Magic In Love

Magic In Love
19. Sesuatu


__ADS_3

"Ada apa?"


Lori yang ditarik-tarik masuk ke dalam ruangan tempat tinggal Ali tampak heran dengan Ali yang tiba-tiba saja menariknya seperti ada pembagian sembako gratis.


"Aquamarine stone, ya aku rasa benar aku memilikinya, tapi aku tidak tahu caranya mengeluarkannya, ia masuk ke dalam tubuhku dan tak pernah muncul lagi."


Ujar Ali.


Lori membulatkan matanya.


"Kamu? Batu itu ada padamu? Di bagian mana?"


Lori mendekatkan wajahnya pada wajah Ali yang sontak saja langsung mendorong wajah Lori agar menjauh.


"Kenapa kamu begitu agresif sebagai seorang gadis? Itu tidak benar."


Kata Ali.


Lori garuk-garuk kepalanya,


Agresif apa? Batin Lori.


"Duduklah, aku akan bicara serius."


Kata Ali menarik Lori agar duduk di lesehan di atas karpet di ruangan di mana ada TV di sana.


"Aku mendapatkannya saat kecil, ya di sekitar rumah ini, dulu, sudah sangat lama."


Kata Ali.


Lori menatap Ali.


"Apa ia seperti milikku?"


Tanya Lori.


Ali mengangguk,

__ADS_1


"Mungkin itu juga kenapa aku bisa masuk ke duniamu waktu itu bukan? Ada yang jelas menghubungkan aku dengan kalian, dan bisa jadi itu adalah Aquamarine yang aku juga memilikinya."


Kata Ali.


Lori menatap Ali dengan kedua matanya yang jeli,


"Dan..."


Ali sejenak merasa ragu, haruskah ia menceritakannya juga pada Lori? Haruskah?


Tapi...


Jika tidak ia ceritakan, maka untuk apa ia simpan sendiri? Bukankah bisa jadi semua yang Ali alami, Ali dengar, adalah untuk ia sampaikan pada Lori karena ternyata ada takdir yang membawa mereka akhirnya bertemu kembali?


Bahkan Lori masuk ke dunia manusia tepat di kamar Ali, seolah benar-benar bahwa mereka terhubung oleh sesuatu yang bahkan mereka tidak tahu.


"Dan apa Ali? Kamu ingin aku menunggu sampai tahun baru?"


Tanya Lori akhirnya, karena menunggu Ali meneruskan kalimatnya tapi tak juga diteruskan.


"Ah yah, sabarlah..."


"Mau ke mana?!"


Lori jadi kesal karena Ali malah pergi.


"Aku mau ambil minuman di kulkas."


Kata Ali.


"Aku mau madu."


Kata Lori yang tiba-tiba saja melayang mengikuti di belakang Ali.


"Aku tidak menyimpan madu."


Ujar Ali yang kemudian berdiri di samping kulkas besar di tempat ia tinggal.

__ADS_1


Kulkas dua pintu itu ia buka dan tampak di dalamnya penuh dengan banyak minuman kaleng dan buah.


Lori melongokkan kepalanya masuk ke dalam kulkas.


"Hmm kenapa musim dingin bisa di masukkan ke dalam lemari?"


Tanya Lori heran.


Lori juga tampak membuka frizer yang terasa jauh lebih dingin dari bagian kulkas yang lain.


"Ini lemari pendingin, manusia memakainya untuk mendinginkan makanan."


Kata Ali.


"Kenapa makanan didinginkan? Bukankah biasanya makanan itu harusnya dipanaskan?"


Tanya Lori.


Ali menghela nafas, rasanya terlalu enggan menjelaskan panjang lebar tentang kulkas, tentu karena Ali merasa itu sangat tidak penting.


Lori kemudian melihat satu bungkus buah anggur yang masih utuh, anggur ungu super itu tampak begitu menggiurkan, Lori pun cepat menyambarnya.


"Sepertinya enak, untukku ya."


Kata Lori pada Ali yang mengambil satu kaleng minuman soda kesukaannya.


"Ambillah."


Sahut Ali.


Lori melihat deretan kaleng minuman yang sama seperti yang Ali ambil dari dalam rak kulkas, Lori pun meminta ijin pada Ali untuk meminumnya satu.


"Memangnya tidak apa-apa peri minum soda?"


Tanya Ali pada Lori.


Lori nyengir,

__ADS_1


**-------------**


__ADS_2