Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
57


__ADS_3

"masalahnya,apakah mas menerima aku setelah mengetahui diriku sebenarnya?.."


"iya!..mas yakin akan bisa menerima itu! !.."Azmi sudah bertekad akan menerima apapun itu, walaupun wanita ini penjahat sekali pun dia akan menerima dan mengubah menjadi kepribadian yang baik setelah ini.


Queen menatap Azmi yang mengatakan itu dengn sungguh-sungguh membuat Queen yakin membongkar rahasianya tapi tidak sekarang,karena dia yang blm siap, walaupun Azmi mengatakan itu sungguh-sungguh tetap saja Queen akan ragu,karena dia takut Azmi langsung mengusirnya setelah tau dirinya.


"qila akan kasih tau saat pulang ke rumah Abi,dan mas juga boleh liat apa isi flashdisk itu,jadi bersabar lah.."Queen membuat keputusan saat tiba di pesantren Abi baru dia akan membongkar jati dirinya di hadapan mereka,jadi nanti jelas mereka menerimanya atau tidak itu urusan belakangan.


Azmi kecewa mendengar itu,tapi tetap tersenyum mengangguk setuju,jangan Queen namanya klau tidak tau Azmi kecewa.jadi dia berinisiatif memeluk nya pelan.


"mas qila pingin!.."suara pelan,dan di buat seseksi mungkin.


azmi?..tentu dia terkejut mendengar itu,tapi senang juga walaupun tak menyangka istrinya ini yang meminta,bukan Tampa alasan Azmi tak menyentuh Queen tapi dia menghargai Queen mengingat waktu itu mereka menikah dengn paksa,tapi saat ini wanita ini sendiri yang memulai,tentu sebagai kucing yang di kasih ikan asin,mau mau aja,siapa yang menolak coba makan ada di depan mata.


"jangan menyesal sayang!.."bisikan Azmi membuat Queen merinding tapi dia tetap tersenyum,Queen mencoba membuat Azmi melupakan kekecewaannya itu dan Queen juga merasa ini adalah kewajiban baginya, mungkin tak masalah.


ciuman mereka yang pelan-pelan kini semakin memanaskan,baju Queen sudah berantakan sekali sekarang.


"sayang.."suara Azmi seperti tertekan oleh sesuatu.


"silahkan!..apa di sini aman!.."sambil melihat kasur yang tak terlalu empuk itu,Azmi paham langsung menggendong Queen ala koala, sedangkan Queen yang di gendong langsung saja melingkar tangan nya di leher Azmi.


"kita mau ke mana?.."dengn melihat arah gudang, kesini eh..kok ada pintu lagi?..mata Queen melotot ternyata itu...

__ADS_1


"ini kamar yang sudah di persiapkan Abah,.."Azmi menjelaskan dengn meletakkan Queen di tempat tidur yang lumayan besar dan lembut.


"pria tua itu, pasti sudah menduga!.."Queen sepertinya tak bisa meremehkan Abah Umar.


melihat sekeliling yang cukup besar dan bersih baru saja ingin melihat ada apa di ruangan ini tiba-tiba saja di di dorong dan langsung saja berbaring,Azmi tak menyi-nyiakan itu langsung saja menindihnya.


"mau mencoba kabur?.."suara berat nan seksi tepat di telinga Queen.


gawat!.. sepertinya Queen sudah salah mencari solusi atas kekecewaan Azmi kali ini.


merinding tiba-tiba,ini pertama untuknya jadi dia akan bodoh tentang seperti ginian.


"ikuti saja, bismillah____"Azmi membaca ayat-ayat terlebih dahulu sebelum memulai setelah itu di bertanya siap?..Queen hanya mengangguk pasrah,ingin mundur pun sepertinya tak bisa sekarang,nasi sudah menjadi bubur.


.


Angela hanya menggelengkan kepalanya pelan,pertanda blm ada hasil sama sekali hal itu membuat zaen menghela nafas dengn emosi.


"sialan kemana Queen itu,dia engk tau apa sekarang tua Bangka dan nenek sihir itu tiba-tiba tak ada kabar!.."teriak zaen kesal,merasa punya ketua yang tak berguna.


bugh..


zaen memegang pipi nya yang sakit dan ngilu,di menatap zien dengn tatapan marah.

__ADS_1


"klau tidak tau Queen di sana lagi ngapain jangan sok-sokan memakinya di sini,klau dia dengar kau akan kena hukum!..tidak bisakah emosi mu itu di jaga?.."aura zien mematikan,dia sangat tegas pada saudara kembar nya ini yang sangat berbeda dengannya.


"kakak,jangan bertengkar!.."sang adik pun yang baru datang langsung saja memisahkan kedua kakaknya itu,Zia selalu melihat Abang keduanya ini yang memang emosional tapi tidak sampai separah ini, apalagi Abang pertamanya sampai memukul berarti ada masalah serius.


cih..


zaen hanya mendencih lalu pergi dari sana, pertepatan berjumpa pitter,di saat ingin menyapa dia malah mendapat dorongan kuat untung saja pandai dalam menyeimbangkan badan klau tidak dia pasti sudah nyungkur di lantai.


"heh..klau punya mata di pakek!.."teriak pitter kesal,tak punya salah kenapa dia yang kena.


"berisik pitter!.."


pitter kini malah kena tegur oleh Angela, membuat dia mendengus kesel, lagi-lagi dia yang kena imbasnya.pitter duduk di samping Angela yang mengotak-atik iPad nya, sedangkan zien dan Zia duduk di depan mereka yang hanya terhalang meja kaca.


"tidak ada kabar!.."ucap Angela setelah menghela nafas panjang.


"kira-kira kemana Queen?..apa dia dalam bahaya sampai tidak ada kabar!.."khawatir Zia.


zien yang di samping mengelus kepala adiknya itu dengn berkata dengn nada rendah,"dia tak lemah Zia,jangan khawatir.."


"apakah anggota sudah di kirim ke sana?.."kini menatap Angela serius.


"sudah,mereka akan menjaga tempat itu!.."

__ADS_1


"apakah kita perlu kesana?.."ujar pitter menatap mereka satu persatu.


"iya!..tapi tidak sekarang!.."kompak zien dan Angela,mereka saling tatap, seperti mereka tau apa yang terjadi kelak.


__ADS_2