
Dubrakg!
Lori dan Ali menoleh kaget ke arah pintu di mana seorang pengawal tersandung karena lebih dulu kaget datang-datang mendapati Tuan muda tampannya bersama Lori.
Ali pun tampak sangat gugup meskipun ia berusaha sebisa mungkin untuk kembali cool dan berjalan mendekati pintu.
Lori terlihat menatap Ali yang menjauh, peri cantik itu wajahnya merah seperti tomat, buatnya Ali adalah manusia yang sangat manis, dan ia akan rela tetap tinggal di dunia manusia selama bersama Ali.
"A... Ada apa?!"
Tanya Ali pada pengawal yang kini berdiri tegap di depan pintu.
"Tuan Ziyan akan pergi ke Tokyo, besok pagi beliau akan datang lagi ke sini, Tuan Ziyan meminta anda mengabari beliau saat Nona Zizi kembali dengan selamat."
Kata si pengawal.
"Oh, ya nanti pasti aku akan kabari Ayah. Sampaikan pada beliau."
Si pengawal menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Ali.
Pengawal itupun lantas pamit pergi, Ali menghela nafas lega, meskipun itu hanya sekian detik, karena berikutnya ia kembali berdebar-debar mengingat ia berdua lagi dengan Lori.
Astaga, kenapa peri begitu melakukannya?
Apa dia tidak tahu aku rasanya hampir mati karena jantungku mau melompat?
Batin Ali menatap pohon Sakura di seberang bangunan tempat tinggalnya.
Ia belum berani menoleh ke belakangnya lagi, di mana di dalam ruangan tempat tinggalnya kini Lori merebahkan diri dengan santai di dekat meja pendek di mana Ali harusnya akan makan.
Haruskah aku berbalik?
Batin Ali.
Sedang apa dia?
Kenapa begitu hening?
Apa yang akan ia lakukan lagi?
Ali malah jadi gelisah.
Hingga...
Tiba-tiba sebuah kekuatan menarik tubuh Ali masuk ke dalam tempat tinggalnya, dan memaksanya duduk di depan meja.
__ADS_1
Lori cekikikan sambil menjentikkan kedua jarinya lagi.
Cring!
Ali duduk sambil menatap Lori dengan tatapan setengah jengkel.
"Kamu ini, apa yang kamu lakukan padaku, ini tidak..."
"Sssttt, makanlah, kamu akan menghabiskan banyak energi lagi jika mengomel dan marah-marah."
Kata Lori sambil merebahkan diri lagi.
Ia tadi bangun sebentar untuk menarik paksa Ali dengan kekuatannya, karena ia merasa Ali terlalu lama tertegun sana di pintu sambil menatap tak jelas pohon bunga Sakura.
"Aku akan tidur Ali, aku yakin malam nanti Nona Zizi akan pulang."
Kata Lori.
"Kau yakin?"
Tanya Ali.
Lori menoleh ke arah Ali, membuat kedua mata mereka kembali bertemu.
Ali yang wajahnya persis saat Ziyan muda dulu tampak celingak-celinguk lagi karena salah tingkah.
Tanya Lori dengan senyuman meledek, Ali yang jadi kesal melemparnya dengan bantal di dekatnya.
Lori tertawa geli sambil menghilang dan tiba-tiba muncul di samping Ali, membuat ali kaget luar biasa.
"Kau ini benar-benar..."
Ali gemas sekali, tapi tak tahu harus apa.
Lori terus tertawa, sampai sekian detik berlalu dan...
"Ah sudahlah, ayok makan, aku benar-benar akan tidur."
Ujar Lori akhirnya, begitu tawa renyahnya mereda.
Lori memutuskan akan tidur di kamar Ali saja, saat tiba-tiba Ali menahan tangan Lori saat peri cantik itu akan berpindah tempat,
"Katakan dulu, apa kau yakin Kak Zizi akan pulang malam ini?"
Ali menatap Lori yang matanya kini terlihat sangat bening dan cantik dari dekat.
__ADS_1
Ah sial, dia benar-benar cantik, bagaimana bisa ia ada di sini? Batin Ali jadi gelisah.
Ia melepaskan tangannya pada tangan Lori.
"Tenang saja, Nona Zizi manusia yang sangat istimewa, ia tak akan kenapa-kenapa di dunia peri, ia adalah pahlawan bagi kami, dia pasti sedang disambut meriah oleh para peri."
Kata Lori.
"Pahlawan?"
Ali mengerutkan keningnya.
Lori mantuk-mantuk,
"Shilba Dolores, kau lupa? Nona Zizi mematahkan seluruh kutukan Shilba Dolores yang mengungkung wilayah peri bunga sekian lama. Ah, meski sebetulnya dalang semuanya adalah Merry, tapi tetap saja, Shilba Dolores adalah peri yang sangat kuat yang mustahil bisa dikalahkan jika bukan karena saat itu Nona Zizi datang."
Ujar Lori.
"Ya, Kak Zizi masuk ke dunia peri karena mengkhawatirkan aku, sama seperti sekarang."
Lirih Ali.
"Dia sangat menyayangimu,"
Kata Lori.
Ali mengangguk,
"Ya dia kakak yang sangat baik."
"Kau beruntung Al."
Ujar Lori.
Ali kembali mengangguk.
Ya, nyatanya memang demikian. Ali sangat beruntung karena ada Zizi yang selalu bersamanya.
Saat tak ada satupun di dalam keluarga intinya yang tahu bagaimana cara Ali mengelola kekuatannya, untunglah Ali memiliki Zizi.
Kakak sepupu yang perannya sudah macam kakak kandung sendiri, yang bukan hanya mengerti, tapi juga sangat peduli dengan Ali.
Ia juga sangat sigap, manakala ada satu hal saja yang membahayakan dan mengancam keselamatan Ali.
Ya...
__ADS_1
Kak Zizi, tentu saja ia adalah hadiah dari semesta untuk Ali.
**------------**