
Max mencoba untuk tidak membunuh anak angkatnya ini,rasa kekesalan memang besar tapi demi tujuannya dia ingin bernegosiasi terlebih dahulu, sebelum memulai perperangan sesungguhnya nya.
"kalian mundur!.."perintah max tegas,mereka ingin protes tapi Toni langsung menatap mereka seolah memberikan isyarat ikuti saja dengn baik atau kalian dapat akibatnya.
Queen menatap mereka yang sedikit menjauh dari mereka,"gitu dong!..kan tidak sesak dan bau!.."cetus Queen membuat hati mereka sakit dan marah,memang benar mereka sangat jarang mandi apalagi saat melakukan tugas membuat Mereka berkeringatan,tugas yang tak berhenti membuat mereka hanya ingin mandi saja sulit,waktu makan saja hanya di berikan beberapa Menit saja.
"Queen!.."tatapan max seperti predator yang ingin membunuh Queen saat ini.
"apa salah ku?.."dengn tampang tak berdosa,max hanya menghela nafas dalam-dalam takut dia akan langsung membunuh Queen sekarang membuat tak mendapatkan apapun.
"mari duduk dengn tenang, ada..."
"katakan saja,jangan terlalu banyak basa basi,ini sudah siang pasti suami dan keluarga ku belum makan!..."perkataan Queen memang tajam bagi max tapi bagi keluarga Azmi hal itu membuat mereka menghangat,Abi dan umma saja merasakan itu.
"serahkan semua milikmu!..maka mereka akan aman!.."
Queen mengerti maksud max itu apa,Queen mencoba berfikir mereka pasti merencana sesuatu hal lain saat ini,ini bukan tipe mereka harus bernegosiasi dengan dirinya.
"klau aku tidak mau!.."tolak Queen.
"mereka mati!.."max menunjukkan sebuah Vidio santri² baik putra dan putri kini terkepung dengn keadaan ketakutan.
"kau mengancammu!.."tatapan tajam Queen ke arah max yang tersenyum licik,Queen melihat keluarga suaminya yang khawatir terhadap keselamatan santri² mereka.
"bisa di bilang iya!.."
lioner yang berada duduk di bangku yang di sediakan oleh orngnya kini tersenyum senang melihat Queen terpojok Tampa bantuan.
__ADS_1
"Toni!.."panggil max tegas membuat Toni yang paham langsung menunjuk sesuatu yang membuat siapa saja tercengang kecuali Queen.
Vidio kekerasan berputar,suara jeritan pria dan wanita yang tampak lusuh dengn banyak luka-luka di sekujur tubuh mereka,umur yang tampak muda tapi karena keadaan mereka jauh dari umur yang sebenarnya dan ada dua pria yang dewasa hampir setara umurnya dengn Azmi juga tak beda jauh keadaannya,mereka satu kelurga yang sangat mirip wajahnya,wajah wanita itu yang Indonesia sedangkan pria itu berwajah bule dan kedua pemuda itu campuran dari keduanya,sama seperti Queen yang benar mirip dengn mereka.
"itu orang tua mu?..bukan kah kau mencarinya selama ini!.."tatapan max menghina pada Queen yang hanya diam Tampa ekspresi.
beda dengn keluarga Azmi yang meringis menatap betapa tersiksanya orang-orang dalam Vidio itu,betapa kejinya mereka dan hal ini membuat Abi dan umma merasa bersalah karena percaya dengn omong kosong mereka yang ternyata mereka iblisnya.
tapi jawaban Queen yang tenang seperti air yang tak terusik dengn apapun tapi penuh dengn misteri dan teka teki,"tidak!..bunuh saja mereka aku tak membutuhkan mereka!.."
tentu jawaban itu membuat semua orang terkejut termasuk lioner yang mengira Queen akan langsung berlutut pada mereka meminta ampunan tapi di luar dugaan sekali jawabannya.
"Queen sungguh kau membuat ku marah!!.."geram max dengn urat-urat yang sudah muncul.
Queen yang ingin mengatakan sesuatu tapi tangannya di sentuh Azmi membuatnya menoleh pada Azmi yang menatap lembut.."fikirkan lagi!.."
Queen hanya tersenyum tipis tanpa menjawab,dia tau apa yang dia lakukan saat ini,hanya menunggu beberapa saat lagi pasti semua ini selesai dengn baik,tapi siapa yang menduga gerakan Azmi di tangkap oleh max hal itu membuat dia tersenyum licik sekarang.
Queen mendesis marah, melihat itu tentu membuatnya emosi,karena hal yang Queen duga-duga akhirnya terjadi juga sekarang.
"berlutut!!...atau__"
Queen langsung berlutut saat itu juga,tak bisa membiarkan keluarga suaminya Dalam bahaya apalagi santri yang banyak itu,mereka orng baik dan tak pantas mendapatkan ini,..hanya itu yang di Fikirkan Queen sekarang,jadi dia menurut untuk berlutut dengn suka rela.
plak!..
pipi Queen kebas mendapatkan tamparan kuat dari lioner yang puas dengn tindakan suaminya ini tentu saja dia tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk membuat wanita ****** itu sensara.
__ADS_1
tamparan itu kuat mengejutkan keluarga Azmi,Azmi sendiri mendapat istrinya seperti itu tentu tidak terima,"jangan sakiti istri ku?.."teriak Azmi marah,sama hal Abi,umma yang tadi sempat berpihak pada iblis itu, sedangkan azim hampir pingsan karena ketakutan.
"wah!..kau pakai apa Queen hingga mereka membela mu?.."lioner bertanya dengn tatapan mengejek,dia memegang pisau saat ini,saat lioner ingin mengarahkan pisaunya tapi sebuah tangan besar memeganginya.
"dia mati kita rugi!.."
ucapan max tentu di dengar semua orang,betapa kejinya pria itu,Queen hanya menatap mereka dengan jijik.
"bahkan masih bisa bersikap sombong!.."cetus lioner melihat itu,.."bunuh saja mereka!.."perintah lioner tentu perintah lioner sama saja seperti perintah max.
"berhenti!..kau mengacau lioner!.. minggir!.."max mendorong wanitanya kebelakang hingga jatuh,anak buah max ingin menolong tapi lioner dengn marah berdiri sendiri.
"beraninya dia?.."
"lepaskan mereka!..aku akan ikut pada mu!.."walaupun mengatakan itu,Queen sama sekali tak berekspresi apapun,hal itu membuat mereka sulit menebak dia sedang kesal,marah,atau tak perduli.
"sepertinya kau sangat menyayangi nya?.."max tentu menyadari itu,dia tau sifat anak angkatnya ini seperti apa.
"Qila!!.."Azmi hanya bisa marah dalam dirinya sendiri karena tidak bisa membantu apapun saat ini,betapa tak bergunanya dirinya saat ada orang yang berani mencelakakan keluarganya.
Queen hanya tersenyum menatap pria yang membuat bahagia beberapa Minggu ini.
"ambilkan aku obat itu tadi!..tapi overdosis tinggi!.."
deg
ucapan max sukses membuat keluarga Azmi ketakutan,Azmi tidak takut apa yang terjadi pada dirinya melainkan pada keluarganya dan istrinya yang dalam bahaya.
__ADS_1
Queen bisa saja menyerang mereka dan membunuh mereka Tampa ampun tapi satu hal yang harus Queen fikirkan klau dia membantai mereka yang jelas keluarga suami dan santri² itu tak akan selamat,itu adalah prediksi Queen yang akurat saat merasakan situasi seperti ini.
"mereka telat?.."