Magic In Love

Magic In Love
50. Aroma Yang Khas


__ADS_3

Ali dan Raymond sama-sama ambruk ke tanah, keduanya kehabisan energi setelah mengalahkan sekelompok bayangan hitam dan juga pasukan burung gagak yang sangat banyak.


Tampak nafas Ali tersengal-sengal, ia kini terbaring di atas tanah dengan mata terpejam karena kelelahan.


"Sebenarnya kau ini manusia macam apa Ali?"


Terdengar suara Raymond bertanya pada Ali.


Keduanya tampak berbaring bersisian, dan Ali tampak terkejut mendapatkan pertanyaan demikian dari Raymond.


"Aku? Kenapa denganku?"


Ali malah jadi bingung sendiri, ia tampak memandangi Raymond yang matanya tetap terpejam dengan wajah menghadap ke atas seolah menantang langit.


"Kau jelas bukan manusia biasa, mustahil kau bisa masuk ke dunia peri tanpa merasakan tubuhmu sakit atau merasakan hal lainnya."


Raymond terdiam sejenak, lalu...


"Kau bahkan bisa menghancurkan para bayangan hitam dan juga membakar burung-burung gagak ketika tanganmu mengenai mereka."


Tambah Raymond pula,


Ali terkesiap.


Ia tak menyangka jika Raymond yang sesosok peri masih butuh penjelasan jika Ali ini sebetulnya sebangsa mahluk apa.


Ya Tuhan...


Ini baru Ali, apalagi jika ia melihat Kak Zizi. Batin Ali.


Pelahan tampak Ali duduk dari berbaringnya, ia kini merasa sangat haus.


Ali baru sadar jika ia entah sudah berapa jam lamanya tak meminum apapun dan tak memakan apapun.


"Kau haus?"


Tiba-tiba Raymond bertanya,


Pertanyaannya seolah ia tahu apa isi hati Ali.


"Apa kau juga haus Paman?"

__ADS_1


Ali balik tanya, tampak Raymond menggeleng.


"Aku bahkan bisa kuat tidak makan dan tidak minum selama sepuluh tahun."


Kata Raymond yang jelas saja membuat Ali terperangah.


"Benarkah Paman? Bagaimana bisa?"


Ali sungguh tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi.


Raymond akhirnya menoleh pada Ali.


Pemuda itu terlihat sangat tampan, ia juga memiliki dua energi yang seimbang, energi api dan juga energi tanah.


Jika saja ia memiliki empat energi besar dari alam, maka sudah jelas ia adalah bukan manusia biasa pada umumnya.


"Aku memiliki energi tak biasa sejak kecil, aku bahkan tidak tahu kenapa, tapi yang jelas kakak sepupuku juga memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada aku.


Kata Ali.


"Sepupu? Siapa?"


"Zizi."


Jawab Ali.


"Zizi... Zizi..."


Raymond bergumam nama Zizi, ia sungguh merasa tidak asing, ia pernah mendengarnya, bahkan sepertinya cukup sering.


"Aku sepertinya sangat familiar dengan nama itu."


Ujar Raymond.


Ali tersenyum seraya mengangguk,


"Ya Paman, dia memang lumayan beken di dunia lain."


Kata Ali menahan senyum.


Sungguh Ali tak bisa membayangkan bagaimana jika Zizi mendengar apa yang tadi Ali sampaikan pada Raymond.

__ADS_1


Beken di dunia lain, pastinya antara itu prestasi atau malah apa, Ali juga tidak tahu.


"Zizi... ya Zizi, aku ingat sekarang."


Kata Ramond tiba-tiba,


"Zizi, saat aku lama di dunia manusia, aku sering bertemu hantu dan mereka bergosip tentang manusia bernama Zizi."


Mendengarnya Ali tampak mengulum senyumannya,


"Mereka bergosip apa?"


Tanya Ali penasaran juga akhirnya.


"Anak manusia paling aneh, dunia hantu akan damai jika saja Zizi tidak terlahir ke bumi. Mereka juga bahkan memperkuat koloni dan menyiapkan banyak pasukan perang untuk menjaga mereka dari gangguan Zizi, padahal aku lihat Zizi bahkan tak pernah sekalipun masuk hutan di mana aku tinggal, tapi mereka belum apa-apa sudah heboh setengah mati."


Ali yang mendengarnya jadi tak bisa menahan tawa,


Tentu saja Zizi memang si trouble maker, jadi hantu pun rasanya seperti selalu sial jika bertemu dengan Zizi.


"Ya ya.. Benar itu dia Paman, dia saudara sepupu saya, yang meskipun sedikit aneh tapi sebetulnya ia baik hati."


Kata Ali.


Ali lantas baru akan bicara lagi tentang Zizi, saat tiba-tiba, aroma mint tercium semerbak bercampur dengan aroma apek yang khas.


Ali langsung tampak celingak-celinguk, pun juga Raymond.


"Ibunya Lori..."


Kata Raymond.


"Paman Marthinus,"


Kata Ali.


Lalu keduanya sama-sama terlihat mencari dari mana aroma itu muncul.


Aroma yang tentu saja tak asing untuk mereka masing-masing.


**------------**

__ADS_1


__ADS_2