
Alberto melangkah maju dengan ragu, tatapan sangat berbeda saat menebak Queen tanpa perasaan, Alberto ingin menggapai wajah Queen tapi dengan sigap Queen menghindar dan mendesis kesel.
"itu ka-kau Queen?.."
suaranya terdengar terbata-bata dan tatapan tak percaya jelas di sana.
"siapa kau!aku tidak mengenalmu!.."sarkah Queen tanpa perasaan, alih-alih merasa kasian pada pria itu dia malah memandang males.
"aku Al Queen!..kau tidak mengingat nya?..kita dulu sering kabur dari rumah Hanya untuk bermain!..,dan saat pulang kita akan kena marah hahaha!.."
pria itu tergelak dengan menceritakan masa-masa kecilnya dengan bagus kecil itu.
"Al?.."
Queen menyerngitkan dahinya seolah mencoba mengingatkan kembali kenangan masa kecil tapi karena banyak sekali hal yang tidak enak membuat Queen menggeleng kan kepala mengusir ingatan menyedihkan itu.
"kau benaran tak ingat Queen!.."
pria berperawakan tinggi dan bertato di tangannya kini menatap Queen sedih,untuk pertama kalinya dia melihat Queen dia sudah dapat memastikan itu adalah gadis kecil yang bermain bersamanya dulu.
"hidup ku terlalu menyedihkan dulu,aku tak ingin mengingatkan termasuk dirimu, tujuan ku hanya satu kembali kekasih Kenzo!.."
tatapan pria itu seketika berubah menjadi dingin, tangannya mengepal kuat saat mendengar kalimat terakhir dari Queen.
"tidak akan!..aku akan membuat dia menderita seperti diriku saat kehilangan orang yang aku sayang!.."
terlihat jelas dendam besar berada dalam diri Alberto,Queen saja sampai mengerutkan keningnya kembali,ia memang tidak tau seperti apa jalan ceritanya yang dia tau misinya cuman satu membawa Lucia dengan selamat pada Kenzo,maka hutang Queen akan lunas.
"aku tidak tau apa yang terjadi pada kalian berdua,tapi yang pasti aku harus membawa kekasihnya dalam keadaan selamat dari sini,"ujar Queen.
"walaupun kau harus membunuh ku?.."
"yah, walaupun nyawamu sebagai ganti!.."
__ADS_1
Alberto sangat kecewa dengan gadis kecilnya dulu sangat manja dengannya tapi sekarang seolah seseorang yang tidak di kenal.
"baiklah kalau itu mau mu!.."Albert bukan lah orang yang sabar seperti dulu,tapi orang yang sudah berubah sembilan puluh persen, sangat jauh.
prok!..
prok!..
prok!..
Albert menepuk tangannya, seketika ruangan yang di anggap kamar itu jadi ramai,Queen menatap mereka tajam,dengn waspada dia berputar pelan untuk memperhatikan gerak mereka,kini posisinya yang tiba-tiba terkepung jelas sangat tak menguntungkan baginya.Tapi dari mana dia tau kalau dirinya akan masuk ke sini?..apa jangan-jangan___ini untuk Kenzo?...
"mereka benar-benar ingin berniat membunuh Kenzo!..huh..baik lah itu mau mu Al..maaf sekarang kita jadi musuh!.."
Queen tanpa aba-aba langsung saja menendang mereka kuat, hingga membuat orang itu menabrak meja sampai hancur,tak sampai di situ Queen menghajar mereka dengan tangan kosong,saat merasakan ada serangan di belakang Queen dengan cepat membalikan tubuhnya dengn mengeluarkan belati kesayangannya dan srett..
bruk!
"Alberto sialan!.."
Queen berteriak membrontak saat dia kalah cepat dengan Albert yang tiba-tiba saja langsung menindihnya.
"Queen kau melupakan ku!..hari ini aku akan mengingatkan mu kalau kita dulu pernah bersama!..dan kau bahkan meminta agar kelak kau dewasa ingin menikah dengan ku!..tentu aku kecewa saat kau bilang tidak mengenal ku!..dada ku sakit,.jadi aku pastikan dengan berbuat ini kau akan mengingat ku lagi!..akan ku kembalikan kekasih sialan itu asal kau selalu bersama ku!.."
Queen melotot marah pada Albert yang malah berbicara panjang,Queen benci posisi yang sangat merugikan ini,dia Tidak ingin sampai terjamah olah pria lain selain suaminya,tidak!..itu tidak akan terjadi!..
"maaf Al aku tadi sedikit lupa!..maafkan aku!.. hiks-hiks.."
seketika pria itu langsung panik karena Queen yang menangis di bawahnya,"jangan menangis gadis kecil Al,Al engk suka!.."Albert menghapus air mata palsu Queen,saat Albert lengah,Queen langsung saja menendang kuat area di bawah sana, Albert yang mendapat serangan maut membuat dia berguling-guling dengan memegang asetnya.
Queen menatap sekilas Albert dengan jijik,lalu dia masuk ke sisi pintu kamar ,dari tadi Queen mendengar suara tangisan walaupun samar-samar di balik pintu itu,saat ingin membuka pintu, lagi-lagi pintu di kunci,sial sekali.karena kesel bercampur marah Queen langsung menendang kuat membuat pintu langsung terbuka lebar.
Queen melihat jelas ada seorang wanita yang lusuh dan kurus, rambut yang panjang menutupi wajahnya, tapi dari kulit dia yang putih membuat Queen yakin dia wanita yang cantik.
__ADS_1
"hal__"
"jangan!!..jangan!...pergi!..pergiiiiii!.."
Queen Sampek tersentak kaget karena wanita itu yang berteriak histeris, melihat keadaannya pasti mereka melakukan hal yang mengguncang mentalnya.
"tenang!..aku baik!...ehem,."Queen jadi bingung mau melanjutkan kata-kata apa untuk mencoba menenangkan Lucia.
"Kenzo kamu kenal Kenzo!.."
ternyata wanita itu langsung berefek saat mendengar Kenzo, membuat Queen tanpa sadar tersenyum.
"aku akan membawa mu padanya,dia berjanji akan menjaga dan melindungi,dan juga dia akan menikah kan mu saat ketemu!.."
Queen mencoba memberi bumbu penyedap dalam kata-katanya agar wanita itu mau ikut dengannya,dan ternyata itu berhasil lihat lah wanita itu terlihat memiliki semangat kembali dan berangsur-angsur tenang.
"benarkah?.."
Queen hanya mengangguk canggung, padahal belum tau apa rencana Kenzo setelah ini,tapi yang penting mereka dapat pergi dari sini itu adalah hal yang utama.
Queen menuntun Lucia untuk keluar,baru saja keluar dari ruangan itu,tapi di langsung di hadiahkan sebuah peluru.
dor!
Queen langsung melindungi Lucia dengan menundukkan badannya,"Lucia pergi dari sini!..oh tidak!.."teriak Queen saat melihat pintu utama keluar kamar itu serah di rantai,tau gini dia langsung saja membunuh Alberto!.. persetan dengan teman masa kecil baginya Alberto bukan orang yang sama.
"kalian berdua tidak akan bisa kabur sekarang!.."
walaupun sedikit terpincang-pincang Alberto tetap berjalan maju dengan pistol mengarah mereka.
Queen benar-benar kesel sekarang dengan situasi seperti ini,dia terjebak sekarang, kalau sendiri okelah tidak papa,tapi sekarang?..dia sedang membawa wanita lemah yang ketakutan di belakangnya.
"ugh!..sial,Kenzo kau di mana?.."
__ADS_1