Magic In Love

Magic In Love
6. Ke mana Ibu dan Ayahku?


__ADS_3

Lori duduk di atas pondok kayu Merry, ia menatap bulan sabit yang menggantung di langit malam ini.


Lori tengah teringat suara perempuan yang memanggilnya sayup-sayup dan menyebutnya anakku.


Flashback,


"Lori... Lori..."


Terdengar suara Belle memanggil nama Lori seraya mengguncang tubuh Lori pelahan.


Lori kecil terbangun, matanya yang bulat dengan bulu mata lentik menatap Belle kecil yang wajahnya kuyup karena menangis.


"Lori aku takut... aku takut."


Rengek Belle.


Lori kecil meraih tubuh Belle adiknya yang jelas saja lebih kecil daripada dirinya.


"Tak akan ada apa-apa Belle, jangan menangis."


Kata Lori mencoba menenangkan Belle.


Mereka tampak duduk berdempetan di bawah pohon besar yang rindang di tengah hutan kegelapan.


Hutan kegelapan yang konon banyak monster tinggal di sana, pun juga menjadi jalan menuju wilayah kekuasaan penyihir-penyihir tua.


"Ibu... Ayah... Ibu... Ayah..."


Belle merengek lagi, ia menangis karena ketakutan setengah mati berada di tengah hutan asing yang gelap tanpa kedua orangtua.


Ah... Orangtua, di mana mereka?

__ADS_1


Siapa orangtua mereka?


Lori dan Belle lupa ingatan.


Mereka dibuat tak ingat apapun selain tiba-tiba saja mereka sudah ada di tengah hutan kegelapan.


Hingga...


Sshhh...


Ssshhhh...


Terdengar superti suara ular besar mendekat, Belle wajahnya yang basah langsung tampak pucat.


Matanya menatap Lori, berharap kakaknya mampu melakukan sesuatu agar bisa membuat mereka tak lagi ada di hutan yang sangat menakutkan itu.


Lori berdiri sambil memegang tangan Belle. Kedua anak kecil itu berbalik ke arah belakang mereka di mana di sana benar ada ular besar yang sedang mendekat ke arah mereka.


Lori dan Belle sama-sama gemeteran, tentu yang langsung terlintas dalam benak mereka saat ini adalah mereka akan segera menjadi santapan ular besar tersebut.


Lori menarik Belle ke belakang nya agar Lori bisa melindungi sang adik.


Meski ia juga sama takutnya, tapi Lori sebagai seorang kakak memiliki semangat besar untuk melindungi adiknya.


Lori lalu melihat ranting pohon yang cukup besar, diambilnya ranting pohon itu dan diacungkannya ke arah Ular yang semakin mendekat.


"Enyah kau! Pergi!"


Bentak Lori,


Tapi, tentu saja itu tak berpengaruh apapun untuk ular itu.

__ADS_1


Sang ular justeru semakin menjulurkan lidahnya yang merah, matanya yang kuning tajam berkilauan dan terlihat sangat besar karena ukurannya tampak terus mengawasi gerak-gerik Lori dan Belle.


Dan...


Ular itu semakin mendekat.


Lori dan Belle berjalan mundur dan semakin mundur menjauh.


Ular besar itu menjulurkan lidahnya, semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat, hingga...


"Aaaaa..."


Belle kaki kanannya tergelincir dan jatuh berguling ke bawah, Lori berusaha menangkap tangan Belle, tapi tangan kecil Lori tak sampai.


Lori akan berusaha menolong Belle, tapi ia lebih dulu disambar ular besar yang mengincarnya.


Ular besar itu membelit tubuh Lori dengan kuat, Lori semakin gemeteran mendengar desisan ular yang kini membelit dirinya.


Sampai ular itu membuka mulutnya, tiba-tiba sebuah sinar menyambar sang ular.


Bersamaan dengan itu sebuah bayangan hitam melesat ke arah ular itu, dan merebut Lori dari belitan si ular setelah ular itu lebih dulu seperti dibuat tak bisa bergerak.


Lori kecil di tariknya terbang, begitu juga dengan Belle yang ada di jurang, tiba-tiba seekor unicorn terbang ke arah Belle, mengangkatnya dengan mulutnya lalu melemparkannya ke atas punggung si unicorn.


Lori dan Belle kemudian dibawa bayangan dan unicorn itu menuju pondok bambu.


"Kalian akan aman jika tinggal di sini, maka sejak hari ini kalian aku anggap cucuku sendiri. Panggil aku Merry."


Flashback berakhir.


Ibu, ya Ibu, siapa sebetulnya dia? Batin Lori.

__ADS_1


**---------------**


__ADS_2