Magic In Love

Magic In Love
32. Berbagi Tugas


__ADS_3

"Aunty... Bagaimana?"


Ali bertanya begitu Aunty Maria melayang turun untuk mencari Ali dan Lori dan kemudian berhasil dipertemukan saat Ali dan Lori telah mengalahkan semua monster musang.


Aunty Maria tampak menggeleng,


"Percuma Tuan Muda,"


Kata Aunty.


"Percuma? Kenapa percuma? Apa yang terjadi?"


Lori belum apa-apa jadi panik.


Aunty Maria menatap Lori.


"Sepertinya benar dia Ibumu Nona Lori, dia ada di ruangan paling atas Puri ini. Ia terkungkung di sana."


Kata Aunty Maria,


"Jadi benar Ibu ada di sini?"


Lori menatap Aunty Maria yang tampak mengangguk,


Melihat si hantu None Belanda itu mengangguk, membuat Lori langsung akan melesat pergi, saat Aunty Maria sejenak menahannya,


"Ia terkurung di sana, di ruangan itu, dengan dikelilingi mantra lagi."


Kata Aunty Maria.


Lori mengerutkan kening, ia menatap Maria meminta penjelasan lebih banyak.

__ADS_1


"Aunty Maria tak bisa membantunya keluar?"


Tanya Ali.


"Sudah aku coba Tuan Muda, tapi ruangan itu sungguh-sungguh dipagari. Aku bukan hanya tak bisa menembus, tapi juga untuk memaksa jendelanya pecah dari luar pun aku tidak bisa."


"Akan aku coba... Akan aku coba selamatkan Ibu."


Lori menarik tangannya dari genggaman tangan Aunty Maria agar ia bisa pergi menyematkan Ibundanya.


Aunty Maria menggeleng,


"Ibu Nona Lori memintaku menjemput suaminya, hanya dia yang bisa mematahkan mantera yang menyelimuti ruangan itu."


Ujar Aunty Maria pula.


"Suami Ibu? Maksudnya, Ayah?"


"Biar Lori mencobanya Aunty, siapa tahu dia sanggup mematahkan mantera itu."


Kata Ali akhirnya.


Aunty Maria pun lantas melepaskan tangan Lori,


"Aku akan mencari Ayah Nona Lori, aku rasa, aku pernah melihatnya di sekitar kediaman keluarga anda Tuan Muda Ali."


"Aku?"


Ali bingung, Lori memandangi Ali dan Aunty Maria.


Tampak Aunty Maria mengangguk lagi,

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan pada Nona Zizi, aku mengikuti seorang laki-laki mencurigakan dan ia masuk ke dalam hutan, satu hantu yang tinggal di sana mengatakan padaku bahwa laki-laki itu adalah seorang peri."


"Ada peri di hutan manusia?"


Tanya Lori yang jadi tak kunjung pergi meskipun tangannya telah Aunty Maria lepaskan.


"Ya, dia peri laki-laki tua yang kata si hantu yang tinggal di sana, ia peri yang sangat baik, peri itu terjebak di dunia manusia sudah cukup lama."


Terang Aunty Maria.


"Benarkah? Kenapa Aunty baru memberitahu kami?"


Tanya Ali,


"Semua kejadian berurutan Tuan Muda, semuanya terjadi sangat cepat."


"Ah yeah, Aunty benar."


Lori kini tampak bingung, harus memilih ke mana? Mencoba menyelamatkan Ibunya dengan kekuatannya yang sekarang saja sedang melemah, atau justeru ikut Aunty Maria mencari peri laki-laki yang Aunty Maria curigai adalah Ayah Lori.


"Saya akan mencari peri itu segera, agar bisa menyelamatkan Ibunda Nona Lori."


Aunty Maria pun lantas bersiap terbang meninggalkan Ali dan Lori.


"Tunggu, aku..."


"Tidak apa Aunty, pergilah, kami akan menunggumu di sini, aku akan menjaga ruangan di mana Ibunda Lori di kurung, memastikan dia tidak akan ke manapun, tidak akan dipindahkan oleh siapapun yang mengurungnya di sini."


Ali memotong kalimat Lori untuk mengatakan keputusannya.


Aunty Maria pun setuju, memang ini yang ingin Aunty Maria minta pada Ali, agar Ali bersedia menjaga ruangan itu tetap aman."

__ADS_1


**-------------**


__ADS_2