa kangen ingin bertemu dengan anaknya yang tidak pernah iya jumpai.


"bunda ingin Qila!.."ujar wanita itu lemah dan pingsan di pelukan suaminya,hal itu membuat pria itu panik dan memberikan kode pada pitter dia akan kembali lebih dahulu,dia tau istrinya ini merasa tertekan selama ini, apalagi kedua putra mereka yang masih dalam perawatan ekstra.


"perhatikan!!.."


"kalian ingat baik-baik wajah dua orang tadi!..dia merupakan kedua orang tua nona Queen,jadi jangan berbuat yang akan merugikan kalian!.."tegas pitter membuat mereka dengn susah payah menelan salivanya, termasuk wanita resepsionis itu jadi tegang sendiri karena tadi sempat ingin mengusir mereka.


" ternyata Tuhan masih baik padaku!..."dalam hati bersyukur,dan untuk selanjutnya dia akan mengingat-ingat wajah dua orang yang tak lagi muda itu tapi masih terlihat cahaya wajah mereka yang bersinar,wanita resepsionis itu tak ingin membuat sesuatu yang selama ini iya inginkan jadi hancur hanya gara-gara ke speleanya.


semua orang bubar,setelah pitter membubarkan mereka uang mengerjakan tugas masing-masing, sedangkan pitter sendiri kembali ke lantai paling atas di mana di sana tempat zien berkerja.


pitter mengusap wajahnya frustasi,dia memijit pangkal hidungnya yang terasa pusing.

__ADS_1


"semuga kalian berhasil!.."ujar pitter menatap lurus jendela besar itu,lalu melihat jam, pitter hanya menghela nafasnya,pusing sekali memikirkan perusahaan ini tanpa ada bantuan, sebentar lagi ada meeting yang tidak dapat di tinggalkan membuat pitter berdoa dalam hati agar mereka berhasil menemukannya dan dirinya tak harus di kelilingi oleh berkas sialan ini.


di rumah tirgantara


mereka saling pandang untuk waktu yang cukup lama,dengan berbagai ekspresi wajah yang tidak dapat di artikan,Azmi mengacak rambutnya dengan frustasi,dia sangat bingung apa yang terjadi di sana,dan apakah benar yang dia dengar itu adalah kenyataan?.. orangtua Qila,apakah mereka mertuanya?..bagai mana rupanya?..dan kenapa mereka mencari istrinya?..emang di mana istrinya sekarang?..


banyak sekali pertanyaan yang berada di benak Azmi yang sama sekali belum terpecahkan, seperti selama seminggu lebih ini,mereka sudah banyak ketinggalan berita.


suara ketokan pintu dengan keras membuat mereka tersadar,mereka menoleh kearah pintu depan.


"biar umma buka!.."umma yang ingin beranjak dari tempat duduknya tapi di hentikan Azmi.


"biar Azmi!.."


Azmi langsung saja berjalan ke depan dan membuka pintunya,dan...


"kalian..."

__ADS_1


__ADS_2