
Tampak langit tiba-tiba saja gelap, gulungan angin yang dahsyat seolah menyerbu tak terkira.
"Ada apa ini?"
Tanya para penyihir tua heran,
Saat kemudian terdengar suara petir yang begitu dahsyat, yang lantas disusul hujan deras bak badai besar.
Merry ternganga,
"Tidak mungkin, tidak mungkin."
Kata Merry.
"Apa yang tidak mungkin Mer?"
Tanya para penyihir tua,
"Naga, kalian tidak ingat manusia yang masuk ke dunia kita tempo hari, yang mengalahkan Shilba Dolores, boneka kita."
Kata Merry.
"Manusia naga?"
Seorang penyihir mengingat hari yang mengerikan itu, di mana semua raksasa mereka yang mereka jadikan pasukan Shilba Dolores seluruhnya dibantai dengan barbar.
Masih teringat dalam ingatan mereka saat di mana hari itu seluruh mayat para raksasa bergelimpangan di depan istana,
"Tidak mungkin ia masuk dunia kita lagi."
Kata Merry.
Angin topan berhembus kuat hingga nyaris menumbangkan seluruh pohon di hutan-hutan sekitar dunia peri.
Merry yang tak tahan lagi ingin segera tahu apa sebetulnya yang terjadi langsung tampak melesat terbang menembus derasnya hujan badai yang kini seperti mengamuk marah.
Merry yang akhirnya diikuti oleh para penyihir tua itu terbang melintasi hutan dan perbatasan wilayah yang sejak dulu telah diputuskan baginda raja.
Sampai kemudian mereka melihat di angkasa kini gulungan angin yang semula hitam pekat berubah menjadi cahaya biru kehijauan yang begitu menyilaukan.
"Ah, Aquamarine... batu itukah?"
Salah satu penyihir berteriak,
Dan cahaya terang biru kehijauan itu seolah berpendar, lalu tak lama berikutnya meredup.
Merry dan para penyihir yang sebelumnya telah lebih dulu panik dan bersiap bila mana memang hari ini harus terjadi peperangan tampak heran.
Ada apakah sebetulnya ini?
__ADS_1
Merry benar-benar tidak mengerti.
Sama halnya dengan Oracle, yang tampak di balkon istana kini menunduk lesu karena tidak mengerti bagaimana caranya energi Aquamarine yang ada pada tongkatnya itu bisa maksimal.
Menunggu Aquamarine yang telah terpecah menjadi empat itu kembali utuh tentu sudah tak ada waktu, para penyihir jahat itu pasti telah berkomplot dengan Merry dan akan segera menyerang istana milik keluarga suaminya Pangeran Noel.
Oracle, yang mendapati jika para peri penjaga istananya pulang dalam keadaan terluka parah, dan sebagian lagi tewas begitu saja oleh Merry, membuat Oracle geram sekaligus juga takut jika ia tak mampu menghadapi Merry dan pasukannya untuk melindungi segenap wilayah kekuasaan yang tengah dititipkan padanya.
Oracle tampak menangis, ia benar-benar dalam keputusaan.
Bagaimana caranya ia menghadapi semuanya? Bahkan dulu, sekelas Shilba Dolores saja, ia tak sanggup.
"Pangeran Raymond, kau di mana? Tak tahukah kau jika istanamu dalam bahaya dan Pangeran Noel adikmu kini juga terpenjara di tempat yang jauh."
Sedih nian Oracle kini menangis memikirkan nasib wilayah yang harusnya menjadi tanggungjawabnya.
Cukup satu kali seharusnya Oracle melakukan kesalahan tak mampu mempertahankan istana dari Shilba Dolores.
Cukup sekali harusnya ia membiarkan banyak sekali korban berjatuhan saat Shilba Dolores berkuasa.
Harusnya, saat ini ia tidak lagi melakukan kesalahan kedua, yang bisa jadi akan lebih fatal dan bisa jadi istana milik keluarga suaminya akan benar-benar hancur.
Dan...
Di saat Oracle tengah panik dan kebingungan.
Belle tampak masuk ke dalam ruangan Oracle dan menghampiri isteri Pamannya itu.
Tanya Belle.
Oracle cepat menyahut,
"Ya Belle,"
Belle dalam satu lompatan langsung sampai di tempat Oracle.
"Aku mencium aroma Lori."
Kata Belle.
"Lori? Di mana?"
Tanya Oracle.
"Aku tadi dari pondok Merry, aku mencari Unicorn ku. Dia hilang gara-gara peri penjaga yang mencari Lori."
Kata Belle.
"Unicorn?"
__ADS_1
Tanya Oracle.
"Sudah kubilang jangan pergi keluar istana Belle."
Tambah Oracle.
"Aku bersama satu peri penjaga tadi, dan aku sudah pulang,"
Kata Belle.
Oracle mendengus,
Tentu saja tak diragukan jika Belle anak dari Raymond. Bukankah kata pangeran Noel bahwa kakaknya adalah peri paling keras kepala dan semaunya sendiri
"Ia peri yang sangat baik, tapi ia sekaligus juga pembangkang dan sangat keras kepala. Ia tak pernah mau tahu soal larangan, ia paling tak bisa diatur dan diperintah. Ia hidup menjadi dirinya sendiri, sangat jauh berbeda dengan banyak orang."
Kata Pangeran Noel dulu ketika menceritakan sosok Raymond kakaknya pada Oracle.
Yah, Oracle yang hanya sempat mendengar kisah tentang Raymond tentu saja kini seolah melihat gambaran tentang Raymond adalah pada diri Belle.
"Aku mencium aroma Lori di sekitar hutan bunga, apa aku harus mencarinya lagi?"
Tanya Belle tiba-tiba.
"Lagi? Kau tak takut akan bertemu Merry dan akan dibawa ke danau kematian? Bukankah kau tadi memohon agar diselamatkan?"
Oracle sungguh tidak mengerti dengan bocah keras kepala ini.
"Tapi kau juga dalam kesulitan Oracle? aku tahu kau belum bisa mengendalikan kekuatan Aquamarine yang ada di tanganmu, kau hanya bisa membuatnya muncul sebentar, itu tak akan bisa untuk melawan musuh."
"Setidaknya ini akan membantu kita bertahan."
Ujar Oracle membela diri.
Belle menggeleng.
"Mereka akan terus menyerang, dan kita hanya bertahan tanpa melakukan serangan balasan, itu tidak akan menghasilkan apapun selain kalah dan mati konyol akhirnya."
"Belle, kau mau membuatku tambah takut?"
"Itu sebabnya, lebih baik kita cari Lori, ia juga memiliki Aquamarine, dua serpihan batu itu harus disatukan, begitu kata Merry."
"Kau masih percaya pada nenek jahat itu?"
Sinis Oracle.
"Kadang musuh jauh lebih jujur daripada kawan sendiri."
Timpal Belle.
__ADS_1
**----------------**