Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
75


__ADS_3

Kenzo mendengus jijik karena pakaian yang sudah jelek dan bau ini kini semakin berbau sangat busuk karena terkena darah pria-pria tadi,tapi walaupun begitu ada rasa bangga dalam hati Kenzo melihat mereka yang meminta ampunan pada dirinya tapi bukan Kenzo namanya yang berbaik hati apa musuh.


"sebenarnya di mana Lucia di sekap?..dan kemana lagi gadis mafia itu huh!..,"Kenzo bingung mau kemana, walaupun gedung nampak tidak terlalu luas tapi kalau masuk ini sangatlah luas dengan banyak lorong dan pintu-pintu yang berbagai macam isinya.


.


langkah yang tampak pelan tapi pasti,melangkah maju dengan hati-hati dan waspada yang tinggi, walaupun nafasnya belum teratur dan air keringat yang sudah membasahi tubuhnya tapi pantang baginya untuk berhenti walaupun sejenak, baginya lebih cepat lebih baik.


Queen bersembunyi di balik kegelapan tanpa sepengetahuan orang-orang yang menjaga tempat yang menurut Queen itu sangat mencolok,karena hanya ruangan itu saja yang di jaga sedangkan yang lain tidak.


Queen melihat sekeliling terlebih dahulu sebelum bertindak,dia mengira berapa saja orang yang berada di sana,setelah itu baru lah dia berfikir kembali gimana agar masuk ke sana.


klonteng!..


"siapa di sana!.."teriak salah satu penjaga menatap lorong gelap itu,tak ada percahayaan sama sekali membuat mereka harus memeriksa sendiri.


serrrtttt!..


"hamphhhh!..to..hamphhh!.."pria itu memberontak minta tolong tapi sebuah tangan kecil yang kuat berhasil membuat tak bisa memberontak.


tuk!


tuk!


tuk!


seketika pria itu langsung pingsan tak berdaya saat seseorang menutuk bagian vitalnya.


"menyusahkan!.."maki Queen menendang pria itu kesudut yang sangat gelap.


"Ciko siapa di sana?.."


beberapa orang yang di depan pintu itu menatap waspada saat temannya yang ingin memeriksa kini belum kembali-kembali.saat mereka saling pandang untuk mengecek di lorong itu, membuat mereka mengangguk serentak.


saat akan ingin memeriksa sebuah belati langsung melayang dengan cepat di hadapan mereka,tak sempat bereaksi kawan mereka langsung ambruk bersamaan sebuah tendangan membuat dari pria lain langsung pingsan karena membentur dinding dengan kuat.


kini tinggal dua orang yang melirik satu sama lain seolah memberi kode,tentu Queen menyadari itu dan dengan cepat dia mencabut belati kesayangannya itu dengan berlari kearah mereka.

__ADS_1


"jangan mimpi untuk kabur!.."


sestt..sestt!


tak perlu banyak waktu dan tenaga untuk menghabisi mereka, bahkan Queen sampai berfikir ternyata mereka tak kuat seperti dia bayangkan.


Queen mencoba membuka pintu yang ternyata terkunci, dengan males dia menggeledah pria-pria yang sudah tergeletak itu.


cklek!..


pertama yang Queen lihat hanya kegelapan, membuat Queen lagi-lagi harus mencari sakelar lampu.


Tek!


cahaya langsung menerangi ruangan itu,Queen menatap lekat seseorang di kasur dengn tertutup selimut, dengan perlahan Queen mendekati sisi kasur.


dor!


ceterrrr!


Queen menghela nafas lega Untung dia cepat menghindar kalau tidak mungkin kepalanya akan hancur dengan peluru itu,Queen menatap tajam seseorang bangkit di balik selimut dengan seringainya.


"wow!..cukup bagus gadis manis!.."


Alberto?..


.


"belok kanan!.."


zien langsung mengarahkan setirnya kearah kanan, dengan jalan yang tidak rata dan banyak Simpang di mana-mana tapi beruntung ada angela Aung memberi arahan di mana titik Queen sekarang.


"kalau di perhatikan kita seperti sudah sangat jauh masuk kehutan!.."


