Magic In Love

Magic In Love
18. Kekasih Tuan Muda


__ADS_3

Keesokan harinya Lori bangun dari tidurnya lebih awal dari yang lain. Ya setidaknya lebih awal dari semua yang semalam diskusi hingga dini hari.


Lori keluar dari kamarnya dan kemudian berjalan ke arah taman yang di mana ada beberapa tanaman yang terlihat sudah cukup tua dan tak lagi berbunga.


Lori mendekati mereka, ia mengusap tanaman-tanaman itu dengan tangannya yang tampak keluar seperti serbuk-serbuk berkilau keemasan.


"Kalian sudah cukup tua, mungkin manusia tak banyak yang tahu jika kalian butuh dirawat lebih baik dari tanaman baru lainnya."


Kata Lori seolah mengerti bagaimana tanaman-tanaman itu.


Sejenak daun-daun baru pada tanaman itu tampak bermunculan, diiringi kemudian munculnya bunga baru pula.


"Berbungalah lagi yang cantik, aku akan sering mengunjungi kalian."


Ujar Lori yang kemudian menyanyi dengan suaranya yang merdu seraya menaburkan serbuk-serbuk keemasan dari tangannya ke semua tanaman di sana.


Musim semi yang indah, musim semi di mana bunga bermekaran seperti gadis-gadis cantik. Awan berarak seperti kapas putih yang bersih. Matahari bersinar berkilauan seperti perhiasan emas para bidadari yang turun dari kahyangan.


Musim semi adalah musim yang hangat. Seperti kasih yang tercurah dari semesta untuk para mahluk baik yang tinggal dan hidup.


Lori tampak terus mengelilingi taman, cantik nian dirinya membuat setiap mata yang memandang tak ingin lepas bahkan hanya sekedar berkedip.


Para pengawal Alpha yang hendak sarapan bahkan sampai harus berdiri tertegun melihat Lori, jika saja tak dihardik seorang laki-laki tinggi besar, pasti mereka akan tetap di sana sampai sore tiba.


"Pengawal tak boleh mata keranjang, kalian akan lemah jika seperti itu."


Kata si kepala pengawal yang terlihat sangat sangar.


"Apa anda sama sekali tak tertarik pada seorang gadis? Bukankah laki-laki normal akan tertarik pada setiap gadis cantik."


Seorang pengawal berani bicara pada Tuan Marthinus si kepala pengawal.


"Tentu tertarik bukan kesalahan, aku juga tak menyalahkan kalian tertarik pada gadis itu, yang salah pada kalian adalah, karena hanya tertarik pada seorang gadis, lalu kalian terus di sini dan melupakan tugas kalian dengan mudahnya."


Kata Tuan Marthinus, membuat para pengawal junior itu akhirnya nyengir karena menyadari kesalahannya.


Para pengawal itupun akhirnya meneruskan acara pergi sarapan, karena akan kembali bertugas lagi.


Tuan Martinus lantas menatap Lori yang kini seolah sedang bicara dengan pohon Sakura, yang dengan mata kepala Tuan Martinus sendiri, ia melihat bagaimana pohon sakura itu lantas langsung berbunga.


Sudah jelas ia memang bukan manusia, aku tahu betul itu. Batin Tuan Marthinus, yang kemudian pergi dari sana.


Semetara itu, di tempat Ali tinggal, tampak Ali masih tertidur lelap. Walaupun, dalam tidurnya itu, pemuda tampan tersebut terlihat gelisah.


Ya, tentu saja Ali tampak gelisah, karena ia bermimpi sesuatu yang cukup menakutkan.


Ia melihat banyak monster bergerak mengamuk di sebuah wilayah yang Ali tak begitu paham di mana.


Monster-monster itu seperti manusia namun juga seperti tikus.


Mereka sangat beringas dan jahat, Ali berlari ke sana ke mari bersama Lori melawan mereka.

