Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
37


__ADS_3

Serapan pagi ini terasa hening bahkan umma dan Abi di buat heran dengn menantunya ini biasanya banyak bicara kini makan dalam diam,satu lagi putranya bertingkah aneh juga sesekali melirik queen dengn tatapan yang mereka tak tau apa artinya.


"Abi engk tau masalah kalian apa,tapi klau punya masalah bicarakan dengn kepala dingin jangan emosi dan gegabah..dan jangan diam-diam seperti ini yang tak akan menyelesaikan masalah"nasehat Abi melihat kelakukan mereka yang sudah pasti ada masalah.


"Azmi kamu sebagai kepala keluarga bagi istri mu,bicara baik-baik…jangan emosi dengerin pendapat nya terlebih dahulu baru kamu sampaikan pendapat mu.."sambung umma juga memberikan mereka nasehat.


"iya.."hanya itu balasan dari Azmi lalu pamit kekantor hari ini.


"Azmi pergi dulu,.."menyalami kedua orang tuanya,lalu beralih dengn istrinya yang diam saja.


"mas pergi, tenangkan dirimu dulu..nanti bicara baik-baik gimana kelanjutannya.."bisik Azmi dengn memeluk queen,tak lupa Salim dan kecupan singkat.


"hati-hati!!.."


hanya sebuah kata-kata singkat membuat Azmi tersenyum dengn mengangguk,dia sedikit lega akhirnya queen berbicara walaupun singkat,dia berencana tidak akan ke kantor, ucapan itu tadi Hanya alibi agar dia bisa keluar Tampa bnyk di tanyak.


tujuannya utamanya yaitu menemui Asiah ini pasti ada sangkut pautnya dengan Ning itu.


dia baru Sampek memasuki gerbang ternyata pertepatan berjumpa Abah Ibrahim.


"assalamualaikum kiyai.."


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh..ya Allah nak,makin ganteng aja.."raut gembira terjelas di wajahnya yang sudah mulai senja itu.


"ada apa nak!.."Abah yang mempersilahkan Azmi duduk.


"Ning Asiah ada?.."Azmi yang to the poin.


"ada, sebenarnya ya,ummi panggil Asiah dan suruh mbok bawa minum dulu untuk Gus kita..."


yang kebetulan ummi baru nampak, langsung saja Salim terlebih dahulu,baru manggil mbok dan baru ke atas untuk manggil anak tunggalnya itu.


"sepertinya serius nak?.."

__ADS_1


"Azmi hanya menanyakan sesuatu saja Abah,Abah boleh kok denger kami hanya ngomong biasa saja.."karena Azmi yang tak ingin timbul fitnah antara mereka.


"assalamualaikum Abah, Gus Azmi.."suara nan lembut dan menyejukkan langsung terdengar di Indra telinga mereka.


"waalaikumsalam.."


"ada apa ya gus!.."setelah duduk di samping umminya dan abah yang berada di sebrang mereka dengan Azmi.


"saya ingin bertanya sesuatu..tapi mohon jangan tersinggung semuanya.."Azmi menatap mereka serius hal itu membuat mereka ikut serius pula tapi Asiah menjadi tegang sekarang,seolah tau kemana pembahasannya.


"Ning ada bicara apa sama istri saya?.."


deg


kan bener tebakannya,tak salah lagi ini pasti Ning Aqila berulah karena dia mengatakan isi hatinya kemarin,Asiah cukup grogi menyampaikannya klau iya sampaikan apa yang iya katakan jelas mereka semua tau klau dia menyukai Azmi,tapi klau tidak di sampaikan dia akan menjadi tersangka merusak hubungan mereka.


ummi dan Abah menatap anak semata wayangnya meminta penjelasan.


"jelaskan nak!.."suara umma di samping yang menegang tangannya membuat dia sedikit rileks.


"emang apa yang kamu katakan nak?.."kini Abah yang bertanya,ini pasti masalah yang cukup serius sampai Azmi berkunjung ke pondok mereka.


