Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
74


__ADS_3

Kenzo mengendap-endap di area belakang yang tidak banyak penjaganya,dia bersembunyi di balik pohon yang rindang dan besar sekali di belakang gedung itu, pandangan menatap ke seluruh daerah,saat menatap sekitar dia melihat seseorang yang dari anggota mereka berjalan menjauhi anggota.


"ah!..lega juga!.."


pria berperawakan pendek itu mendesah lega saat menyelesaikan hajatnya di semak-semak yang di belakang gedung itu,saat ingin melangkah kembali pada anggotanya dia merasa ada sesuatu yang memperhatikan membuat dia melihat ke sekeliling tapi merasa tidak ada apa-apa dia membalikkan tubuhnya kembali.


bugh!


baru satu langkah dia langsung pingsan di tempat dan ada seseorang di belakangnya yang sedang tersenyum seringai.


"dasar lemah!.."hina Kenzo lalu menggeret pria yang pingsan itu masuk ke semak-semak lagi.


saat Kenzo keluar dia sudah memakai baju pria pingsan itu, beberapa kali menarik-narik baju dan celananya agar tidak terlalu sempit, sungguh badan mereka jauh sekali persamaannya, dengan tubuh Kenzo yang kekar dan tegap dengan pria yang pendek dan kecil tak bisa di bandingkan sama sekali.


"baju yang jelek dan bau!..cih,"maki Kenzo lagi, sungguh memakai baju orang lain membuatnya ingin muntah,tapi demi wanitanya dia rela melakukan ini.


"tunggu aku Lucia!.."gumam Kenzo pelan,dia mendesah pelan saat mengingat kebersamaan dengan wanita yang iya cintai tapi karena musuhnya di mana-mana membuat mereka tau kelemahan,dan itu mengakibatkan orang yang di cintai di culik oleh Mereka.


"heh!..kau!.."


Kenzo tersentak bersamaan mengutuk dirinya sendiri bisa-bisanya dia melamun dan mengakibatkan dia di panggil oleh pria beringas itu.


"ya!.."Kenzo mencoba tenang walaupun sedikit takut orang itu menatap intens dirinya,apakah dirinya akan ketahuan?..bila iya maka tidak ada pilihan selain menghajar mereka semua.

__ADS_1


"bereskan ruangan operasi!.."perintah pria itu dengan berkuasa,lalu pergi ketempat awal dia berada.


huft!


Kenzo bernafas lega,dia masuk ke gedung itu yang benar-benar tidak terawat tapi masih kokoh hanya saja warna yang kusam dan tidak pernah di bersihkan.


Kenzo tidak ada niatan untuk membersihkan apa yang di suruh pria itu,baginya mencari keberadaan kekasih itu lebih baik.


tak..


tak..


tak..


Kenzo dengan cepat bersembunyi tapi mengingat dia memakai baju yang sama dengan mereka dia pun kembali muncul,tapi topi nya sengaja dia pasang dengn sedikit kebawah agar tidak menampakkan wajahnya.


"teman kita meninggal di ruang operasi!.."ujar Salah satu dari mereka dengan terus berjalan.


"siapa yang melakukan itu?.. dan kok bisa!.."dalam hati Kenzo sudah menebak siapa orngnya tapi dia hanya ingin berbasi-basi agar mendapatkan informasi di mana letak kekasihnya,Kenzo tidak khawatir dengan gadis mafia itu karena tau kemampuannya bukan lah kaleng-kaleng tapi dia lebih khawatir dengan kekasihnya itu yang di mana sifatnya ini yang membuat Kenzo khawatir,lemah, lembut,ramah senyum,baik dan yah aura positif ada dalam kekasihnya itu.


Kenzo takut di culiknya Lucia membuat dia trauma hal itu membuat hati Kenzo tidak lah tenang, Kenzo pun tidak menyerang mereka secara masal karena itu sama saja membahayakan Lucia,jadi karena Queen adalah orang yang di tolongnya untuk menukarkan anggota yang palsu dan membawa anggota keluarga Queen yang asli ketempat yang aman,maka dari itu Kenzo meminta tolong untuk menyelamatkan kekasihnya juga.


jelas permintaan Kenzo tidak mungkin di tolak oleh Queen yang mana dia tau diri juga atas jasa Kenzo selama ini.

__ADS_1


skip!


"tusukan yang indah dan rapi!.., seperti benar ada penyusup di sini!.."ujar salah satu pria yang memeriksa mayat temannya yang sudah tewas,tidak banyak luka hanya di bagian tertentu saja tapi sangat fatal bagi yang terkena.


"lapor bos!.."ujar salah satu yang lain pada kenzo yang berada di sampingnya,Kenzo yang memperhatikan tempat operasi yang tenyata operasi mengambil organ yang akan di jual dan tubuhnya masih ada di tempat dengn berserakan,sangat menjijikkan.


"heh!.."


Kenzo tersentak saat seseorang membentaknya dan menatap dirinya dengn curiga.


"kau anggota baru?.."orang itu bertanya dengan nada penasaran, sebelumnya mereka tidak melihatnya wajah Kenzo yang tertutup oleh topi dan di lorong-lorong tadi lumayan gelap membuat mereka tetap mengira itu adalah anggota lama,tapi saat berada di ruang operasi ini yang terang jadi mereka dapat melihat jelas perawakan Kenzo yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


"ya benar aku anggota baru!.."jawaban Kenzo dengan penuh keyakinan,dia harus bisa membuat mereka percaya pada dirinya agar mempermudah dia untuk mengorek informasi pada mereka.


"oh begitu!.."


Kenzo diam-diam bernafas lega,saat dia di ajak keluar dari ruangan itu, Kenzo merasa ada sebuah benda mengarah padanya, tentu dengan lihai dia mengelak ke samping.


Kenzo menatap mereka dengan tatapan sinis,mereka benar-benar tidak bisa di tipu,tidak menyangka saja anggota musuh bebuyutannya itu pandai memilih anggota.


"sudah ku tebak!.."


"aku beri plus untuk kalian!. cukup baik!.."ujar Kenzo dengn bertepuk tangan dengan santai,dan Tanpa aba-aba dia langsung menyerang mereka semua, sebelum itu Kenzo mengunci pintu nya sebelum mereka berlari dan mengadu pada bos mereka.

__ADS_1


"jangan kabur!..aku ingin kalian merasakan seperti mereka!.."Kenzo menunjukkan tubuh manusia yang tidak terbentuk di sudut ruangan, tatapan Kenzo tetap sinis dan membantai mereka yang tidak ada apa-apanya bagi dirinya.


mati!..sangat pantas bagi mereka!


__ADS_2