__ADS_1


Ali juga melihat ada nenek tua dengan hidung runcing, dan banyak perempuan tua dengan topi penyihir.


Empat pecahan batu dengan kilau biru kehijauan tampak diperebutkan mereka, dan kemudian ada pasangan yang Ali tak kenal siapa mereka terlihat bertarung habis-habisan dengan para monster dan para perempuan tua dengan topi penyihir.


Ali menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, keringat dingin tampak bercucuran di wajah tampannya, dan...


"Hah..."


Ali terbangun, ia bahkan sampai duduk di atas tempat tidurnya.


"Apa itu..."


Ali bergumam sendirian, tangannya sejenak terasa kram tanpa tahu kenapa.


Ali menatap telapak tangannya, merasakan ada sesuatu yang bersembunyi di sana ingin keluar.


Tampak Ali membulatkan matanya,


"Tidak... Tidak, jangan katakan..."


Ali teringat langsung pertanyaan Kak Zizi semalam, tentang batu yang ia lihat saat masih sangat kecil yang ada di balik tumpukan salju.


Mungkinkan...


Mungkinkah Aquamarine stone itu...


Ali menatap telapak tangannya dengan ekspresi yang seperti takut,


Ya...


Dan jika itu memang benar, berarti bisa dikatakan Ali harus berurusan dengan dunia peri lagi.


Ah yeah, kenapa aku?


Kenapa?


Ali mengacak rambut kepalanya karena jadi pusing.


"Benarkah?"


Lori di luar terlihat bicara dengan seekor kupu-kupu yang beterbangan cantik di taman.


"Yah peri, sungguh..."


Kata kupu-kupu.


"Berarti ke mana aku harus menemuinya?"


Tanya Lori.


"Kau bisa keluar dari rumah ini, berjalanlah saja ke Utara, di satu tiang lampu, kamu akan melihat jalan menuju rumah peri yang sangat tua. Ia sudah tinggal ratusan tahun di antara dunia manusia dan dunia peri."

__ADS_1


"Bagaimana bisa begitu?"


Tanya Lori.


"Itu sebabnya kau harus bertemu dengannya, agar kau bisa tanyakan sendiri padanya."


"Benarkah..."


Lori bergumam.


"Tentu saja itu benar peri, aku menceritakan hal yang sebenarnya."


Ujar si kupu-kupu.


"Yah aku tahu, tidak mungkin kupu-kupu berbohong."


Lori tersenyum,


"Aquamarine stone, semoga peri itu paham di mana."


Lirih Lori kemudian,


"Sebaiknya kau bergerak cepat peri, jika kau menunda terlalu lama, kau mungkin akan kehilangan banyak hal."


"Aku tahu itu."


Lori mantuk-mantuk.


Lori masih bicara dengan kupu-kupu dengan serius, hingga tanpa ia sadari seorang pemuda berjalan ke arahnya, dan tiba-tiba meraih tangannya lalu menariknya begitu saja,


"Hey!"


Lori yang masih ingin bicara lagi dengan si kupu-kupu jadi protes,


Beberapa pelayan dan pengawal yang melintas di sana jadi terpancing kekepoannya,


"Kenapa aku ditarik tiba-tiba?"


Protes Lori pada Ali yang membawa Lori kemudian ke tempat ia tinggal.


Pelayan dan pengawal yang melihat adegan itu jelas saja langsung kasak kusuk,


"Yah ternyata gadis cantik itu kekasih tuan muda."


Kata pengawal kecewa.


"Aku baru tahu Tuan Muda Ali ternyata punya kekasih, kapan kekasihnya itu datang?"


Kata Pelayan.


"Apa yang akan terjadi jika orangtua Tuan muda tahu jika Tuan muda Ali membawa gadis ke tempat tinggalnya?"

__ADS_1


Yah semua heboh, seheboh di dunia peri saat ini, yang di mana...


**--------------**


__ADS_2