
tik..
tik..
tik..
suara tetesan air yang kotor dan bau menghiasi ruangan gelap itu, Suasana sangat senyap hanya suara tikus yang berlarian di sana.gelap dan berbau busuk menjadi dominan di sana,siapa pun kan masuk pasti akan memohon-mohon meminta keluarkan dari tempat itu, dinding yang dingin dan lembab penuh dengan serangga-serangga kecil yang merayap,lumut tak luput dari tempat yang kotor itu, bercak-bercak merah yang sudah menjadi hitam,bau amis samar-samar tercium dari tempat itu.
nafas halus dan pelan, rintihan kesakitan yang membuat tempat itu terkesan angker, tiba-tiba sebuah cahaya membuat mereka yang ada di sana menjadi menutup mata.
tatapan penuh amarah tapi hanya bisa menatap dengan tatapan benci dan dendam yang besar tanpa bisa berbuat apa-apa, seandainya punya kekuatan mungkin orang yang berada di depannya ini lah yang akan di bunuh secara tragis.
"bagaimana tempat baru nya?..nyaman tidak?.."
prok..
prok..
prok..
__ADS_1
pria itu bertepuk tangan,tak lama dua orang berbaju hitam datang dengan membawa kursi dan meja,tak lupa sebuah minuman kesukaannya,wine.
dua orang itu undur diri tapi sebelum itu dia menatap orang yang saat ini berada dalam keadaan yang mengenaskan.
pria itu duduk dengan menyilang kaki dengan angkuh,tak lupa menatap mereka dengan jijik, seperti sebuah kotoran yang tidak pantas ada di hadapannya.
"eheemmmm!..hmm!.."
"bukakan!..."perintah pria itu angkuh dan langsung di laksanakan oleh pria serba hitam itu.
"sialan kau zaennn!..."suara besar dan serak itu menggema di ruangan jelek itu.
sakit!.. melihat seseorang yang selama ini bersamanya kini habis di gilir oleh pria-pria mesum yang tak lain anggota pria yang menyekapnya.
"lepaskan kami!.."dengan menatap zaen memohon tak punya pilihan selain meminta belas kasih padanya,klau adu kekuatan sudah di perkirakan dia tidak akan menang apalagi tanpa ada tangan kanan dan asisten kepercayaan yang sudah entah kemana di buat oleh anggota darkness.
"seandainya kau baik dengan Queen dan tidak mencari masalah, mungkin saya akan sedikit memberi keringanan untuk mu dan...."zaen melirik lioner sebentar lalu beralih pada Maximilian yang dari tadi marah-marah kini malah bersikap semakin zaen ingin membunuhnya,tapi mencoba menahan agar tidak kelepasan karena masih ada yang zaen tunggu kedatangannya.
"cepat kembali Queen,rasa tangan ku gatal ingin membunuh pria tua ini..."zaen berkata dalam hati dengan harapan,dia belum tau kabar mereka saat ini seperti apa.
__ADS_1
"dan tidak berbuat berlebihan saat ini!.."zaen menatap lioner dengan jijik, sedangkan lioner sendiri tak peduli karena merasakan hidupnya tidak lama lagi,tapi zaen tidak bodoh mengambil nyawa mereka dengan mudah maka dari itu dia memberi obat yang memulihkan keadaan mereka,namun tak sempurna.
"tolong lepaskan aku tuan!.. tolong!.."max tak punya pilihan selain bersujud dengan badan yang di rantai,tak peduli seberapa keras kotornya tempat dia saat ini,sudah terlanjur mohon sekalian saja dia bersujud minta ampun,yang ada di Fikiranya saat ini hanya bagaimana agar dia bisa keluar dari tempat terkutuk ini, sungguh tidak pernah dia bayangkan bisa berada tempat yang sangat mengerikan seperti ini.
"baiklah!.."
mata max bersinar mendengar balasan zaen seperti angin segar tapi sangat di sayangkan itu semua tak bertahan lama saat zaen kembali berkata,"setelah ruh mu pergi dari tubuh busuk mu!.."
kebencian max semakin bertambah mendengarnya,karena selama iya di sekap di sini,dia dan leoner mendapatkan siksaan demi siksaan,bahkan mereka hanya di kasih roti basi yang sudah berjamur,air hanya sebuah air yang keruh tidak tau itu air apa tapi karena mereka membutuhkan itu mau tak mau mereka menerimanya dengan perasaan sakit hati,betapa kejamnya mereka pada dirinya yang dulu sangat di hormati dan di segani kini malah di injak-injak bagaikan barang tak berharga dan tak berguna.
kedatangan zaen kesini hanya ingin melihat mereka sensara,rasanya itu kepuasan dirinya melihat mereka tak berdaya di genggamannya, dengan meminum wine di tangan dengan santai sambil mendengarkan permintaan mohon dari max yang tak akan pernah terkabulkan,tiba-tiba suara ribut-ribut membuat zaen mempertajam telinganya.
...
"saya ingin melihat wanita dan pria itu!..cepat!..antarkan kami!!.."
emosi wanita itu meluap-luap seakan ingin meledak saat ini, sungguh sangat emosional sekali saat mengetahui putri bungsu mereka yang telah menghilang kini di temukan, walaupun seperti itu mereka belum sama Sekali bertatap muka,hanya sebuah foto yang membuat wanita itu menangis membayang betapa pedihnya kehidupan putri mereka selama ini.
wajahnya sangat putrinya sangat mirip dengannya namun wajah ayahnya lebih dominan seperti rambut dan matanya.melihat sekilas dari gambar tersebut nampak sekali bahwa hidup putri mereka tidak sebahagia itu,wajah tanpa senyuman yang ada tatapan tajam seperti orang yang tidak di sentuh.
__ADS_1
"prilaku seperti apa yang mereka buat hingga Qila mereka seperti itu?.."pertanyaan itu selalu ada di benak mereka,tapi setelah Zia menceritakan semuanya membuat dario dan Hanan(ayah dan bunda Queen), bersedih mendengarnya, semuanya Zia cerita termasuk anggota darkness yang di dirikan Queen,Zia tidak ingin menutup-nutupi masalah ini,tujuan Zia Hanya ingin Queen bisa merasakan kasih sayang keluarganya yang sesungguhnya setelah ini,cukup selama ini dia menderita dalam diam.