
"Toloooong... Lepaskan akuuu... Lepaskan akuuu..."
Belle berteriak sekuat tenaga, berharap ada siapapun yang mendengar dan akan segera menolongnya.
Ia takut setengah mati, diikat dan digantung di atas danau kematian yang sunyi dan penuh energi kesedihan yang gelap.
Belle kecil mengingat kakaknya Lori yang kini jauh darinya, yang terpisah bukan hanya jarak namun juga ruang dan waktu karena kini Lori berada di dunia Manusia.
Belle melihat ke sekelilingnya yang hanyalah hutan belantara yang gelap, tak ada satupun mahluk di sana, apalagi peri dan binatang yang memang sangat menghindari kawasan danau kematian.
Belle menangis, membayang hidupnya akan berakhir di sana begitu saja sangatlah menyedihkan dan tragis.
"Tolooong...Tolong akuuuu... Kumohon."
Belle kembali mencoba berteriak meminta tolong, meski ia merasa sebetulnya usahanya paling hanyalah kesia-siaan belaka.
Belle menatap langit di atas sana yang kini berwarna merah darah, entah pertanda apalagi ini Belle tak mengerti.
Tapi ia sungguh berharap apapun hal buruk yang terjadi di dunia peri, Lori di dunia manusia akan baik-baik saja dan akan segera pulang lalu mencari Belle.
Hiks... Hiks...
"Lori... Aku merindukanmu."
Lirih Belle sedih.
Dan betapa kini dalam kondisi seperti sekarang, barulah Belle rasanya sadar jika hanyalah Lori yang sejatinya menyayanginya sebagai kakak.
Meski kadang sangat sulit mengerti cara berpikir Lori, tapi seharusnya Belle tak usah memikirkan hal itu, ia hanyalah adik yang sepatutnya cukup berpikir kakaknya sangat sayang padanya maka iapun sudah seharusnya melakukan hal yang sama.
Belle tampak kembali berusaha melepaskan ikatan pada kedua pergelangan tangannya, entah ini keberapa puluh kali, karena yang jelas tenaga Belle sudah jauh berkurang.
__ADS_1
Sementara itu, di luar hutan banyak peri penjaga tengah menyisir hutan, mereka mendengar laporan kurcaci dan beberapa peri hutan yang melihat Merry masuk ke dalam hutan terlarang.
"Cari peri tua itu sampai dapat!!!"
Kata kepala peri penjaga.
Semua anak buahnya pun berterbangan menyusuri hutan terlarang, mata mereka tajam mengawasi setiap gerakan yang mencurigakan.
"Ketua."
Tampak seorang peri penjaga melesat cepat menuju pemimpin mereka.
"Ada apa?"
Tanya kepala peri penjaga pada anak buahnya itu,
"Sepertinya Merry masuk ke dalam hutan dan menuju danau kematian."
"Kau yakin?"
"Kalau begitu kita bergerak ke sana."
Kata kepala peri penjaga tegas, anak buahnya itupun lantas terbang dan memberikan kabar pada para peri penjaga lain dengan daun yang dibuat kerucut seperti speaker.
"Kita bergerak ke danau kematian, cepaaat!!"
Mendengar perintah itu, sekawanan peri penjaga yang lain langsung bergerak tanpa banyak bertanya lagi.
Mereka berterbangan menuju danau kematian tanpa harus menunggu perintah lagi.
"Tolooong... Aku mohon... Tolooong aku..."
__ADS_1
Belle kembali terdengar meminta tolong, ia tampak sambil terus melihat dahan pohon yang untuk mengikat tali yang untuk menggantungnya kini tampak seperti akan patah karena Belle terus bergerak.
Tubuh Belle begitu gemetaran, manakala dilihatnya banyak tangan-tangan hitam bermunculan dari danau kematian itu seolah menunggu Belle terjatuh.
Krek...
Krek...
Terdengar dahan itu seolah akan benar-benar patah, Belle menatap nanar ke atas, lalu iapun kembali menatap ke bawah.
"Lori... Aku takut... Aku takut... Lo..."
Kriek...
Krak...
"Aaaaaa...!!!"
Dan dahan itupun benar-benar patah, membuat tubuh Belle meluncur bebas ke bawah dan Belle pun jelas berteriak.
Teriakan Belle yang sangat keras sampai seperti menggema di seluruh hutan terlarang.
Yang kemudian didengar para peri penjaga istana Oracle yang tengah menyisir mencari keberadaan Merry.
Para peri penjaga yang mendengar teriakan Belle pun lantas berterbangan menuju tempat asal suara.
Mereka yang pertama datang melihat Belle sedikit lagi jatuh ke dalam danau kematian langsung menghentikannya.
Para peri itu lantas terbang melesat ke arah Belle dan menyelamatkannya.
"Bukankah ini cucu Merry? Kenapa ia ada di sini?"
__ADS_1
Para peri penjaga terheran-heran, sampai kemudian, tiba-tiba...
**------------**