
Lori berjalan sempoyongan ke sana ke mari, kepalanya muter-muter rasanya, perutnya juga terasa begah.
Berulangkali ia bersendawa, dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.
"Aku harus cari madu... Aku harus cari madu."
Gumam Lori sambil berjalan sempoyongan lalu menabrak dinding.
Ali menghela nafas mengikuti di belakangnya.
"Ini kenapa ada dinding di sini, minggir!"
Kata Lori pada dinding di depannya.
Ali akhirnya menghampiri Lori lalu menariknya menjauh dari dinding,
"Duduklah, biar aku yang cari madunya."
Kata Ali yang lantas memaksa Lori agar duduk.
Lori bersendawa lagi, ia menatap wajah Ali yang jadi tidak terlihat jelas.
"Kamu ini kenapa mukanya jadi aneh."
Kata Lori.
Ali menepuk jidat Lori,
"Kamu yang mabuk, sudah kubilang jangan minum soda sambil makan anggur!"
Kesal Ali.
"Kamu ini peri, tidak usah aneh-aneh."
Kata Ali lagi geleng-geleng kepala.
"Ali cerewet, seperti baling-baling pintu air."
Kata Lori.
Ali mendengus,
"Diamlah, aku masukkan kulkas nanti."
Kata Ali yang lantas bersiap menuju keluar ruangan tempat ia tinggal, saat ketukan di pintu mengejutkannya,
Ali bergegas membuka pintu ruangan ia tinggal, dan tampak di sana Zizi menatap Ali dengan tatapan mata tak biasa,
"Semua orang membicarakanmu bersama seorang gadis."
Ujar Zizi seraya masuk ke dalam ruangan Ali.
Ali celingak-celinguk, tidak terlihat Shane, suami Zizi, dan juga si hantu Aunty Maria.
"Aunty Maria dan Kak Seng sedang mengawal orang membongkar gudang."
Kata Zizi seraya terus masuk dan kemudian mendapati Lori yang meringkuk di atas lantai.
"Kenapa dia?"
__ADS_1
Tanya Zizi begitu Ali menyusulnya masuk.
"Dia minum soda dan makan anggur."
Jawab Ali.
"Haiiish, bagaimana bisa dia minum soda?"
Zizi geleng-geleng kepala.
"Aku ambil soda, dia minta, jadilah satu kaleng dia habiskan, dan berakhir seperti itu."
Kata Ali.
Zizi lantas duduk di lantai yang dekat Lori.
"Al, Aunty Maria bilang tadi malam ia juga melihat peri laki-laki tua yang banyak hantu bilang ia tinggal di tengah hutan dekat sini."
Tutur Zizi.
"Peri laki-laki tua?"
Ali lantas ikut duduk bersama Zizi.
"Siapa dia?"
Tanya Ali.
Zizi tentu saja menggeleng,
"Inilah yang tadinya ingin aku bahas dengan kalian, tapi ternyata Lori seperti ini."
"Aku ingat kata-kata Nenek, soal Merry yang bisa saja akan membuat kerusuhan seperti Shilba Dolores, si peri jahat. Aku berusaha memecahkan misteri kenapa semua selalu terhubung denganmu."
Kata Zizi.
Ali mengangguk membenarkan,
"Ya Kak, aku tadi juga sebetulnya menarik Lori masuk karena ingin membahas banyak hal. Tentang Aquamarine, aku mulai bisa mengingatnya lagi, batu permata dengan kilau biru kehijauan seperti Jamrud itu, ya aku melihatnya saat kecil, tapi ia kemudian seperti merasuk dalam diriku, aku ingin tahu bagaimana caranya mengeluarkannya."
Kata Ali.
Zizi mengangguk,
"Peri laki-laki tua itu didapati Aunty Maria di sekitar rumah ini, bisa jadi ia merasakan sesuatu atau mengincar sesuatu, dan jika itu benar adalah Aquamarine yang ada di dalam dirimu, maka tak heran jika masalah dunia peri seperti mengikuti dan terhubung denganmu Al."
"Jika mengeluarkan Aquamarine dari dalam diriku untuk diberikan pada Lori bisa mengakhiri semuanya, aku ingin melakukannya. Daripada kita harus ikut ke dunia peri lagi seperti dulu kan Kak?"
Ali seolah berharap Zizi sependapat dengan dirinya, tapi...
Zizi ternyata menggeleng,
"Aku rasa, ada yang berusaha menyalah gunakan Aquamarine Al, jika sekarang Lori memilikinya, kita belum tahu apakah nanti Lori akan tetap aman dan selamat."
"Kenapa?"
Ali bingung.
"Tentu saja karena Lori memiliki permata itu tapi tidak tahu kegunaannya, ia akan dengan mudah diperdaya oleh peri-peri lain yang memiliki kepentingan."
__ADS_1
"Ah yah, benar juga."
Gumam Ali.
"Dia polos dan bodoh."
Kata Ali pula.
"Tapi dia sangat cantik, dan dia sangat menyukaimu."
Ujar Zizi membuat Ali keselek.
Zizi terkekeh,
"Aku rasa, ada sesuatu di masa lalu Lori dan keluarganya, ada yang dirahasiakan Merry, dan kita tidak tahu siapa sebetulnya yang jahat di dunia peri selama ini."
Zizi kembali serius.
"Nenek melarang tongkat yang ada Aquamarine untuk tidak diserahkan pada Oracle, berarti Oracle juga ada kemungkinan sebetulnya ia juga jahat."
Kata Zizi pula.
"Tongkat itu, di mana sekarang katanya?"
Tanya Ali.
Zizi menoleh ke arah Lori yang matanya masih terpejam dan tampak bergumam-gumam tak jelas.
"Lori memberikannya pada Oracle karena Belle adiknya sakit, ia juga terpaksa kembali ke hutan bunga karena adiknya Belle sakit."
"Belle?"
Ali menggumamkan nama Belle.
"Ya Al, Belle, peri laki-laki kecil yang naik unicorn itu, kau pasti ingat, adik Lori."
Ali tentu saja mengangguk,
"Nasi sudah jadi bubur, kita sudah terlibat sejak awal, dan Lori sepertinya memang butuh kita bantu. Kita coba urus masalah ini."
"Tapi Kak, kamu sedang hamil..."
Ali menghawatirkan kondisi Zizi,
Zizi terlihat tertawa kecil,
"Memangnya kenapa kalau aku hamil? Apa ada yang salah?"
Tanya Zizi.
Ali menggeleng,
"Tidak, tentu saja tidak, aku hanya tidak ingin nantinya ada yang membahayakan keselamatanmu."
Zizi tersenyum,
"Tenanglah Al, kau tahu persis jika aku cukup kuat untuk menghadapi banyak hal, lagipula aku hanya akan mendampingi kamu saja,"
Ujar Zizi membuat Ali jadi nyengir keki.
__ADS_1
**---------------**