Magic In Love

Magic In Love
70. Aduh


__ADS_3

"Waaau, manusia vampir."


Tiba-tiba terdengar suara seorang anak laki-laki yang keluar dari pintu besar istana.


Ya, tentu saja, dia adalah Belle.


Ia tak akan pernah betah di acara orang-orang tua yang penuh basa-basi.


Melihat Belle, tampak Shane tersenyum lega.


Belle melayang ke arah mereka, dan berdiri mengambang di depan Shane dan Zizi.


"Ah untung ada kau Bolli."


Zizi tampak juga tersenyum lebar menyambut,


"Ish, siapa Bolli?"


"Kau? Kau kan namanya Bolli."


Ujar Zizi.


"Belle, sayang, dia adik Lori, namanya Belle, bukan Bolli."


Kata Shane.


"Masa sih, aku inget dia namanya Bolli."


Gumam Zizi.


Belle menghela nafas, kalau saja ia tidak tahu Zizi sangat hebat, ia sudah melemparkan bola api ke arahnya.


Belle mengulurkan tangan ke arah Shane.


Shane pun menyambut tangan kecil Belle, begitu pun akhirnya Zizi.


"Lori dan Ali, ke mana mereka? Aku harus jemput Ali pulang."


Kata Zizi saat jabat tangannya terlepas dengan Belle.


Kepala peri istana yang melihat kedua tamu istimewa istana sudah bersama pangeran Belle, Akhirnya memilih pamit masuk ke istana.


"Lori dan Ali? Memangnya mereka belum sampai?"


Tanya Belle heran.


"Sampai mana?"


Zizi balik tanya.

__ADS_1


"Sampai rumah dunia manusia lah, masa sampai berjumpa pula."


Kesal Belle.


Zizi hebat tapi bolot. Bikin kesal. Batin Belle.


Harusnya kalau sudah hebat ya yang sempurna gitu lho, ini malah bolot. Batin Belle pula.


"Jadi maksudnya mereka sudah pulang?"


Tanya Shane pada Belle.


Tampak Belle mengangguk.


"Mereka pulang ke dunia manusia sejak akhirnya kami masuk istana, memangnya kapan kalian masuk dunia peri?"


Tanya Belle melihat keduanya.


"Entahlah, aku hanya ingat minum coklat panas dan mengobrol banyak, mungkin itu sudah seharian."


Gumam Zizi.


"Haiiish, ya jelas kalian tidak tahu. Mereka pasti sudah sampai."


"Hah?"


"Jadi aku ke sini hanya buang energi? Apa pula ini dikerjain othor."


Zizi langsung kesal.


Tapi mana berani dia sama othornya, ya kan...


"Sudah sampai sini, masuklah ke istana Tuan Vampir dan Nona Naga, kalian harus bertemu Ayah dan Ibuku, serta Paman Noel dan Bibik Oracle."


Kata Belle.


"Bibik Oracle?"


Tanya Zizi.


"Ya, kan Oracle isteri Noel, kita sudah mendengar banyak cerita soal mereka kan?"


Kata Shane,


Zizi akhirnya baru mantuk-mantuk, maklum loading agak lama..


Belle mengajak mereka masuk ke dalam istana, di mana di dalam istana ada jamuan besar karena mereka memang kedatangan tamu spesial pakai telor bebek.


Zizi terlihat semangat,

__ADS_1


"Kita pesta dululah, habis itu baru pulang."


Kata Zizi pada suaminya yang tentu saja sudah tahu isi otak Zizi pasti begitu.


Sementara itu, di dunia manusia.


"Apa, Kak Zizi hilang?"


Ali yang mendengar suara Aunty Maria terkejut.


Dan Ziyan serta pengawal semuanya juga jadi melihat ke arah Ali yang menyebut Zizi hilang.


"Shane, ke mana dia?"


Tanya Ziyan pada para pengawal yang menggeleng tidak tahu.


Ya, bagaimana mereka tahu, Zizi dan Shane sama sekali tak terlihat keluar rumah.


Jadi, terlalu aneh hilang di dalam rumah, macam duit recehan saja.


"Shane dan Zizi, mereka tidak ada Tuan Ali."


Kata Aunty Maria melayang seperti kresek lerek-lerek terbawa angin mendekati Ali.


"Apa jangan-jangan..."


Ali menoleh ke arah Lori,


"Menyusul Ali ke dunia peri."


Kata Lori melanjutkan, tampaknya mereka sudah sehati dan seusus.


Ali mengangguk sependapat.


"Apa maksud kalian? Dunia peri? Maksudnya seperti waktu itu?"


Tanya Ziyan.


Ali ganti ke arah Ayahnya lagi, dan menganggukkan kepalanya.


"Ya Ayah, kemungkinan besar Kak Zizi pergi ke sana juga, karena khawatir Ali belum pulang."


Kata Ali.


"Waduh, bagaimana ini? Bagaimana kalau ada apa-apa dengan Zizi? Pasti Zion akan lari ke hutan belok ke pantai."


Ziyan pun jadi panik lagi.


**------------**

__ADS_1


__ADS_2