
tak terasa hari semakin berlanjut begitu juga dengn hubungan Queen dan Azmi yang semakin dekat,lebih tepatnya Azmi yang sekarang semakin menempel,mau heran tapi ini nyata,bahkan satu pesantren di hebohkan Gus Azmi yang di kenal dingin kini seperti pria yang bucin akut pada istrinya.
"aduh!..mas Aqila mau mandi!..awas dulu!.."
"enggak!!.."tolak azmi semakin memeluk queen dengn erat.
"ya tuhan.."batin Queen menjerit,dia tak sanggup klau seperti ini setiap hari,bahkan meluangkan waktu dirinya untuk sendiri pun tidak ada.
"mas sayangku cintaku,Aqila harus mandi klau Engk bau nah kalau bau mas jadi jijik..,"mengucap sepekan dan sepengertian mungkin,dia harus bisa membujuk pria ini agar sedikit memberinya luang,Bahkan beberapa hari ini di tak bisa menghubungi anggotanya di sana gara-gara pria ini ngintilin di kemanapun,klau kerja memang Azmi kerja di balik layar saja karena masih sakit,tapi sekarang dia udh sembuh tapi manja nya ngauzubillah.
"mas akan lepas klau Aqila mau jujur!!"langsung di setujui oleh Queen karena tak ingin banyak berdebat,dia baru siap masak tadi jadi dia sudah sumpek sama tubuhnya ini tapi pria ini sama sekali tak terganggu sama sekali.
"siapa anda sebenarnya!!.."
deg
Queen langsung terkejut mendengar pertanyaan itu,dia sangat tidak menyangka Azmi akan menanyakan itu,ada apa sebenarnya?.
"katakan sejujurnya,siapa dirimu Aqila?.."Azmi tidak lagi memeluknya melainkan menatap serius Queen yang malah terdiam membisu.
"tidak mau mengatakan?.."
tatapan Azmi tidak lagi lembut atau marah tapi hanya datar bak tembok,dia mengambil sesuatu yang membuat Queen semakin membeku di tempat.
"gimana__"tak bisa berkata-kata lagi.
bruk..
Azmi melempar sebuah ransel di hadapan Queen yang berada di atas kasur itu,Azmi berdiri di sisi kasur dengn tatapan datarnya menatap Queen.
__ADS_1
"apa ini?.. belati!,leptop!,tumbuhan aneh! dan obat-obatan..dan satu lagi ini!!.."
Queen langsung terperangah menatap flashdisk punya dirinya ada di tangan Azmi,Queen ingin mengambilnya tapi dengn cepat Azmi menghindar.
"katakan siapa dirimu,saya dari awal sudah menduga-duga anda adalah orang tidak sembarang..yang mungkin saja bahaya!.."
Queen menggeram kesal melihat pria di depannya ini seakan-akan bermain padanya"jangan sampai itu hilang!.."batin Queen merasa itu akan sangat berbahaya klau hilang atau rusak,karena isi di dalamnya adalah sebuah kejahatan-kejahatan yang di lakukan oleh Maximilian dan lioner,kedua pasangan suami istri itu adalah iblis yang harus di basmi,Tampa itu maka semuanya sia-sia.
"kembalikan!!.."
tidak ada lagi tatapan lembut tapi tatapan dingin khas queen yang sebenarnya.
"sudah ku duga anda bukanlah orang biasa!..apa tujuan mu hingga bisa masuk kesini!.."tidak ada raut terkejut di wajah Azmi,karena hal ini yang di nantikan Azmi selama ini dia memang baik pada wanita di depannya ini tapi jangan salah dia selalu memperhatikan gerak-gerik yang mencurigakan,takut keluarganya celaka oleh wanita yang tidak memiliki status ini yang sekarang menjadi istrinya.
"huh ketauan deh!!.."dengus Queen tak lagi berpura-pura karena sudah di pastikan pria di depannya ini sudah sangat curiga padanya, apalagi dari awal jumpa saja dia tau klau sudah ada kecurigaan dalam diri pria ini.
"jadi siapa anda?.."
Queen berdehem pelan dengn santai dia duduk di salah satu sofa singgel di sana dengn melipat kakinya dengn elegan,tentu Azmi sangat melihat jelas klau itu bukan sifat istrinya yang iya kenal sekarang.
"kenapa buru-buru?!.."
"katakan!!.."Azmi merasa wanita itu sangat berbahaya melihat tatapannya saja sudah berubah,tidak ada kesan manis dalam dirinya seperti ada sebuah cerita kelam dalam hidupnya.
"kau tak perlu tau aku siapa!..karena aku takut kalian akan kena serangan jantung!.."ucap Queen seadanya tapi semakin membuat Azmi penasaran.
"katakan sekarang atau saya hancurkan ini!!.."dengn menunjuk flashdisk di tangannya,Queen di buat kesel dengn pria ini,pemaksa sekali?.
"awas kalau___"
__ADS_1
"apa!!.."Azmi sedikit menekan flashdisk itu, melihat itu Queen tak punya pilihan lain selain menghajar suami sendiri.
Azmi sampai kaget melihat itu tapi untung dia punya reflek yang baik jadi dia mudah menghindarinya.
"tak ku sangka ternyata orang yang selama ini lemah dan polos,bisa seperti ini!.."jelas Azmi kecewa dengn pernyataan ini,jadi selama ini mereka tertipu?,Azmi tak bisa membayangkan gimana kecewa orang tuanya klau tau sifat menantunya yang seperti ini.
"saya terpaksa tuan!..siapa yang mau pura-pura baik seperti ini!..coba anda fikir pasti itu memiliki tujuan bukan?.. "
Azmi terdiam,'benar pasti ada tujuannya!'
"apa tujuan mu!.."tatapannya dingin dengn menggenggam erat benda kecil itu,yang Azmi blm ketahui pasti isinya tapi yang jelas ini pasti penting bagi wanita penipu ini.
"huh.. sebenarnya males buat cerita tapi ini terpaksa!..ingat terpaksa!.."
Azmi hanya diam dan memperhatikan Queen dengn santai duduk kembali di Sofanya,Tampa memikirkan apa yang ia lakukan tadi.
"jadi gini,saya itu juga terpaksa hidup di tempat seperti ini,anda tau tuan orang tua anda yang membawa saya kesini..saya berencana akan pergi di sini tapi kejadian apa yang terjadi?..anda sendiri ya tiba-tiba memutuskan sepihak untuk menikahi saya!.."Queen menjeda sebentar dengn menatap pria itu yang masih berada di tempatnya Tampa bergerak.
"nah jadi saya terpaksa bukan!..harus tinggal di sini..oh ya anda ingat tidak saya pernah bilang ingin cerai?.."
Azmi sangat ingat malah kejadian yang membuat mereka bertengkar itu,'maksudnya dia terjebak di sini karena ikatan ini?..'azmi masih menduga hal itu.
"sudah ingat?..saya ingin pisah dengan anda karena saya tidak cocok dengn anda dan keluarga kalian yang baik ini.."
kata-kata terakhir sedikit merasa aneh bagi Azmi tapi dia mencoba diam dan mendengar terlebih dahulu.
"jadi apakah anda paham!..intinya saya terpaksa juga melakukan ini!..ayolah sebenarnya ini bukan sifat saya yang menceritakan penjang lebar!.."dia yang cerita dia juga yang jadi males sekarang.
"jadi kembalikan flashdisk itu!!.."
__ADS_1