Magic In Love

Magic In Love
45. Kembali Pada Pemilik


__ADS_3

Laki-laki dengan topi kerucut itu terbang mengejar Marthinus, ia merasa seperti melihat mahluk aneh ketika melihat Marthinus.


Ya, tentu sana, energi Marthinus bukanlah energi biasa yang banyak ditemukan di dunia peri, pun juga ia bukanlah manusia.


Mahluk apa dia?


Apa mungkin ini yang dinamakan mahluk Tuhan Yang Paling Seksi? Aw aw aw...


Laki-laki dengan topi kerucut itu lantas menggerakkan kedua tangannya sedikit memutar, seolah membuat bulatan besar yang lantas benarlah menjadi bola api yang ukurannya lebih besar dari sebelumnya.


Marthinus pun menyiapkan tongkat bermata peraknya, ia cepat menyembunyikan Aquamarine ke dalam sakunya lagi, namun anehnya, batu itu justeru kembali memancarkan cahaya yang sangat terang.


Cahaya itu lantas bergerak sangat cepat, dengan membentuk seperti gelombang besar, ia menghantam ke arah laki-laki dengan topi kerucut dan seketika menghempaskan pula bola api yang ia lemparkan untuk menyerang Marthinus.


Martinus sejenak tertegun tak percaya, Aquamarine stone yang semua ia herankan atas dasar apa ia diperebutkan, kini tiba-tiba seolah menjawab pertanyaan pada dirinya Marthinus.


Ya, pastinya...


Aquamarine stone ternyata memang bukanlah batu biasa, ia memiliki energi yang sangat besar, padahal, ini konon adalah satu serpihan dari empat serpihan lainnya yang terpecah dan tercecer hingga akhirnya kini sedang Lori cari untuk bisa disatukan lagi.


Lantas...


Kenapa Aquamarine stone yang ada pada Lori tak sehebat ini ketika menghadapi Shilba Dolores?


Bukankah menurut cerita Shane yang saat itu ikut misi penyelamatan Tuan Muda Ali, bahwa semuanya justeru diselesaikan oleh Nona Zizi sendirian.


Marthinus pun kini jadi timbul pertanyaan lain, meski kemudian, ia tak bisa tenggelam terlalu lama, karena ia ingat suara perempuan yang meminta tolong itu haruslah segera diselamatkan.


Ah itu jelas Ibunya Lori bukan?


Martinus pun segera melesat ke arah asal sumber suara yang masih samar ia bisa dengar, meski suaranya semakin lama semakin lirih.


Selain itu, Marthinus juga mengikuti asal aroma mint yang kini semakin jelas ia hirup.


Aroma mint itu adalah aroma yang sama dengan aroma milik Lori.

__ADS_1


Hingga...


Marthinus pun menemukan satu ruangan dengan jendela kecil di tempat paling atas bangunan puri tersebut.


Dan begitu Marthinus mendekati kaca jendela ruangan itu, dilihatnya seorang perempuan terkulai lemas di dalam sana.


Marthinus berusaha menghancurkan jendela ruangan tersebut, namun bukannya jendela itu hancur, Marthinus malah terpental beberapa puluh meter, seolah di dorong dengan sangat kuat oleh energi yang lagi-lagi tak terlihat.


Untunglah, Marthinus tidak selemah itu, meski ia terpental cukup jauh, namun ia tak sampai jatuh ke bawah.


Marthinus pun lantas berusaha kembali menyerang, dan saat itulah, kembali Aquamarine stone bekerja.


Cahaya dari batu itu yang serupa gelombang besar pun menghantam dengan kekuatan yang sangat dahsyat jendela kaca yang diliputi energi yang meliputinya.


Jendela kaca itu pun pecah.


Pecahannya terbang hendak menyerang Marthinus, namun langsung dengan gerakan cepat dihalau manusia setengah monster tersebut.


Perempuan di dalam ruangan itupun dengan susah payah berusaha bangun, ia memang kehabisan banyak energi untuk berusaha keluar sendiri sejak melihat Lori datang.


Perempuan yang tak lain adalah Ibunya Lori itupun langsung bertanya tentang Lori ketika Marthinus akhirnya berhasil masuk ke dalam ruangan tersebut melalui jendela yang hancur.


"Saya juga mencari Nona Lori dan Tuan Muda Ali, Nyonya."


Kata Marthinus.


"Ah Raymond... Ya Raymond, aku meminta mereka menemukan suamiku, Pangeran Raymond, aku pikir hanya dia yang bisa memecahkan kutukan Merry atas bangunan puri ini, tapi ternyata kau bisa Tuan. Terimakasih."


Ibunya Lori tampak membungkuk pada Marthinus.


"Oh, tidak Nyonya, itu tidak benar, bukan saya yang melakukan semuanya,"


Ujar Marthinus.


Ibunya Lori menatap Marthinus,

__ADS_1


"Apa... ada yang lain?"


Tanya Ibunya Lori.


"Apa anda tidak menyadari atas apa yang tadi terjadi?"


Tanya Marthinus pula.


Ibunya Lori menggeleng,


"Entahlah Tuan, semuanya terlihat sangat cepat, saya hanya tahu jendela itu pecah, tapi..."


Ibunya Lori tiba-tiba teringat cahaya terang yang tadi ia lihat seolah tak asing.


Dia pernah melihatnya di suatu tempat di masa lalu.


Ya, cahaya terang biru kehijauan tang menyilaukan dan memiliki energi yang begitu besar itu, benarlah bukan sesuatu yang asing baginya.


Lalu...


Marthinus tampak meraih Aquamarine stone dari sakunya lagi, diulurkannya tangannya yang kini tampak batu kecil berwana biru kehijauan itu di atas telapak tangannya.


Ibunya Lori pun lantas menatap batu itu,


"Ini..."


Ibunya Lori meraih batu itu, yang lantas seolah memberinya energi yang luar biasa hingga langsung merasa tak lemah lagi.


"Tampaknya ia memang milikmu Nyonya."


Marthinus tersenyum,


Ibunya Lori kini menatap Aquamarine stone yang telah lama terpisah cukup lama darinya itu,


Batu itu, yang merupakan hadiah dari Raja Neptunus penguasa kerajaan bawah laut untuknya, sebagai bentuk terimakasih padanya karena telah menyelamatkan salah satu penghuni kerajaan bawah laut.

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2