
Di tempat lain, Peri Merry tampak marah melihat sunar terang biru kehijauan yang kini memancar dan menerangi alam peri.
"Aquamarine stone, harusnya aku menghancurkannya."
Merry begitu kesal,
"Ini semua gara-gara para penyihir tua yang ikut campur membuat rencana, semuanya kacau!!"
Peri Merry yang marah lantas menatap ke arah istana di mana dulu ia pernah tinggal.
Keributan di sana masih berlangsung, di mana para penyihir tua dan Dark Joe masih sekuat tenaga mengalahkan seluruh pasukan istana agar bisa segera mengambil alih kekuasaan.
Peri Merry lantas terbang melesat ke arah istana, ia meringsek masuk dan saat akan membantu para penyihir tua melawan peri-peri penjaga istana yang kini dikuasai Oracle, tiba-tiba Peri Merry merasakan keberadaan Belle.
Ya, tentu saja peri Merry bisa mengenali dengan baik akan keberadaan Belle dan Lori karena sekian tahun dirinya lah yang mengurus kedua anak itu untuk semula akan ia manfaatkan.
Peri Merry melesat meninggalkan area pertempuran, dan memilih masuk ke dalam istana untuk mencari Belle.
"Belle... Belle... Keluarlah! Percuma kau bersembunyi, aku akan menemukanmu."
Kata peri Merry sambil melayang mencoba menemukan asal energi Belle.
Belle di dalam lukisan kupu-kupu yang tampak baru bangun dari pingsan terlihat garuk-garuk kepala.
Ia celingak-celinguk lalu lamat-lamat ia mengingat saat ia berusaha menyembunyikan Oracle agar bisa selamat tapi malah posisinya dirubah, Belle yang disembunyikan sementara Oracle berjuang dengan para peri penjaga untuk mempertahankan istana ini.
__ADS_1
"Oracle... Ora..."
Belle baru mencoba memanggil Oracle, saat sayup-sayup ia justeru mendengar suara peri Merry.
Merry, yang selama ini ia pikir adalah nenek jelek yang baik hati, yang bersedia merawat Belle dan Lori ketika kedua orangtua mereka telah tiada.
Belle pantas mencoba melongok dari dalam lukisan, tapi...
Jedug!
"Aww."
Belle seperti kejedot saat akan melongok keluar dari lukisan.
"Apa ini?"
"Apa aku dikurung? Siapa yang mengurungku di sini?"
Belle langsung panik, ia berusaha keluar dari sana.
Belle yang semula ingin teriak minta tolong akhirnya pun ia urungkan karena takut peri Merry yang justeru akan mendengar.
Sungguh, Belle tak mau dibawa ke danau kematian lagi dan akan dijadikan tumbal untuk dewi kematian yang berkuasa di sana.
Belle terlalu takut, ia sangat takut, danau itu begitu mengerikan.
__ADS_1
Ah rasanya, membayangkan saja ia tak sanggup.
"Belle... Belle... Aku tahu kau ada di sini bocah tengik! Keluarlah!!!"
Suara peri merry kini kembali terdengar, yang tak lama kemudian tiba-tiba suara pintu di buka paksa,
Brak!!
Belle langsung mencari tumpukan bunga di alam dalam lukisan.
"Jangan katakan apapun pada peri berbulu kaki itu, mengerti?"
Tanya Belle pada para kupu-kupu yang berterbangan ke sana ke mari.
"Iya Belle, tenang saja, kami akan diam saja, kami akan tetap pura-pura tidak tahu, kami bukan ember Belle, apalagi gayung, apalagi nya lagi gentong. Kami adalah kupu-kupu."
Ujar si kupu-kupu gajah, kupu-kupu dengan ukuran sangat besar hingga dinamakan kupu-kupu gajah meskipun tak memiliki belalai.
"Belle... Belle... Belleeee..."
Suara peri Merry terdengar lagi hingga ke telinga Belle.
Peri bocil itu, yang ketakutan langsung bersembunyi di balik rumpun bunga uang ada di dalam lukisan.
Lalu...
__ADS_1
**----------**