"Asiah cuman mengatakan a-asiah___"ucapan Asiah berhenti membuat mereka di buat penasaran tapi mencoba sabar untuk menunggu kelanjutannya.


"Asiah mengatakan Asiah mencintai Gus Azmi saat dia pertama kali berkunjung kesini.."suara yang menggetarkan karena menahan tangisnya.


deg


mereka semua terkejut, apalagi Azmi yang tak menyangka Ning Asiah menyukainya yang lebih parahnya mengatakan itu di hadapan istrinya.


apakah karena ini Aqila ingin pisah?


klau Hanya itu, berarti istrinya ini belum mencintainya dengn sepenuh hatinya,tapi Azmi yakin bukan hanya ini saja melainkan ada sesuatu yang di sembunyikan darinya.

__ADS_1


"maaf maaf kan aku Gus..bukan bermaksud seperti itu,.."Asiah memeluk umminya dengn menangis terisak-isak,ummi Maryam tak tega melihat anaknya seperti ini tapi apa mau boleh buat kalau seperti ini.


"tidak apa-apa!..mencintai seseorang boleh tapi ingat lah mencintai bukan harus memiliki.."


kata-kata Azmi rasanya seperti panah yang langsung menusuk di hatinya,sakit sekali.


"saya tau Gus!.."jawabnya pelan.


"apalagi yang kamu katakan pada Ning Aqila!.."Abah ingin marah cuman anaknya ini hanya menyampaikan perasaan yang tak bisa di ungkap tapi setelah ini dia pasti lega walaupun sakit hati.


"Asiah Hanya mengatakan itu aja Abah,tapi Ning Aqila entah kesian Sama Asiah atau gimana..dia bilang gini,...'maaf Asiah aqila bisa apa!..klau poligami!..maaf Aqila gk bisa,Aqila engk akan berbagi yang milik Aqila tapi ada satu cara yaitu berpisah,Aqila bisa cerai,dan Asiah boleh nikah dengn Azmi!..',dia bilang seperti itu,tapi Asiah langsung tolak Gus,Abah ummi percaya sama Asiah..hiks..hiks.."


penjelasan Asiah membuat mereka paham terutama Azmi,dia bergegas pamit dari sana dan pergi membawa mobilnya yang engk tau arah,hati dan pikirannya kacau sekarang.


"knp kamu mengatakan seperti itu Aqila?.."


cairan bening kini lolos di pipinya,dari tadi iya tahan agar tak terlihat oleh mereka kini mengalir Tampa bisa di cegah,biar lah dia di katakan cengeng tapi dengn seperti ini dia bisa melampiaskan rasa kesal,marahnya,kacau benar-benar kacau hati dan pikirannya sekarang.


brakkkkk


dug


"akhhh.."


Azmi reflek menjerit tapi dengn cepat mengendalikan mobilnya yang sempat oleng,jalur yang sepi menjadi untung bagi Azmi kalau tidak sudah pasti terjadi kecelakaan tadi,tapi tidak untung juga bagi dirinya yang ada lima mobil hitam di belakangnya yang seperti punya niat tidak baik padanya.


"siapa mereka!.."


Azmi melajukan kecepatan agar lolos dari mereka,kini dua mobil berada di sisi kanan dan kirinya sedangkan di belakang ada dua.


"satu lagi di mana?.."melihat sekeliling ternyata mobil satu lagi mencari jalur tikus dan langsung menghalangi dirinya di depan membuatnya harus berhenti mendadak begitu juga dengn yang lainny, sekarang dia sudah di kepung.


Azmi mencoba tenang saat melihat banyak orang berjaket hitam dengn lambang aneh di lengannya berwarna putih.

__ADS_1


Azmi keluar dari mobilnya dengn menatap mereka tajam,dia merasa tak punya selisih atau permasalahan dengn orang lain.


"siapa kalian!!!.."dengn menatap mereka semua yang beringas-bringas ,ada yang aneh knp tempat ini sunyi?..ini pasti tidak kebetulan!..batin Azmi merasa mereka sudah merencanakan ini semua.


__ADS_2