
"Tadinya di sini?"
Tanya Aunty Maria menunjuk dinding yang kata Ali sempat ada cermin tua digantungkan.
Ali tampak mengangguk, jelas dalam ingatan bahwa cermin itu benar ada dan itu bukan mimpi.
"Aku bahkan meletakkan telapak tanganku di cermin itu, aku berusaha merasakan energi lain di sana."
Ujar Ali.
Aunty Maria mengangguk-angguk, ia berusaha membayangkan rupa cermin yang di ceritakan Ali dan mencoba meraba-raba ada apa sebetulnya.
Aroma mint yang ia sempat hirup berasal dari kamar Ali, adalah aroma yang kini Aunty Maria ingat pernah ia temui di sekitar dunia peri.
Dunia peri di dalam cermin tua di gudang rumah Hokkaido juga, yang kemudian ditutup permanen dan tak boleh ada siapapun juga yang boleh masuk ke sana.
"Apa mungkin cermin itu dari dunia peri Lori?"
Tanya Aunty Maria pada Ali yang tampak membulatkan matanya.
"Lori? Di mana?"
Tiba-tiba terdengar suara Zizi bertanya, yang kemudian tampak ia masuk ke dalam ruangan tempat tinggal Ali.
"Tomomi bicara soal cermin, katanya kau mencari cermin tua yang tak ada satupun pelayan yang pernah melihat Al."
Kata Zizi.
Ali mengangguk,
"Sungguh Kak, saat aku pertama datang, cermin itu tepat ada di sana, di depan Aunty Maria kini berada, bahkan saat tadi aku akan makan malam denganmu pun aku masih sempat melihat cermin itu ada di sana."
Ali mencoba meyakinkan Zizi,
"Apa tidak ada yang memindahkan? Atau Ali mungkin melihat ada hantu berkeliaran di sekitar sini?"
Tanya Shane menyela,
Ali terdiam, mencoba mengingat, tapi ia melihat ke arah Aunty Maria,
"Apa?"
Tanya Aunty,
"Tidak, aku rasa hantu yang berkeliaran di rumah ini hanya Aunty Maria, ada hantu nenek yang kepalanya retak itu di luar pagar saja, ia tak masuk sama sekali."
Ujar Ali.
"Tentu saja dia tidak berani masuk, dia tahu aku ada di sini."
__ADS_1
kata Zizi.
"Ya dia sayang pada kepalanya, kalau ketemu Zizi kepalanya yang retak itu ditabok bisa terbelah."
Ujar Aunty Maria.
"Iish..."
Zizi mendesis, tapi karena ini ia jadi mual lagi, dan lari-lari langsung karena mau muntah lagi.
"Apa kata dokter Takeru?"
Tanya Aunty Maria pada Shane, yang kemudian Ali juga jadi ikut menatap Shane karena penasaran sebetulnya Zizi kenapa.
"Dokter Takeru belum berani kasih kesimpulan, besok kami diminta ke Rumah Sakit saja, memang ada kemungkinan Zizi hamil, tapi belum terlalu bisa dipastikan. Entahlah, aku tidak mengerti soal ini."
Kata Shane.
"Ah tentu saja, apalagi aku, jelas lebih tidak tahu soal kehamilan."
Timpal Ali.
Aunty Maria geleng-geleng kepala, seolah ia sangat heran dengan semua orang yang soal kehamilan saja tidak tahu, padahal dirinya sendiripun juga sama.
Shane kemudian terlihat menoleh ke arah jendela ruangan tempat tinggal Ali yang terbuka lebar.
Jendela geser itu lantas ditutup oleh Shane.
Kata Shane.
Aunty Maria melayang ke arah Shane.
"Kau juga mencium aroma mint?"
Tanya Aunty Maria.
"Mint? Siapa yang punya permen mint? Zizi mau."
Tiba-tiba Zizi muncul lagi,
Aunty dan Shane saling berpandangan, lalu aunty Maria geleng-geleng kepala,
"Bolot awet banget dia."
Gumam aunty Maria.
"Ish apa sih."
Zizi mendekati Shane, tampak Ali juga jadi mendekati Shane.
__ADS_1
"Kak Shane mencium aroma mint, Aunty Maria mencium tadi saat baru sampai."
Kata Ali.
"Trus kamu juga?"
Tanya Zizi pada Ali.
Ali mengangguk,
"Aroma mint bukannya rumput liar di alam peri Lori?"
Tanya Zizi,
Semua nyaris bersamaan mengangguk,
Zizi celingak-celinguk, mencoba mencari apa ada yang janggal di sana, lalu...
"Apa kamu tidak sebaiknya pindah tempat saja Al?"
Tanya Zizi.
"Aku suka di sini Kak, aku bisa tidur dengan nyenyak di sini, aku juga bisa baca dan belajar dengan tenang di sini."
Zizi menghela nafas,
"Ada yang berusaha terhubung denganmu, apa kamu tidak merasakan sesuatu?"
Zizi menatap Ali,
"Sejujurnya ada."
Kata Ali akhirnya jujur,
"Suara perempuan, aku terus seperti mendengar suara perempuan yang menyebut anakku anakku..."
"Hantu?"
Tanya Zizi, matanya menatap Ali, begitu juga Aunty Maria dan Shane.
Ali menggeleng,
"Tidak Kak, aku rasa bukan hantu. Aku sungguh tidak merasakan energi hantu di sini selain milik Aunty Maria."
Kata Ali yang kemudian disetujui oleh Zizi.
Memang benar kata Ali, jika di sana memang tak ada energi hantu lain selain Aunty Maria.
Jadi, pertanyaannya, siapa kira-kira perempuan yang bersuara itu? Perempuan yang memanggil-manggil anaknya.
__ADS_1
**------------**