Magic In Love

Magic In Love
39. Dendam Yang Mengakar


__ADS_3

Sebuah cahaya biru kehijauan muncul begitu menyilaukan, cahaya itu melesat cepat menuju mereka, dan...


Para penyihir tua itu terpental, cahaya yang begitu mengenai para penyihir itu berubah bentuk menjadi air itupun mendorong kuat para penyihir itu hingga terhempas ke tanah lalu terbawa arus.


Lori dan Ayahnya terheran-heran, dan lebih heran lagi begitu Ibunya yang kini terlihat muncul dengan menggandeng Belle, sementara tangan satunya memegang sebuah batu yang memancarkan cahaya biru kehijauan yang berkilau-kilau.


Cahaya yang sama dengan yang menyerang para penyihir tua.


"Aku baru ingat jika Raja Neptunus mengatakan padaku bahwa aku bisa menggunakannya ketika dalam bahaya."


Kata Ibu.


Lori mendekati sang Ibu.


Raymond sendiri tampak berusaha berdiri dengan susah payah, terhuyung mendekati sang Isteri.


"Aku tidak tahu kekuatan Aquamarine stone sebesar ini, aku bahkan menyimpannya di lemari madu karena kupikir hanya hadiah kecil biasa."


Kata Ibu.


Raymond mengulurkan tangannya untuk meraih batu di tangan sang isteri, ia merasa sangat takjub dengan hadiah yang diberikan Raja Neptunus pada Isterinya.


Raja penguasa alam bawah laut itu tampaknya tahu betul, jika akan ada banyak bahaya mengintai mereka.


Raymond baru akan meraih batu itu, saat tiba-tiba,


Syuuuung.


Sebuah benda seperti pecahan cermin melesat ke arah tangan Raymond yang terulur.


Pecahan itu mengenai pergelangan tangannya, menggores dan membuat Raymond cukup terkejut dengan serangan yang tiba-tiba itu.


Raymond seketika melihat ke arah datangnya benda pecahan cermin, saat kemudian tampak seorang berwajah buruk dan tua menghampiri mereka.


"Kau pikir setelah menghancurkan hidup seseorang lalu bisa hidup dengan tenang Pangeran? Tidak bisa begitu tentunya. Kau harus membayar semuanya..."

__ADS_1


Perempuan buruk rupa itu setelah berkata-kata tiba-tiba menghilang, dan muncul begitu saja seraya merebut Aquamarine stone dari tangan Ibunya Lori yang lengah.


Perempuan yang tak lain adalah peri Merry itu lantas mengucap mantera-mantera aneh.


Raymond dan keluarganya berteriak kesakitan seraya menutup telinganya dengan kedua tangan agar tak lagi mendengar suara mantera yang diucapkan Peri Merry.


Di saat mereka tengah kesakitan, Peri Merry dengan kecepatan tinggi melempar Raymond ke dunia manusia, ia harus hidup di sana hingga seluruh dunia hancur, tak akan pernah bisa kembali lagi, dan hidup tersiksa di alam manusia.


Lori dan Belle yang tak mampu menahan sakit terlihat jatuh pingsan.


Kini tinggal Ibunya Lori, yang tentu saja tak mau menyerah tanpa perlawanan. Ia berusaha melawan Peri Merry yang kekuatannya begitu luar biasa.


Kekuatan peri yang juga bersatu dengan ilmu penyihir tua.


Ibunya Lori tahu ia bukan lawan yang sepadan, tapi menyerah tentu adalah hanya pilihan seorang pecundang.


Ibunya Lori terbang melayang ke arah Merry, berusaha melawan dengan kekuatannya yang tak seberapa.


Keduanya pun terlibat pertarungan yang berkali-kali membuat Ibunya Lori terhempas.


Namun semangatnya yang begitu gigih terus berusaha kembali bangkit dan melakukan perlawanan.


Tubuh Ibunya Lori terhempas ke dekat rawa-rawa, Aquamarine stone terpecah menjadi empat bagian, yang tiga terpisah dari tangan, dan hanya satu pecahan saja yang mampu di genggam Ibunya Lori.


Ibunya Lori memegangi dadanya yang sakit, berusaha duduk dan akan berdiri, manakala seorang peri lain datang,


"Kau tidak apa-apa?"


Peri itu tampak masih muda dan saat kemudian Merry datang dan akan menyerang lagi, peri itu dengan baiknya melindungi Ibunya Lori.


"Aaa..."


Peri itupun terpental ke arah Ibunya Lori, dipegangnya perutnya yang sakit.


"Bodoh!!"

__ADS_1


Merry tampak marah.


Merry datang menghampiri Ibunya Lori, ia meraih tangan peri baik itu dan memberikan pecahan Aquamarine kepadanya.


"Berikan pada Lori anakku. Ku Mohon."


Kata Ibunya Lori.


Merry menarik dengan kasar Ibunya Lori dan membawanya terbang jauh melewati hutan dan lembah di sana.


Menuju sebuah puri tua di atas bukit yang dihuni banyak monster di sekitarnya.


Merry mendorong kasar Ibu Lori kemudian ke dalam ruangan di atas puri.


"Kenapa kau lakukan ini padaku?"


Tanya Ibunya Lori dengan kesalnya.


"Karena kau isteri Raymond."


Kata Merry.


"Raymond akan tersiksa seumur hidupnya karena dipisahkan dari isteri yang ia cintai, ia akan tersiksa karena tak bisa menemukanmu. Sementara anak-anakmu akan aku didik untuk menghancurkan istana keluarga mereka sendiri, hahahaha..."


"Kau... Peri Merry yang jahat!!!"


Ibunya Lori meraung,


"Suamimu menghancurkan mimpiku dan hidupku, menghancurkan wajah cantikku. Ia sudah barang tentu harus mendapatkan hukuman atas apa yang ia lakukan padaku. Oh satu lagi, kelak anak laki-laki mu saat waktunya tiba akan aku persembahkan sebagai tumbal dewi kematian sebagai pengganti ayahnya. Dan Lori, akan aku jadikan berhadapan dengan keluarga ayahnya sendiri, biar mereka saling bunuh, hahahahaa..."


Merry tertawa penuh kemenangan, tentu saja, ia bahkan sudah menyiapkan sesosok peri buruk rupa yang akan ia biarkan jahat untuk menghancurkan istana.


Sengaja mengutuk peri itu sejak dalam kandungan, hingga terlahir mirip dirinya.


Ia akan diasingkan, di rendahkan, dibuat tak dicintai untuk membuat keluarga istana hancur sebelum akhirnya nanti Lori juga datang sebagai penghancur juga.

__ADS_1


Dendam Merry terlanjur mengakar, dan menurutnya itu tentu bukan kesalahn.


**-------------**


__ADS_2