
"Tungguuuu..."
Suara hantu rambut membahana, tangannya menyerupai polisi yang menghentikan kendaraan yang melanggar lalu lintas.
"Stop!!"
Kata si hantu rambut pula,
Aunty Maria seketika berhenti, ia pun menoleh dan memperhatikan si hantu rambut yang tampak kini mengacungkan tangannya ke arah pohon.
"Kau harusnya bertanya dulu padaku, ataupun setidaknya menyapaku dengan baik dan benar. Jangan main selonong saja, bagaimanapun, aku adalah penunggu lama di sini, aku sudah sangat lama di sini, kenapa kau malah dengan semena-mena pergi melintas begitu saja."
Si hantu rambut memarahi pohon besar yang terlihat dipenuhi akar yang merambat.
Aunty Maria sebetulnya akan ke tempat si hantu rambut, tapi tiba-tiba...
Braaaaakkk...
Dumb...
Terdengar sesuatu di tengah hutan, suara itu jelas sekali di telinga Aunty Maria.
Aunty Maria pun segera melesat menuju ke arah asal suara yang sepertinya dari tengah hutan itu.
Dalam sekejap tampak pemandangan yang begitu kacau. Peri Raymond tengah dikeroyok mahluk-mahluk berbentuk tikus got besar yang bisa berdiri seperti manusia. Mereka berbulu hitam, dan beraroma aneh.
"Hentikan!!"
Bentak Aunty Maria.
__ADS_1
Suaranya yang cempreng lantang membuat beberapa mahluk itu melongo,
"Ada turis."
Kata salah satu dari mereka.
Aunty Maria meraih dahan salah satu pohon di sekitar sana, dahan yang ukurannya tak terlalu besar namun lumayan jika digunakan untuk memukul pastinya.
"Jangan macam-macam, aku akan pastikan kalian semua death jika sampai menyentuh peri itu!"
Ancam Aunty Maria galak.
Salah satu Dark Joe itupun mencolek peri Raymond.
"Aku sudah menyentuhnya, hahahahaa..."
"Apa banget nyolek-nyolek, kamu pikir Raymond sambal?!"
Kata Aunty Maria tegas, sambil mengacungkan dahan pohon yang baru saja ia ambil dan ia jadikan senjata.
"Sialan, aku disamakan sambal, apa tidak bisa buat perumpamaan yang lebih menghormati peri."
Raymond jadi menggerutu.
Para Dark Joe kini jadi merasa tertantang untuk mengurus hantu turis itu, mereka pun mengabaikan Raymond yang mereka pikir sudah tidak berdaya karena telah terkapar di atas tanah hutan.
Aunty Maria yang merasa akan di keroyok sebetulnya ingin memanggil Zizi, tapi bagaimana bisa, Zizi juga sedang hamil.
Aduuuh mati aku. Tamat riwayatku. The End lah pasti ini. Bayin Auny Maria juga.
__ADS_1
Aunty Maria sedikit panik, saat akhirnya ia melihat para Dark Joe yang jumlahnya tak sedikit itupun siap menerkam dirinya,.
"Minggiiiir..."
Lori tiba-tiba saja terdengar bersuara, bersamaan dengan itu Ali juga melompat ke arah para mahluk yang mengepung Aunty Maria.
Aunty Maria yang menyadari siapa yang datang langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Kenapa kalian tinggalkan puri?"
Tanya Aunty Maria sambil menatap heran keduanya,
"Ibu Lori meminta kita juga membantu Aunty menjemput Ayah."
Jawab Ali yang kini bersiap menghadapi para mahluk hitam gelap gulita.
Lori yang bersisian dengan Ali dan semula sudah begitu siap untuk menggempur para Dark Joe tiba-tiba matanya menatap laki-laki yang susah payah berusaha bangun dari posisinya terkapar di atas tanah.
Beberapa luka sudah terlihat memprihatinkan di beberapa bagian tubuhnya.
Mungkinkah dia...
Lori menatap tak percaya sosok Raymond di sana.
Dan saat kedua bola mata mereka bertemu, seketika itu pula, ingatan Lori seolah kembali.
Lalu....
.**--------------**
__ADS_1