Azmi menatap sekeliling dengan perasaan kecamuk,dia bertanya-tanya kenapa titik berada istrinya itu berada di hutan lebat seperti ini?..dan ini sangatlah jauh dari kota maupun perdesaan.


"apapun yang terjadi kita tidak boleh berpisah!.."

__ADS_1


zien mengatakan itu bukan tanpa sebab karena dia merasa jalan ini semakin tidak aman saat di lewati, melihat banyak perangkap-perangkap yang di gunakan untuk musuh membuat zien menebak Queen pasti berada di sebuah rumah orang yang pastinya dia memiliki pangkat yang tinggi.


saat pembelokan kembali ada sebuah suara yang besar mengarah pada mobil mereka.


dor!


masih bernasib baik zien bisa mengelak sebagai tangan kanan mafia tentu dia merasa ada bahaya saat ini,zien melajukan kecepatannya walaupun jalannya yang kurang mendukung membuat orang yang berada di dalam mobil mengeratkan pegangan mereka masing-masing.


jantung azmi merasa melayang saat ini,baru kali ini dia mengalami sesuatu yang sangat membuat jantung tidak aman, Azmi terus berdoa dalam hati agar selamat dari pria-pria yang mengejar mereka di belakang dengan terus mengarah peluru pada mobil mereka.


"kau takut?.."cemooh zaen dengan menatap Ami yang berada di sampingnya.


"sebaiknya pulang,ini bukan tempat orang sok alim seperti mu!.."


dalam kondisi yang pelik seperti ini zien tak henti berbicara tidak sopan pada suami ketuanya itu,entah apa yang di Fikirkan zaen yang tak pernah suka pada Azmi yang padahal tidak pernah berbuat salah padanya.


azmi mengabaikan ucapan zaen itu,bagi Azmi itu tidak penting dia juga tau dari awal pria itu tidak suka padanya membuat azmi tidak peduli padanya,baginya yang terpenting bagaimana caranya agar mereka bisa lolos dari orang-orang itu dan membawa pulang Queen bersama mereka.


"pegang kuat-kuat"teriak zien Tanpa menunggu lama dia membanting stir nya dan mobil berputar-putar cepat,dan Dangan menginjak gas kembali dengan kelajuan penuh,bukan kabur melainkan kearah mereka yang berhenti,bahkan ingin menghindari mobil zien tapi sama sekali tidak sempat membuat mereka tertabrak dengan kuat.


suara tabrakan yang kuat membuat orang-orang itu melanting cukup jauh dengan kondisi memprihatinkan,bahkan ada yang meninggal di tempat saat itu dengan tubuh yang hancur.


zien menatap mereka sinis di dalam mobil,tanpa mengurus orang yang sekarat dan mati itu,zien langsung putar balik mobilnya kembali kearah titik Queen.


"Kalian membunuh orang!.."


ini adalah pemandangan yang Azmi lihat secara live,tak pernah dia berfikir dia akan melihat orang mati dengan cara seperti itu tanpa di tolong.


"mereka hidup kita yang mati!.."Azmi merasa tenggorokannya tercekat mendengar penuturan Angela yang datar tapi pedas tanpa perasaan.


"beginilah hidup kami azmi, penuh dengan aksi dan pertumpahan darah,jadi jangan pernah berfikir kami dengan sengaja membunuh orang tanpa alasan Karena kami bukan seperti itu!.. dunia ini kejam kau bahkan tidak akan pernah berfikir itu karena kau di besarkan olah kedua orang tua mu dengan kasih sayang, sangat berbeda dengan kami!.."


azmi tidak berkata-kata dengan penuturan zien seolah dalam kata-kata ada sesuatu kesedihan yang tersembunyi di balik wajah dinginnya.


sedangkan zaen saat ini sedang memegangi kepalanya Yang sakit dan pusing,'dasar sialan!..'zaen hanya bisa memaki kembaran itu dalam hati,di merasa kepalanya berdenyut hebat karena benturan Yang iya dapatkan tadi, saat zien berteriak untuk berpegangan zaen belum sempat memegang apapun dan sabuknya juga iya lepas tadi membuatnya menjadi seperti orang yang mabuk karena benturan yang tidaklah pelan.


'sial sekali'

__ADS_1


__ADS_2